Membuat Kartu Kredit dengan Cepat

Dari waktu ke waktu, bisnis e-commerce semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan. Semakin banyak pebisnis dan konsumen memanfaatkan teknologi Internet untuk saling berkomunikasi dan tawar menawar sebelum mereka melakukan transaksi. Bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memprediksi total transaksi dari e-commerce pada akhir tahun 2015 nanti bisa mencapai Rp312 triliun. Untuk anda yang sudah berkecimpung dalam bisnis ini, pasti akan membutuhkan alat pembayaran yang banyak dipakai: kartu kredit (baca juga: Untung Rugi Kartu Kredit). Bagaimana agar kita dapat membuatnya dengan relatif cepat?

Dari informasi yang kami kumpulkan, orang-orang yang tidak memiliki kartu kredit biasanya beralasan karena mereka tidak membutuhkan alat pembayaran itu. Mereka masih bisa melakukan berbagai transaksi secara tunai. Selain itu mereka beranggapan bahwa proses pengurusan aplikasi kartu kredit ke bank ini rumit dan berbelit-belit. Benarkah demikian?

Sebenarnya ada beberapa strategi yang bisa anda lakukan untuk dapat memiliki kartu kredit dengan cepat. Kami merangkumnya menjadi beberapa strategi yang perlu anda lakukan:

Ajukan pada Bank tempat Anda Menabung

Bank akan sangat ketat dalam menentukan siapa yang bisa mengajukan kartu kredit pada institusinya. Bagi anda yang seorang karyawan tetap, PNS, atau eksekutif profesional, mungkin hal ini bisa sangat mudah. Namun bagi anda yang bukan, bank akan begitu ketat karena tidak ada pihak yang memberikan jaminan kepada anda. Nah, celah yang bisa anda manfaatkan adalah mengajukan aplikasi pada bank tempat anda menabung. Tentu bank akan mempertimbangkan lebih untuk menerima permohonan pembuatan kartu kredit dari nasabahnya sendiri.

Tingkatkan Transaksi Anda

Ada beberapa cerita yang menyatakan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan kartu kredit, meskipun mereka mengajukan aplikasi pada bank tempat mereka menabung. Jika anda juga mengalami hal tersebut, berbagai penasihat perbankan menyarankan anda untuk menambah lalu lintas transaksi anda. Hal ini bisa dilakukan dengan menambah saldo tabungan, membeli produk keuangan, misalnya deposito dengan jumlah tertentu, mengajukan pinjaman, dan sebagainya. Tingginya lalu lintas transaksi yang anda lakukan akan tercatat dalam perbankan. Bahkan, beberapa cerita yang kami dapatkan menunjukkan bahwa nasabah justru ditawari untuk membuat kartu kredit.

Buatlah Kartu Kredit di Kota yang Sesuai dengan KTP

Untuk strategi yang satu ini memang tidak bersifat finansial, tapi lebih ke teknis untuk pertimbangan dari pihak bank. Penolakan terhadap permohonan aplikasi biasanya dilakukan bank ketika alamat di Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon pemohon kartu kredit tidak berasal dari kota yang sama. Alasannya tentu saja risiko yang besar ketika terjadi kredit macet. Bank akan kesulitan untuk mencari alamat nasabah. Jika anda berada di perantauan, sangat disarankan anda membuat kartu kredit pada kota asal tempat alamat KTP anda.

Pilih Bank yang Mendukung

Jika anda betul-betul membutuhkan kartu kredit dengan cepat, padahal kondisi finansial anda belum berada dalam kondisi yang benar-benar aman, disarankan untuk tidak mengajukan aplikasi permohonan kartu kredit pada bank-bank yang besar. Beberapa bank besar yang dimaksud di sini adalah bank yang memiliki laba dan aset tertinggi di negeri ini. Mereka biasanya akan selektif, terutama mereka sudah tidak terlalu mencari kuantitas, melainkan kualitas nasabah yang memiliki risiko sangat kecil untuk mengalami kredit macet.

Itu tadi beberapa strategi yang dapat anda terapkan untuk dapat memperoleh kartu kredit dengan cepat. Setelah kartu kredit anda dapatkan, tentu kita harus berhati-hati terhadap penggunaan. Seringkali muncul anggapan bahwa kartu kredit akan mendorong anda melakukan transaksi terus menerus yang tentu saja akan berat pada proses pembayaran. Bagaimanapun, gaya hidup yang bijak dan penggunaan kartu kredit yang tepatlah yang akan memperbaiki kualitas hidup kita.

Artikel Terkait