Kisah Sukses Orang: Jadi Miliarder Karena Bisnis Sirkus

Berasal dari latar belakang bidang pekerjaan apakah para orang terkaya di dunia? Biasanya yang sering kita kenal adalah pebisnis atau menjabat CEO di bidang teknologi informasi dan komunikasi, para investor besar pada saham-saham perusahaan, hingga mereka yang punya kemampuan untuk membangun perangkat-perangkat lunak yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan manusia modern.

Kali ini kami akan membagikan kisah tentang seorang miliarder dunia yang yang mencapai kekayaannya tersebut melalui bisnis yang tidak biasa, yaitu bisnis sirkus! Dia adalah Guy Laliberte, lelaki asal Kanada, yang sudah sejak masa remajanya sudah berkeliling Eropa untuk menjadi pemain atraksi di jalanan. Ingin tahu kisahnya? Mari kita ikuti kisahnya berikut.

# Berawal dari Penghibur di Jalanan

Guy Laliberte adalah seorang remaja yang memang tidak biasa saja, dia punya kemampuan bermain alat musik dan atraksi. Kemampuan itulah yang membuatnya berani meninggalkan rumah ketika berumur 18 tahun. Sejak keputusan pertamanya itu proses evolusi pemuda pengangguran menjadi seorang miliarder telah resmi dimulai. Bahkan pada masa emasnya dia disebut-sebut sebagai komoditas ekspor budaya terbesar setelah Celine Dion.

Laliberte kecil lahir di kota Quebec, Kanada. Lantas dia tumbuh besar di kota St-Bruno, di negara yang sama. Ketika dia memutuskan untuk berkeliling ke seluruh Eropa sebagai penghibur di jalanan, tidak banyak yang dia bawa sebagai bekal, baik harta ataupun kemampuan. Salah satu yang berkesan adalah malam pertamanya di Hyde Park, London. Di sana dia menghibur warga dengan bekal sebuah ransel, dua akordion, organ mulut, sendok, kecapi, dan uang yang tak banyak.

Sungguh tidak mudah untuk menjadi penghibur jalanan di kala itu. Sekalipun berkeliling Eropa, tetap saja pemasukannya tidak seperti yang diharapkan. Awal perjuangan Laliberte disebutkan bahwa dia masih miskin harta. Namun ada yang tak bisa dibeli dengan apapun, yaitu pengalaman. Dalam perjalanan itu dia bertemu dengan ratusan penghibur lainnya yang lebih pandai darinya. Dia belajar seni bernapas api dan juga berjalan di atas egrang.

Karena uangnya yang masih saja kurang, Laliberte lantas mencoba peruntungan lain selain mencari uang di jalanan. Dia memutuskan untuk kembali ke Quebec dan mengambil pekerjaan pada sebuah pembangkit listrik. Ya, berawal dari self-employed dia beralih pada employee. Namun tampaknya semesta tak mengijinkan. Baru tiga hari bekerja di tempat yang baik, buruh di sana justru melakukan pemogokan kerja. Akibatnya, Laliberte turut dipecat.

# Titik Balik di Hidup untuk Menjadi Pemilik Bisnis

Peristiwa itu tentu membuatnya terpukul. Alih-alih terpuruk dan putus asa, dia justru menemukan bahwa ini adalah tanda dari semesta untuk kembali menekuni dunia yang baru saja dia tinggalkan. Diceritakan kalau Laliberte bersumpah untuk tak akan menjadi karyawan lagi. Selain itu dia kemudian memutuskan untuk fokus membangun bisnis di dunia seni pertunjukan. Langkah pertamanya adalah mengorganisir pesta dan festival jalanan yang saat itu memang banyak dimunculkan sebagai satu-satunya hiburan.

Tiap perjuangan pasti membuahkan hasil. Pada tahun 1984 dia menandatangani kontrak dengan pemerintah Quebec untuk mengisi acara pada perayaan ulang tahun ke-450 kota tersebut. Laliberte, yang saat itu usianya 24 tahun, lalu membentuk Cirque du Soleil untuk menggenapi kontrak pertamanya tersebut.

Seperti yang sudah diduga, bagaimanapun Laliberte adalah seorang pemula dalam bisnis yang melibatkan begitu banyak komponen ini. Masalah pun mendatanginya tanpa ampun. Misalnya, pada hari pertama tenda mereka jatuh. Hal tersebut dan faktor pendukung lainnya membuat mereka kesulitan untuk membuat orang tertarik untuk datang dan menyaksikan hiburan yang mereka sajikan. Dikabarkan kalau acara tersebut membuat kelompoknya mendapatkan keuntungan 40.000 Dollar AS. Namun darah muda mereka membuat mereka bertahan dan langsung menandatangani kontrak pada acara berikutnya senilai 1,5 juta Dollar AS!

Seiring namanya yang kian tenar di mata masyarakat, pemasukan dari Cirque pun sangat luar biasa. Salah satu langkah besar yang dia ambil menurutnya adalah ketika bermain pada acara pembukaan festival seni Los Angeles. Dia mempertaruhkan hampir semua hartanya pada satu malam untuk membuat pertunjukan spektakuler. Kalau berhasil, keuntungan akan membanjirinya. Namun kalau mereka gagal, mereka benar-benar tak ada uang tunai untuk pulang.

Seperti yang sudah diduga, dia berhasil. Sangat berhasil. Keuntungan dan kesuksesan lantas membanjirinya tanpa henti hingga 20 tahun kemudian. Cirque du Soleil dianggap sebagai hiburan terbesar di dunia dengan Laliberte sebagai pemilik tunggalnya. Penonton pertunjukan itu sering mengatakan “magical, joyous, and overwhelmingly beautiful” untuk menunjukkan kesan mereka setelah menonton pertunjukan Cirque du Soleil. Ungkapan tersebut mengiringi lebih dari 7 juta orang yang membayar 650 juta Dollar AS untuk menikmati berbagai macam pertunjukan yang disediakan. Setidaknya mereka menawarkan perpaduan musik, tari, teater, dan akrobat ke dalam pertunjukan yang imajinatif dan luar biasa. Hal ini membuatnya dianggap sebagai salah satu bisnis hiburan terbesar di dunia.

Setiap bisnis yang berhasil akan mengundang pebisnis lain untuk berinvestasi di dalamnya. Begitu juga dengan bisnis sirkus yang menghasilkan keuntungan sangat besar ini. Laliberte telah memulai revolusi dalam industri hiburan dengan melakukan revitalisasi sirkus di Amerika Utara. Dia melakukan hal besar tersebut sendirian, setidaknya sebagai pemimpin dan penggerak. Hal itu memunculkan perusahaan produksi lain yang cukup besar seperti Mystere, O, dan Zumanity.

Kemunculan kompetitor bukanlah pertanda buruk bagi bisnis yang dilakoni Laliberte. Dia sudah mencapai tahap di mana kompetitor justru merupakan pertanda baik bagi bisnis ini, karena itu artinya ekosistem bisnis ini juga semakin baik. Kalau ekosistem bisnis tidak baik, tidak akan ada yang bisa bertahan hidup. Lebih dari itu Laliberte memandang Cirque sebagai agen perubahan. Sebagai agen perubahan, tujuan utamanya adalah melakukan perubahan yang signifikan, bukan lagi profit yang besar.

Selain sebagai CEO sirkus multi-miliarder, Guy Laliberte adalah filantropis bergairah. Yayasan Laliberte “One Drop” didedikasikan untuk memberikan akses air bersih terhadap masyarakat miskin dan didanai oleh sumbangan pribadi Guy sebesar $100 juta. Pada bulan September 2009, Laliberte menjadi turis antariksa pertama dari swasta Kanada.

# Rahasia Bisnis Guy Laliberte

Bisnis yang digarap Laliberte ini kemudian menghasilkan keuntungan yang amat sangat besar. Maka wajar bila dirinya lalu dianggap sebagai seorang miliarder di dunia, atau barangkali triliuner kalau di Indonesia. Hebatnya, dia tidak menyimpan dana yang sangat besar tersebut bagi dirinya sendiri. Selain seorang pebisnis yang handal, dia juga dikenal sebagai seorang filantropis. Dia membangun Yayasan Laliberte “One Drop” yang dibentuk untuk memberikan akses air bersih pada masyarakat miskin. Dari mana dananya? Pada awalnya Laliberte sendiri yang menyumbang sebesar 100 juta Dollar AS. Sumbangan sebesar itu tidak membuatnya jatuh miskin, buktinya tahun 2009 dia masih bisa menjadi turis antariksa pertama dari swasta Kanada.

Lantas apa rahasia bisnisnya? Tentu saja ini bukanlah rahasia, karena sudah diketahui oleh umum. Namun yang menarik adalah strategi yang dilakukan, yaitu membangkitkan ingatan anak-anak pada diri setiap orang. Kutipan yang paling menarik dari dirinya adalah “Di dalam diri setiap orang dewasa, ada anak kecil. Saya pikir kita cenderung lupa bahwa kita anak-anak sebelumnya. Kami adalah penjual kebahagiaan. Maka kami memberikan orang-orang kesempatan untuk bermimpi seperti anak-anak.”

Dari sini kita belajar satu hal penting bahwa konsep bisnis adalah hal yang utama bagi setiap bisnis. Seni pertunjukan bukanlah lagi kepawaian seseorang untuk berakrobat, menari, atau apapun. Konsep yang melatar belakangi gerakan itulah yang penting. Dari konsep tersebut kemudian bergerak pada tataran pengemasan pertunjukan. Acara yang digagas Cirque tak hanya menampilkan kompilasi orang bermain akrobat, sebagaimana dilakukan kelompok-kelompok sirkus sebelumnya. Mereka mengemasnya dengan memiliki narasi dan plot yang telah diatur dengan baik. Maka Cirque tak hanya dipadati oleh orang yang terampil dalam bidang atletik dan akrobatik, tetapi juga orang-orang berlatar belakang kemampuan teater yang kemudian mengatur gerak mereka.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *