Manfaat dan Risiko Investasi Reksa Dana

Setiap jenis investasi memiliki risiko disamping return yang dihasilkan.  Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi yang diciptakan untuk mempermudah dalam pengelolaan dana terutama bagi investor pemula.

Berdasarkan indoexchange, keuntungan berinvestasi di reksa dana dapat dikelompokan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Diversifikasi Investasi Memperkecil Resiko
Besarnya dana yang dikelola memungkinkan reksa dana untuk mendiversifikasikan investasinya ke berbagai jenis efek (saham, obligasi, pasar uang) sehingga dapat memperkecil resiko.
2. Kenyamanan Berinvestasi
Setiap reksa dana didukung oleh manajer investasi yang memiliki kemampuan menganalisa efek dan memiliki akses informasi pasar melalui banyak sumber sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih akurat untuk kepentingan investasi pemodalnya.
3. Terjangkau
Reksa dana memberi kesempatan kepada investor kecil untuk ikut andil berinvestasi di pasar modal. Dengan modal awal yang relatif kecil (umumnya Rp. 100.000 di Indonesia) orang sudah dapat membuka rekening investasi di reksa dana.

Berdasarkan republika, resiko investasi reksa dana adalah sebagai berikut :
– Risiko berkurangnya nilai investasi.
Modal awal pemodal bisa berkurang karena investasi di Reksa Dana tidak digaransi pasti memberikan keuntungan. Naik turunnya nilai investasi tergantung isi portofolio Reksa Dana, bila saham/obligasi dalam portofolio rata-rata naik maka nilai investasi Reksa Dana juga naik atau pemodal menikmati keuntungan. Namun sebaliknya bila saham/obligasi dalam portofolio turun harganya maka pemodal mengalami kerugian potensial.
– Risiko likuiditas saat penarikan dana pemodal
Sama seperti bank yang mengalami rush (penarikan besar-besaran secara bersamaan), Reksa Dana juga menghadapi risiko serupa. Bila pemodal beramai-ramai menarik dananya sedangkan dana tersebut masih diinvestasikan dalam saham/obligasi maka Manajer Investasi harus menjual saham/obligasi tersebut untuk dibayarkan kepada pemodal. Penjualan saham/obligasi dalam jumlah besar berpotensi menurunkan harga saham/obligasi sehingga menurunkan Reksa Dana.
– Risiko wanprestasi emiten
Penerbit obligasi yang gagal membayar kupon bunga atau nilai pokok utang menyebabkan Reksa Dana tidak menerima penghasilan yang semestinya diterima. (Geraldine Megan Tauran)

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *