Membuat Business Plan

Anda tentu mengetahui bahwa melakukan kegiatan bisnis perlu perencanaan terlebih dahulu. Kita sangat tidak dianjurkan untuk memulai bisnis tanpa rencana, asal jalan, dan tidak punya tujuan apapun yang jadi pegangan kita dalam berbisnis. Beberapa pakar menantang kita untuk membuat business plan, atau perencanaan bisnis, dalam bentuk yang tertulis di atas kertas. Mengapa demikian?

Berbagai sumber menyebutkan bahwa business plan adalah langkah awal dari membangun sebuah perusahaan atau menjalankan bisnis. Tujuannya tidak lain untuk mempermudah kita mengenal bentuk bisnis dan apa saja strategi yang kita ambil dalam perusahaan tersebut. Tentu saja kita sepakat bahwa business plan yang tepat akan sangat membantu kita mencapai tujuan bisnis. Selain untuk kepentingan dari sisi dalam, business plan juga diyakini bisa menjadi referensi bagi investor ketika mereka akan merencanakan investasi pada perusahaan.

Bisa dikatakan bahwa membuat business plan adalah sebuah keniscayaan. Jadi, apa saja yang harus kita cantumkan dalam business plan yang kita buat? Artikel ini akan memaparkan apa saja yang harus dimasukkan dan tidak harus dimasukkan dalam penulisan business plan. Setidaknya ada tujuh poin yang bisa kita pelajari bersama untuk ini. Mereka adalah:

  1. Executive Summary

Hal pertama yang perlu kita cantumkan dalam business plan adalah executive summary atau ringkasan. Ringkasan ini biasanya ada pada halaman depan dari sebuah dokumen business plan. Apa saja isinya? Anda perlu menuliskan dalam satu hingga dua halaman untuk menjelaskan secara singkat mengenai usaha yang akan anda jalankan. Isinya antara lain analisa pasar, sasaran bisnis, kondisi dan rencana operasional, strategi pemasarn produk, dan bagaimana anda memanage keuntungan. Berbagai cerita yang dihimpun menunjukkan bahwa ternyata bagian ini bukanlah bagian yang mudah, karena memang selalu ada hambatan untuk memampatkan gagasan yang banyak dalam bentuk tulisan yang singkat, menarik, dan merupakan inti-intinya saja. Ringkasan ini sangat diperlukan agar anda bisa fokus pada tujuan bisnis anda, serta memudahkan investor yang akan memutuskan untuk berinvestasi dalam bisnis anda.

Baca Juga:

  1. Business Description

Setelah anda berhasil membuat ringkasan yang menarik, padat, dan berisi untuk dibaca, kini saatnya anda menuliskan deskripsi tentang bisnis yang akan anda jalankan ini. Biasanya pada bagian ini para pengusaha menuliskan deskripsi singkat mengenai industri. Industri terbagi menjadi beberapa kategori tergantung pendekatan mana yang digunakan. Sebagai pengusaha, anda perlu mengetahui dengan jelas, bisnis yang anda jalankan ini masuk ke dalam peta perindustrian yang mana. Yang lebih penting dari ini adalah anda menuliskan argumentasi mengenai kemungkinan dan peluang berkembangnya industri yang anda tekuni. Selain itu anda juga harus perlu menyediakan informasi mengenai beragam market yang ada dalam industri tersebut. Termasuk juga beberapa produk baru atau peluang pengembangan produk yang akan mendatangkan keuntungan dari bisnis anda.

  1. Market Strategies

Setelah tadi sedikit disinggung pada bagian deskripsi bisnis, anda perlu menuliskan dengan komprehensif rencana anda mengenai strategi pasar. Untuk itu anda sebenarnya sudah harus melakukan riset pemasaran dan analisisnya terlebih dahulu. Analisis pasar ini akan membangun kepekaan anda sebagai pengusaha terhadap esgala aspek dari pasar. Misalnya, jika anda berencana membangun bisnis sepatu lari, anda perlu menentukan targetnya pasarnya seperti apa. Katakanlah sepatu lari ini diminati oleh kalangan muda perkotaan dengan desain sporti dan warna-warna yang ?orak?supaya terlihat ketika berlari di malam hari. Dengan pengetahuan ini anda jadi memiliki target yang spesifik mengenai pasar dan seleranya. Hal ini akan membuat anda lebih mudah untuk menentukan positioning merek dan penjualan produk anda.

  1. Competitive Analysis

Tujuan dari penulisan bagian analisis kompetitif ini adalah untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari kompetitor yang bersaing dalam pasar yang sama. Selain itu anda juga akan terbantu untuk menentukan strategi-strategi yang akan mengungkan anda, serta inovasi macam apa yang dibutuhkan untuk dibangun untuk memenangkan kompetisi ketika anda memasuki pasar. Pertanyaan yang perlu dijawab pada bagian ini adalah bagaimana anda membuat produk atau jasa tersebut berbeda dari merek lain? Langkah pertama dalam memilih strategi yang efektif adalah mengidentifikasi keunggulan produk atau jasa. Keunggulan kompetitif juga termasuk merancang fitur khusus yang tidak dirancang produk pesaing. Mungkin saja pengiriman cepat, harga lebih murah, membangun hubungan dengan pelanggan.

  1. Design & Development Plan

Kita perlu untuk membuat perencanaan desain dan pengembangan dari produk barang atau jasa yang kita jual. Desain ini menjadi begitu penting karena inilah yang akan dilihat oleh calon pelanggan ketika kita memasuki pasar. Sedangkan desain pengembangan akan dilihat sebagai potensi yang berharga oleh investor. Jangan lupa sertakan juga anggaran pengembangan yang perlu dilkaukan untuk mencapai tujuan bisnis anda.

  1. Operations & Management Plan

Perencanaan tentang operasi dan manajemen ini digunakan untuk mendeksripsikan bagaimana bisnis bisa terus berjalan dalam rencana-rencana anda. Perencanaan operasi menekankan pada logistik dari organisasi seperti tanggung jawab dari tim manajemen, pembagian kerja pada tiap divisi perusahaan, serta bagaimana kondisi modal dan keperluan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis anda. Yang termasuk dalam bagian ini adalah juga persoalan tenaga kerja. Anda perlu menentukan strategi untuk merekrut dan mengatur tenaga kerja. Pada saat menentukan konsep bisnis potensial, Anda pasti sudah memikirkan berapa banyak tenaga kerja dan ketrampilan apa yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis tersebut. Perlu diketahui bahwa mungkin rencana awal berubah seiring pertumbuhan bisnis. Anda mungkin perlu memekerjakan lebih banyak manajer untuk mengawasi staf, atau menambah departemen baru untuk memenuhi permintaan pelanggan. Proyeksi pertumbuhan dan ekspansi perusahaan harus dituangkan dalam business plan.

  1. Financial Factors

Barangkali banyak orang menganggap bahwa data-data finansial adalah data yang berada di balik meja kerja bagian keuangan, dan oleh karena itu sebenarnya tidak perlu dimasukkan dalam business plan. Namun beberapa pakar bisnis menyarankan anda untuk tetap menuliskan faktor finansial tersebut di dalam dokumen awal anda. Mengapa? Barangkali ini yang terakhir ditulis, tetapi data finansial bukan berarti hal yang paling tidak penting dibanding bagian sebelumnya. Data finansial ini akan berakibat langsung pada konsep bisnis dan manajemen kerja yang anda rencanakan. Secara teknisnya, anda perlu menuliskan analisis break-even, proyeksi cash flow, sampel neraca keuangan, hingga pernyataan laba-rugi.

Nah, setelah melihat langkah-langkah di atas anda tentu menjadi tertarik untuk segera membuat business plan. Ketertarikan ini pastinya muncul dari kesadaran bahwa business plan penting untuk dibuat sebagai metode jitu mencari investor, selain sebenarnya dapat digunakan juga sebagai strategi pemasaran bisnis. Jangan lupakan dua hal penting dalam business plan anda: pertama, soal visi-misi perusahaan yang harus jelas dituliskan, dan kedua, soal logo perusahaan yang sesuai dengan visi-misi perusahaan anda. Barangkali ini adalah hal sepele tetapi akan sangat memiliki nilai plus ketika anda mencantumkannya.