Kehilangan Triliunan Rupiah dalam Setahun

Pada artikel ini kami akan membagikan kisah mengenai bagaimana seorang pebisnis besar bisa kehilangan uangnya dalam jumlah yang sangat banyak. Kita tentu saja dituntut untuk bisa memahami kisah ini dan belajar dari kondisi yang tentu sangat tidak kita inginkan ini. Bagaimana kisahnya? Mari kita simak.

Mengalami puncak kekayaan pada awal 2012, pengusaha Brasil Eike Batista memiliki total kekayaan sekitar $35 miliar menurut indeks miliarder Bloomberg. Harta sebanyak itu membuatnya menjadi orang terkaya ketujuh di bumi dan orang terkaya di Brasil. Tidak diragukan lagi, dia adalah salah satu aclon kuat untuk menjadi orang terkaya di dunia. Namun tanpa disangka-sangka setahun kemudian hampir semua kekayaannya telah menguap tanpa sisa. Bahkan pada tahun 2014 Batista mendapatkan ?elar?baru bagi dirinya, dari miliarder hingga kini dia memiliki utang bersih hingga $1,2 milyar untuk kreditur. Beginilah cerita bagaimana dia bisa menciptakan sekaligus kehilangan triliunan uangnya (dalam rupiah).

Menguangkan Komoditas
Eike Batista lahir di Brasil pada tahun 1965. Ayahnya menjabat sebagai menteri pertambangan dan energi di Brazil dan sebagai presiden dari perusahaan pengolahan bijih besi Brasil raksasa Vale. Mengingat posisi ayahnya dalam industri pertambangan, itu tidak mengherankan bahwa Eike tertarik oleh daya pikat membuat uang dari komoditas. Tidak cukup dengan terpikat saja, pada awal tahun 1980 dia memperdagangkan emas dan berlian. Pada usia 23 tahun ini dia mendapat keberuntungan ?ecil?seharga jutaan dolar.

Batista kemudian meluncurkan sebuah perusahaan pertambangan emas, yang merupakan awal dari berdirinya EBX Grup miliknya. Pada tahun 2000 dia menciptakan nilai $20 miliar dengan mengoperasikan delapan tambang emas di Brazil dan Kanada, bersama dengan sebuah tambang perak di Chili. Dari sana ia mendiversifikasi perusahaan dengan membuat lima perusahaan operasi utama: MMX di pertambangan, MPX energi, OGX dalam minyak bumi, LLX dalam bidang logistik, dan OSX untuk industri lepas pantai. Bila kita perhatikan, kelima industri yang dia mainkan itu hampir semuanya berkaitan dengan energi dan pertambangan. Hal ini menjadi lebih mudah dipahami karena memang ayahnya memiliki posisi yang sangat strategis dalam bidang tersebut.

Semua nama perusahaannya sengaja memiliki tiga huruf kombinasi berakhir di huruf “X”. Mengapa demikian? Karena Batista percaya bahwa ??adalah simbol untuk perbanyakan kekayaan. Strateginya untuk mendisversifikasi menjadi lima perusahaan ini adalah keputusan yang membuatanya sukses berat. Kekayaan bersihnya menggelembung sampai $ 35 miliar pada 2012 seiring dengan permintaan yang kuat untuk sumber daya alam Brasil. Hal ini juga yang lalu membuatnya yakin untuk melantaikan perusahaannya dalam bursa saham. Dengan mendaftarkan diri menjadi perusahaan go public artinya dia menawarkan investor dari luar untuk menambahkan modal dalam perusahaannya dalam bentuk saham. Perlu diketahui, model usaha go public ini sebetulnya berisiko besar, maka memang perlu ada pertimbangan matang-matang sebelum membawa sebuah perusahaan menjadi go public.

Permata mahkota yang tidak nyata
Dari lima perusahaan operasi utama di kerajaan Batista, bisnis minyak dan gas nya, OGX, dianggap sebagai permata mahkota. Proyek dari bisnis tersebut telah dilakukan dalam wujud program eksplorasi lepas pantai yang luas di sumber daya cekungan minyak laut yang amat kaya di Brasil. Sebagai hasil dari pengeboran eksplorasi awal tahun 2007 perusahaan ini diyakini menduduki lebih dari $ 1 triliun dari cadangan minyak dan gas yang dipulihkan. Janji yang mendorong nilai perusahaan hingga hampir $ 19900000000 pada puncaknya.

Namun, produksi minyak dari daerah-daerah eksplorasi pada akhirnya jauh lebih sedikit dari yang diharapkan. Ini mengikis kepercayaan investor dan gangguan kemampuan perusahaan untuk bersaing dengan pembayaran utang. Hal ini ditambah dengan perkembangan model pembiayaan yang baru. Pada akhirnya, perusahaan itu dibebani dengan utang sebanyak US$5,1 miliar ketika mengajukan perlindungan kebangkrutan pada tahun 2013.

Keadaan buruk rupanya belum berakhir bagi Batista. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk bagi Batista, sebelum OGX bangkrut dia telah mendapatkan keuntungan dengan cara singkat dengan cara menjual beberapa saham yang dia miliki. Dia telah dituduh menggunakan informasi istimewa untuk membuat keuntungan itu dan sekarang menghadapi tuduhan insider trading. Akibatnya, pemerintah Brazil telah menyita semua aset keuangan Batista di Brasil dan dia bisa diancam untuk mengisi hidupnya hingga 13 tahun di penjara.

Namun, aset keuangan yang disita adalah sebagian kecil dari apa yang telah dimulai oleh Batista pada awal 2012. Hal ini karena sebagian besar usaha yang lain gagal untuk menahan harga komoditas yang memang melemah selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, empat perusahaan itu bangkrut sebagai seiring dengan harga emas dan bijih perak yang anjlog. Hal ini tentu saja menghancurkan kerajaan yang, menghancurkan permata mahkota yang selama ini dianggap menjanjikan.

Lantas, di mana letak kesalahan?

Batista dengan jelas menyebutkan bahwa alasan keruntuhan bisnis raksasanya ini bukan dipicu oleh harga komoditas yang memang lemah, tetapi pada fickleness dari pasar saham. Melalui sebuah surat terbuka kepada rakyat Brasil dalam surat kabar Valor Internasional, dia meuliskan bahwa, di belakang, dia akan melakukan satu hal berbeda:

?ari ini, jika saya bisa kembali ke masa lampau, saya tidak akan memaksa diri untuk melantai pada pasar saham. Saya akan memiliki perusahaan ekuitas swasta terstruktur yang akan memungkinkan saya untuk membuat dari awal dan mengembangkan selama setidaknya 10 tahun masing-masing perusahaan. Dan mereka semua akan tetap menjadi milik pribadi hingga saya yakin bahwa sudah waktunya untuk go public.?r

Sementara Batista menyalahkan pasar saham untuk kematian kerajaannya, dia benar-benar ditekan oleh besarnya utang yang dia tanggung. Dia meminjam dana miliaran untuk mendanai pengembangan minyak dan gas, dan sumur berkinerja menggerogoti kemampuan perusahaannya untuk membayar kembali pinjaman tersebut. Tentu, investor ditebus, meninggalkan perusahaan tanpa akses ke modal untuk membayar kembali pinjaman mereka, tetapi investor bisa melihat perusahaan ini tenggelam dalam utang. Selanjutnya, utang memaksa empat dari lima perusahaan ke dalam kebangkrutan, bukan pasar saham. Pelajaran di sini adalah jelas: pencampuran komoditas dengan banyak utang adalah resep untuk kehancuran kekayaan.

Warren Buffett: Teknologi baru ini adalah “ancaman nyata”

Pada pertemuan tahunan Berkshire Hathaway baru-baru ini, Warren Buffett mengakui teknologi baru ini mengancam cadangan kas yang terbesar. Ketakutan Buffett ini bisa jadi justru menjadi sebuah keuntungan bagi anda yang bisa memahami dan menggunakannya dengan tepat. Hanya beberapa investor yang merangkul pasar baru ini, meskipun para ahli mengatakan akan bernilai lebih dari $2 miliar. Untuk itu anda perlu mencari tahu bagaimana anda dapat memanfaatkan teknologi ini sebelum kerumunan menangkap, dengan melompat ke salah satu perusahaan yang bisa membuat anda mendapatkan bagian terbesar dari tindakan yang anda lakukan itu.

Nah, itu tadi kisah yang bisa kita pelajari dari proses kehilangan triliunan rupiah. Satu pelajaran penting yang perlu kita garis bawahi dari kisah ini adalah pencampuran komoditas dengan banyak utang adalah resep untuk kehancuran kekayaan. Dari kisah-kisah kesuksesan dan kegagalan seperti ini kita bisa belajar untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam bisnis, tanpa harus terlalu takut untuk mengambil sebuah keputusan.

Artikel Terkait