Kredit di Bank dengan Agunan Rumah

Didorong oleh berbagai macam kebutuhan ataupun sebagai salah satu strategi finansial, kita seringkali memang tidak bisa menghindari dengan apa yang dinamakan mengajukan pinjaman atau kredit. Dalam konteks tulisan ini kredit yang dimaksud adalah dengan mengajukan sejumlah pinjaman kepada pihak bank.

Ketika kita mengajukan kredit kepada bank, kita harus memiliki agunan atau jaminan. Jaminan itu paling tidak harus memiliki nilai yang setara atau lebih besar dari sejumlah dana yang kita pinjam dari bank. Lantas strategi yang sering digunakan adalah dengan menggunakan rumah sebagai agunan. Sering kali pihk bank meloloskan permintaan kredit tersebut, tapi dalam berbagai kesempatan bank juga tidak memberikan pinjaman sesuai permintaan karena berbagai pertimbangan, mencium potensi kredit macet, misalnya. Nah, apa saja yang perlu kita perhatikan untuk itu?

:: Apa Keuntungan Kredit dengan Agunan Rumah?

Sertifikat rumah digunakan sebagai agunan kredit anda. | via photopocket.deviantart.com

Pertama-tama kita tentu melihat dulu, mengapa menggunakan sertifikat rumah sebagai agunan adalah sebuah keuntungan bagi anda. Sekalipun bukanlah keuntungan, mengapa strategi ini secara umum dilakukan oleh masyarakat? Tentu saja karena rumah memiliki nilai yang tinggi dan nilai investasinya memang naik terus. Dengan keuntungan tersebut diyakini kita bisa meminjam sejumlah dana dengan nominal yang relatif besar. Dana yang relatif besar itu bisa kita gunakan sebagai modal bisnis untuk mendapatkan perputaran keuntungan uang yang lebih besar lagi. Di sisi lain, secara psikologis kita ditantang untuk bekerja lebihkeras lagi karena agunan tersebut adalah rumah, salah satu kebutuhan pokok yang dimiliki manusia.

Baca Juga:

:: Pilih Bank yang Menawarkan Pinjaman

Kita membutuhkan pinjaman sejumlah dana untuk kebutuhan tertentu, tapi kita mau meminjam ke bank mana? Sebenarnya ada begitu banyak bank yang menawarkan fasilitas kredit kepada masyarakat. Karena ada banyak itulah kita perlu memilih dengan tepat bank mana yang akan kita jadikan partner memenuhi kebutuhan finansial kita. Untuk pertimbangan, barangkali beberapa hal di bawah bisa anda jadikan pegangan untuk memilih:

  • Bunga pinjaman yang relatif kecil. Perhatikan bunga pinjaman yang ditawarkan oleh beberapa bank, bila perlu anda bisa melakukan survei dari beberapa bank untuk kemudian diperbandingkan. Bagaimanapun, bunga adalah hal penting yang harus anda perhatikan sebelum memutuskan.
  • Lihat kemudahan yang ditawarkan oleh pihak bank. Ada bank-bank tertentu yang bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk meminjam sejumlah dana. Artinya, tidak dibutuhkan dokumen-dokumen penting yang membuat kita terlalu ribet untuk mengurusnya. Namun ada pula bank yang masih menerapkan aturan dan persyaratan yang rumit untuk meloloskan permintaan pinjaman.
  • Mintalah referensi kepada jaringan sosial. Bagaimanapun, referensi dari orang-orang dekat kita akan membantu kita lebih yakin memutuskan untuk memilih bank yang mana. tanyalah kepada saudara, teman, ataupun tetangga yang sudah pernah meminjam sejumlah dana dari bank tersebut.
  • Memilih bank yang kredibel. Pilihlah bank yang memiliki reputasi yang baik di mata masyarakat. Paling tidak hal itu bisa anda lihat dari pengalaman, laporan keuangan, ataupun dari lamanya bank tersebut berdiri dan bertahan menghadapi sejumlah kelesuan ekonomi.

:: Agar Bank Meloloskan Aplikasi Kredit Anda

Bank bukanlah lembaga gadai. | via www.propertidiskon.com

Selain berbagai jenis dokumen yang harus anda lengkapi, ada beberapa tips khusus yang perlu anda ketahui supaya bank meloloskan aplikasi kredit anda.

  • Ubahlah pola pikir anda. Bank bukanlah tempat untuk meminjam dana yang sangat anda sangat terpepet membutuhkan dana. Bank itu bukanlah lembaga macam lembaga gadai yang biasanya begitu. Seringkali yang dilakukan adalah seseorang terpepet keadaan lalu datang ke bank sambil membawa sertifikat tanah dan rumah sebagai agunan dan memohon langsung kepada pihak bank. Hal itu berarti memperlakukan bank sebagai lembaga gadai.
  • Sertifikat rumah bukanlah sebenar-benarnya agunan. Bagaimana maksudnya? Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan agunan sebagai jaminan tambahan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah. Yang perlu digarisbawahi adalah kata tambahan. Lantas apa agunan yang utama? Agunan yang utama adalah kemampuan membayar anda.
  • Bank tidak selalu meloloskan aplikasi kredit dengan agunan sertifikat tanah dan/ atau rumah. Benar bahwa sertifikat-sertifikat tersebut seringkali digunakan sebagai agunan, tetapi tidak otomatis lolos. Bank biasanya akan memberikan pinjaman kepada mereka yang memiliki kondisi keuangan yang justru sedang kuat dan sehat, sehingga kecil risiko untuk kredit macet. Sebaliknya, untuk mereka yang sedang terpepet dan terlihat sangat butuh uang, bank justru akan lebih mewaspadai dan berpikir ulang untuk meloloskan aplikasi kredit mereka.
  • Pertimbangkanlah nasehat: pinjamlah ketika tak butuh uang. Tentu saja hal ini tidak selalu bisa diterapkan, terlebih bagi anda yang bukanlah seorang pengusaha. Nasehat ini dilontarkan oleh pengusaha properti besar di Amerika Serikat, yaitu Donald Trump. Namanya sering kita dengar belakangan ini karena kedekatannya dengan Fadli Zon. Nasehat tersebut rupanya disetujui juga oleh Robert T Kyosaki yang menuliskan buku Rich Dad and Poor Dad.

:: Ketentuan dan Persyaratan Meminjam di Bank

Patuhi ketentuan dan dokumen untuk mendapatkan dana pinjaman yang dibutuhkan. | via plus.google.com

Barangkali setiap bank memang mensyaratkan ketentuan yang berbeda-beda untuk anda penuhi sebelum mendapatkan sejumlah dana pinjaman. Namun memang ada sejumlah ketentuan umum yang biasanya disyaratkan oleh bank. Beberapa yang bisa anda perhatikan adalah:

  • Usia calon kreditur minimal 21 tahun. Pada usia ini seorang peminjam dianggap sudah dewasa, dan lebih dari itu, sudah memiliki dasar hukum yang kuat untuk menerima konsekuensi hukum ketika terjadi pelanggaran.
  • Usia maksimal ketika pinjaman tersebut diperkirakan lunas adalah 55 tahun untuk pegawai swasta, dan 60 tahun untuk pengusaha. Pada usia tersebut diperkirakan seseorang masih memiliki penghasilan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk dibebani dengan cicilan bayaran.
  • Memiliki penghasilan yang tetap. Hal ini bisa dilihat dari slip gaji bila peminjam adalah seorang pegawai, ataupun dilihat juga dari lalu lintas uang di rekening bank yang dimiliki. Penghasilan tetap ini penting untuk melihat kemampuan membayar dari peminjam.
  • Surat pernyataan mampu dan bersedia membayar angsuran yang telah disetujui setiap bulan.
  • Bagi anda yang karyawan, masa bekerja yang anda miliki paling tidak sudah 2 tahun. Masa kerja 2 tahun dipandang sudah memiliki kondisi finansial yang cukup untuk bisa membayar angsuran dengan tepat waktu.
  • Serta memenuhi berbagai persyaratan khusus lain yang diajukan oleh bank. Hal ini bisa sangat bervariasi, tergantung pada bank mana yang akan anda pilih.

:: Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

Sama halnya dengan ketentuan, dokumen yang diminta oleh bank juga akan berbeda-beda, tetapi secara umum memang ada. Dokumen itu akan digunakan oleh bank untuk menilai seberapa kemampuan anda untuk bisa membayar angsuran pinjaman. Beberapa dokumen yang biasanya diminta adalah:

  • Fotokopi KTP calon peminjam
  • Fotokopi Kartu Keluarga (C1)
  • Fotokopi NPWP
  • Slip gaji (bila anda seorang pegawai/karyawan)
  • Surat keterangan pegawai asli, dengan disahkan oleh pemimpin perusahaan atau lembaga tempat calon peminjam bekerja
  • Fotokopi rekening tabungan selama jangka waktu tertentu, biasanya 3 bulan terakhir
  • Terakhir, tentu saja, sertifikat rumah yang dijadikan agunan

Demikian tadi yang bisa kita perhatikan untuk menggunakan sertifikat rumah sebagai agunan pinjaman. Pada dasarnya menggunakan sertifikat rumah sebagai agunan bukanlah sesuatu yang ‘dosa’ untuk dilakukan. Namun memang, seperti yang sudah disinggung tadi, janganlah meminjam uang ke bank dengan pola pikir semacam ‘menggadaikan rumah’ untuk mendapatkan sejumlah dana. Selain bank bukanlah lembaga gadai, agunan utama yang kita miliki adalah diri kita dan potensi diri kita untuk mendatangkan sejumlah pemasukan dana bagi kita guna membayar angsuran.

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

2 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *