Kenali Bearish, Bullish & Sideways dalam Investasi Saham

Familiar dengan gambar dibawah ini??

bull_and_bear

Bagi Anda yang sudah lama bermain saham tentu saja familiar. Ini sudah seperti ikon dari forex trading. Karena gambar beruang dan banteng tersebut menggambarkan pergerakan harga saham. Apakah turun (bearish) atau naik (bullish)?

Anda boleh tertawa ketika mendengar penggambaran dari Bearish & Bullish yang cukup mirip seperti dongeng anak-anak ini. Bagaimana tidak, Bearish itu sendiri menggambarkan kondisi bursa ketika harga saham turun, yang juga berarti bear (beruang) sedang memegang kendali pasar, nah saat itula market dikatakan bearish. Mengapa menggunakan kata bear yang berarti beruang dalam bahasa Indonesia?

Konon katanya, investor terdahulu kita ketika mengalami penurunan saham mereka menggambarkannya dengan cara menggunakan beruang. Seperti yang kita tahu, beruang memang identik sebagai hewan yang kuat tapi beruang memerlukan tidur panjang terutama ketika musim dingin (untuk hibernasi). Mengertikah? Intinya, saham yang terlihat kuat, tetap saja akan memiliki kelemahan dalam waktu tertentu dan bisa saja keadaannya seperti itu dalam beberapa waktu. Hal tersebut wajar, dalam dunia saham.

Untuk Bullish itu sendiri, para pendahulu Wallstreet menggambarkan hewan tersebut untuk saat dimana harga saham naik, berarti bull (banteng) atau pembeli sedang memainkan peranan. Saat Bull (banteng) atau pembeli sedang memegang kendali pasar maka saat itulah disebut sebagai bullish market. Mengapa Banteng? Bayangkan saja ketika banteng menyeruduk lawannya dari bawah ke atas dengan maksud mengoptimasi tanduk agar musuhnya terkapar seketika. Banteng digambarkan sangat fokus ketika menyerang musuhnya, misalnya ketika diberi tantangan dengan kain yang diapungkan. Lucu bukan?

Tapi tentu saja, dibalik kelucuannya tersebut tersimpan makna yang dalam. Terutama dalam dunia forex trading. Bagaimana tidak? Beruang dan banteng tersebut menjadi logo dan ikon dari pasar saham. Coba saja buktikan sendiri. Sampai seorang pakar sekuritas dari Amerika, Merill Lynch menggunakan banteng sebagai lambang untuk mengkomunikasikan semangat dan optimisme perusahaan. Hal tersebut membuktikan betapa positifnya penggambaran tersebut.

Namun, konon perlu diketahui bahwa meskipun bearish ini mencerminkan penurunan harga saham, bukan berarti kondisi tersebut tidak bisa menghasilkan keuntungan. Di beberapa bursa yang melakukan transaksi berupa penjualan saham yang dipinjam atau sering dikenal dengan sebutan short-selling, para short-seller tersebut meraih keuntungan karena saham turun. Meskipun di Indonesia, hampir tidak ada perusahaan yang mengizinkan nasabahnya melakukan hal tersebut -short_selling- mesikpun sebenarnya tidak ada larangan.

Muncullah pertanyaan.

Apakah benar, keadaan bullish sangat cocok untuk kita membeli saham? Hmm… benarkah demikian? Memang, bullish atau bearish ini ditemukan ketika berkegiatan didunia saham. Tentu saja ada catatan mengenai pergerakan harga saham atau sering disebut dengan tren. Pelajari lebih seksama tren yang Anda miliki terutama sedang terjadi bullish/bearish ini. Catat pergerakan tersebut dan audit bersama dengan ahli finansial Anda.

Jika penelitian sama yang telah dilakukan orang banyak sebelumnya menghasilkan tren yang sesuai dengan istilah tersebut (dimana bearish berarti turun dan bullish berarti naik) maka memang seperti itu keadaannya. Dimana ketika dalam keadaan bullish, merupakan waktu yang cocok dalam pembelian saham. Tapi, sekali lagi. Jual beli saham tentu saja berdasarkan tren yang berlaku saat itu. Jika prediksi yang Anda dan rekan buat sendiri ternyata sangat berbahaya untuk membeli saham meskipun sedang dalam keadaan bullish, maka pertimbangkan lagi. Karena seperti yang telah kita tahu bahwa tren bullish dan bearish ini tidak terbukti secara ilmiah sejak dahulu kala.

Setelah mengenal tentang apa itu bearish dan bullish, jangan lupa mengenai sideways. Tanpa makna sedalam dua istilah sebelumnya, sideways ini bermakna kondisi dimana market sedang datar, dimana terdapat keraguan dalam pasar. Bull (pembeli) dan bear (penjual) sama-sama kuat sehingga mengakibatkan harga datar.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *