Menaikkan Harga Tanpa Kehilangan Pelanggan

Apa yang diinginkan seorang pengusaha ketika bisnis telah mulai berjalan? Tentu saja sedikit demi sedikit dia ingin agar mendapatkan keuntungan yang bertambah dari bisnisnya tersebut. Bisnis tentu saja tidak cukup jika hanya sekadar bertahan, dia perlu juga untuk tumbuh. Lantas biasanya yang kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah menjual lebih banyak produk, menaikkan harga barang (menambah margin keuntungan), ataukah menekan biaya produksi.

Nah, pada artikel kali ini kami akan membagikan kepada anda informasi mengenai bagaimana menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan. Mengapa itu menjadi penting untuk kita ketahui? Bukankah di tengah pelemahan ekonomi seperti ini kenaikan harga barang adalah hal yang biasa saja? Betul, tetapi kita bicara dalam konteks strategi bisnis secara umum, bukan pada momen-momen tertentu saja. Mari kita simak melalui poin-poin berikut:

:: Kita Perlu Paham Soal Elastisitas Permintaan

Menaikkan harga tak selalu menurunkan permintaan. | via debunkingeconomics.com

Kalau kita bicara soal hal yang elastis kita tidak bicara soal kekakuan atau suatu hal yang tetap. Dalam konteks ini elastisitas permintaan bisa diartikan sebagai dinamika permintaan dari pelanggan atas produk kita. Pemicunya bisa beragam, salah satunya adalah ketika kita menaikkan harga produk kita. Secara logika sederhana kita akan langsung mengatakan: kalau harga dinaikkan, permintaan akan menurun. Namun apakah benar demikian? Pada beberapa kasus memang demikian, tetapi nyatanya tidak semua seperti itu. Ada juga produk yang harganya dinaikkan dan justru mendapatkan permintaan yang lebih banyak dari pelanggan. Hal tersebut dapat dijelaskan melalui pendekatan psychology of pricing. Jadi melihat bagaimana menentukan harga didekati dari sisi psikologis konsumen.

:: Mempertimbangkan Psychology of Pricing

Ada begitu banyak hal yang dibahas dalam psychology of pricing, tetapi kami akan membahasnya sedikit saja dari pemahaman soal ini. Kita langsung ambil contoh saja, misalnya, kita bandingkan kaos oblong yang dijual di distro dengan merek khusus yang dimiliki artis dengan kaos oblong yang dijual dengan merek yang banyak dijual di pusat perbelanjaan. Kualitas kain dan sablonan kedua kaos itu sama, tetapi seringkali harga di distro menjadi lebih tinggi. Mengapa? Karena desain di distro tersebut eksklusif.

Contoh lain adalah saat ini banyak dijual produk pelangsing tubuh. Seorang pebisnis di bidang tersebut perlu untuk memberikan harga yang agak tinggi, jangan murah (meskipun biaya produksi rendah). Mengapa? Logika dari konsumen adalah “yang mahal saja tidak manjur, apalagi yang murah.” Hal ini berkaitan juga dengan pasar mana yang anda garap. Apakah anda akan menyasar pasar “mahasiswa”, kelas menengah, ataupun menengah ke atas. Masing-masing kelompok punya pandangan berbeda soal harga, maka anda perlu menyiasatinya.

:: Jangan Sampai Ketinggalan Momentum

Butuh kejelian untuk menangkap momentum yang tepat. | via knowledgequest.aasl.org

Waktu adalah salah satu anugerah paling berharga. Setiap sendi kehidupan kita dibatasi sekaligus diisi dengan waktu, termasuk dalam dunia bisnis. Untuk menaikkan harga produk, kita perlu memerhatikan waktu, atau lebih tepatnya momentum kita. Waktu terbaik untuk menaikkan harga adalah ketika produk kita kita sudah memiliki tingkat permintaan yang tinggi. Untuk itu kita perlu melihat peluang-peluang bisnis dari momentum-momentum besar yang barangkali ada di lingkungan kita. Misalnya pemerintah sedang menggalakkan sikap go green, atau slogan 3R (reduce, reuse, recycle) maka banyak pengusaha kerajinan barang daur ulang yang berani menaikkan harga jual produknya.

:: Berilah Alasan Kenaikan Harga Produk Anda

Alasan kenaikan harga produk itu bisa bermacam-macam. Bisa jadi anda memang mau menambahkan keuntungan, meningkatkan kondisi finansial anda. Atau bisa jadi juga karena harga bahan baku yang juga meningkat. Persoalannya, pelanggan seringkali tak mau tahu dengan urusan-urusan semacam itu. Maka kita perlu memikirkan cara untuk memberi alasan dengan memberikan nilai tambahan pada produk yang kita jual tersebut. Kita ambil contoh sebuah band asal Yogyakarta, Endank Soekamti. Tidak seperti band-band lain yang hanya menjual musik dalam bentuk digital atau dalam kepingan CD, Endank Soekamti dalam salah satu albumnya menjualnya dalam bentuk paketan. Dalam paket tersebut ada CD berisi musik mereka, kalung bertanda khusus, kaos, bahkan ada juga buku biografi mereka. Strategi bisnis yang seperti ini bisa digunakan untuk menaikkan harga barang mereka. Bila sekeping CD, misalnya, dijual dengan harga Rp 50.000, maka dengan dibuat sepaket kita bisa menjual hingga Rp 300.000.

:: Munculkan Keunikan Pada Produk Anda

Munculkan keunikan sebagai alasan dari kenaikan harga. | via blog-tutorials.com

Pada prinsipnya, poin yang ini sama pada poin sebelumnya. Bedanya adalah pada poin sebelumnya kita membahas soal penambahan sesuatu yang dalam bentuk ragam produk (salah satunya) guna menaikkan nilai barang. Pada poin ini ditekankan soal keunikan dari produk itu sendiri. Pasalnya, keunikan itu sendiri tidak bisa dengan mudah kita buat dan langsung berhasil. Alih-alih laris dan dilirik oleh pasar, bahkan pasar luar negeri, produk buatan kita malah bisa hanya jadi pajangan saja di rumah. Maka beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menambahkan keunikan adalah sebagai berikut:

  • KISS (Keep Is Short and Simple). Apanya yang dibuat pendek dan sederhana? Idenya. Ide adalah aset paling mahal yang bahkan tak bisa dihargai oleh apapun. Anda harus bisa menjelaskan ide unik pada produk tersebut kepada pelanggan dengan singkat dan sederhana. Seberapa singkat? Menurut para pakar setidaknya anda bisa menjelaskan ide unik tersebut dalam sepuluh kata atau bahkan kurang dari itu. Misalnya, ada ide untuk membuat sepeda dari bambu. Alasannya adalah “bahan bambu lebih elastis sekaligus kuat” atau “menghemat energi yang dikeluarkan untuk membuat bahan karbon.”
  • Tembaklah Sasaran Dengan Tepat. Sasaran anda adalah pelanggan anda itu sendiri. untuk bisa membidik dengan tepat, anda perlu mengenali mereka. Kenalilah sedikit profil finansial mereka secara umum, latar belakang budaya yang mereka anut, prinsip-prinsip hidup yang mereka pegang, dan sebagainya. Misalnya anda membuat desain kaos oblong eksklusif, maka pasar yang tepat adalah anak muda perkotaan yang membutuhkan kaos tersebut untuk bersosialisasi. Karakter pasar yang lain bisa jadi tidak membutuhkan produk tersebut. Maknanya adalah ini soal memenuhi kebutuhan pelanggan anda.
  • Tokoh Utama Dari Barang Unik Ini Adalah Pelanggan. Anda adalah pebisnisnya, tetapi tokoh utamanya bukanlah anda, melainkan pelanggan anda. Sama dengan poin sebelumnya, untuk bisa mengetahui kebutuhan pelanggan akan keunikan tersebut kita perlu mengetahui terlebih dahulu karakteristiknya. Tidak ada salahnya anda melakukan survei kecil-kecilan untuk mengetahui profil, selera, dan hal-hal yang nantinya terkait dengan produk anda.
  • Jangan Lupa, Keunikan Bisa Dimunculkan Dalam Berbagai Bentuk. Keunikan tidak hanya bisa dimunculkan dari produk anda, tetapi bisa juga dari bentuk lain misalnya dari pelayanan. Anda bisa menambahkan keunikan anda di situ. Misalnya ada pengusaha jam tangan dari kayu di Bandung. Dari produknya saja dia sudah punya keunikan. Ternyata ada keunikan lain yaitu garansi satu tahun pada produknya. Apabila produk tersebut rusak, bahkan karena kesalahan pelanggan sendiri, mereka bisa menukarnya dan mendapatkan yang baru. Tentu saja selain unik strategi ini adalah komitmen luar biasa kepada pelanggan.

Itulah hal-hal yang perlu kita perhatikan supaya bisa menaikkan harga tanpa perlu kehilangan pelanggan. Pada intinya adalah kita harus memberikan alasan yang sangat meyakinkan pelanggan bahwa harga produk ini naik bukan tanpa alasan, bukan hanya karena harga bahan bakunya naik. Berikan juga keunikan, baik pada produk maupun pada pelayanan kepada pelanggan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *