Kegagalan Usaha : Apa Penyebabnya?

Didalam suatu usaha, tentu saja tidak selalu ada keberhasilan tetapi juga pasti ada kegagalan. Namun, perlu diketahui apa penyebab kegagalan tersebut? Dengan mengetahui penyebab utama dan penyebab lainnya yang menjadikan kegagalan tersebut, maka langkah dalam menanggulanginya akan menjadi tepat. Perbanyaklah referensi Anda untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab kegagalan usaha Anda atau bahkan jika Anda membuka usaha baru, Anda akan bisa menghindari penyebab-penyebab yang akan menjadikan kegagalan usaha Anda. Refernsi tersebut dapat Anda dapatkan dari berbagai sumber. Seperti mengikuti berbagai macam seminar, atau membaca berbagai buku kewirausahaan. Secara garis besar, berikut ini merupakan beberapa hal yang menjadi penyebab kegagalan usaha, yang bisa Anda jadikan sebagai referensi.

Lemah dalam perencanaan. Terkadang, setelah memiliki modal dan produk yang baik, pengusaha dengan gampangnya merasa puas dan berpikiran untuk “jalanin aja dulu” Tapi, mau lewat mana? Pake apa? Perlu uang berapa? Disinilah pentingnya peran perencanaan. Perencanaan tidak harus rumit, tidak perlu seperti rencana perusahaan besar. Yang terpenting, bisa dijadikan pedoman untuk mencapai target. Ingat, jika gagal membuat rencana, sebenarnya kita sedang merencanakan sebuah kegagalan.

Kurangnya pemahaman usaha dan kesalahan memilih tempat usaha.  Memahami secara kontekstual dan strategi bukan saja bagaimana produk itu mempunyai nilai tambah dan dibuat. Namun perlunya pemahaman akan kebutuhan masyarakat akan produk tersebut, baik secara frekuensi, kuantitas, bentuk/jenis dan kualitasnya. Pemahaman usaha juga berkaitan terhadap sarana dan prasarana misal lokasi usaha, info usaha, kondisi kelengkapan usaha. Misal saya ambil contoh, seorang ibu yang pandai sekali memasak belum tentu berhasil dalam usaha rumah makan karena bisnis tidak saja tentang pemahaman proses produksi saja. Misal lagi, tempat usaha yang disewa ratusan juta belum tentu akan membawa keberhasilan usaha, jika tidak mempunyai kedekatan pasar dan kemudahan akses (akses berbasis jangkauan fisik dan teknologi). Kedekatan lokasi dengan sumber bahan baku/sumber produksi juga menjadi bagian penting karena dapat mengefisiensikan biaya transportasi dan produksi.

Keterbatasan Dana. Salah satu penyebab kegagalan ditahun-tahun awal usaha adalah minimnya dana operasional. Seorang pemilik perusahaan, walaupun kecil, harusnya bisa menghitung berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk memutar roda usaha selama belum menghasilkan. Siasati kondisi ini dengan struktur manajemen yang ramping, mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi finansial yang berorientasi mendorong keuntungan.

Strategi Harga Kurang Tepat. Harga merupakan kebijakan penting yang mempengaruhi tingkat penjualan. Salah menetapkan harga bisa berakibat fatal pada kelangsungan usaha. Alih-alih meraup untung banyak, justru sulit mendapatkan pembeli karena harga terlalu tinggi. Begitu pun sebaliknya, jika dipatok terlalu murah, target keuntungan semakin sulit dipenuhi.

Meremehkan Pesaing. Kelengahan adalah akses menuju kehancuran. Jangan sekali-kali meremehkan pesaing. Karena celah yang dibuat akibat dari kesalahan yang kita buat, hanya akan menyebabkan pelanggan Anda direbut oleh pesaing tersebut.

Tidak Sering Mempromosikan Bisnis. Bisnis kita sebagai beban yang tidak perlu dari pada investasi. jadi, Mempromosikan Bisnis kita itu sangat penting.

Pelayanan yang Buruk. Pelayanan yang buruk seperti pelayan yang jutek akan menjadi salah satu penyebab konsumen Anda kapok untuk bertransaksi di perusahaan Anda dan menjadi image yang buruk bagi perusahaan karena konsumen yang tidak puas akan menyebarluaskan ketidak-puasan tersebut kepada orang lain terutama orang terdekatnya. Hal tersebut dapat membuat penjualan menurun dan perusahaan merugi.

Kekurangan pemahaman perubahan teknologi. Kegagalan usaha pemahaman teknologi ini tidak semata karena pemahaman pembelian namun juga pemeliharaan, misal banyak data keuangan, data nasabah yang hilang karena virus, atau ketidakmampuan staf dalam melindungi data file konsumen sehingga ada pesaing yang bisa mengambil melalui salah satu stafnya yang hendak kena PHK atau pindah, sehingga data-data dengan mudah digunakan oleh pesaing.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *