Kebiasaan Buruk yang Menguras Kantong (2)

Seorang teman mengeluh kepada saya bahwa penghasilannya habis begitu saja. Belum genap akhir bulan, gajinya sudah menipis hingga akhirnya mie instan pun selalu menjadi santapannya di akhir bulan. Ditambah lagi, dia masih harus meminta tambahan uang sehari-hari kepada orang tuanya meskipun sudah bekerja.

Fenomena ini sering kita lihat di akhir bulan dimana kita kecendrungan sangat boros menggunakan uang kita sendiri. Di kala kita ingin bersenang-senang namun kita lupa memperhitungkan uang yang seharusnya disisakan untuk masa depan kita. Kebiasaan-kebiasaan buruk menjadi salah satu faktor uang kita tak terkendali. Kebiasaan buruk yang dimaksud bukan termasuk kriminalitas tetapi kegiatan rutin yang ada di kehidupan kita.

Ganti Gadget

Di era teknologi informasi yang sudah berkembang dan maju, barang-barang teknologi seperti gadget selalu berganti mengikuti pekermbangan zaman. Kita yang tidak mau ketinggalan dengan update-an terbaru, akhirnya selalu berganti gadget jika ada gadget baru yang muncul. Belum lagi banyak merk gadget yang berlomba-lomba mengeluarkan fitur terbarunya. Kita yang penggemar gadget, otomatis ikut-ikutan mengganti gadget. Untuk membeli gadget baru juga harus mengeluarkan kocek yang lumayan besar. Jika menjual gadget sebelumnya malah merugi.

Nongkrong Sepulang Kerja

Kebiasaan buruk yang lain adalah mampir nongkrong sepulang kerja. Kita sering berpikir jika tak masalah hanya sekedar mampir di mall seberang kantor kita. Apalagi jika mall tersebut menyediakan tempat nongkrong yang nyaman untuk kita. Berhati-hatilah untuk kebiasaan ini. Dari yang awalnya hanya melihat-lihat sekitar mall, lama kelamaan kita akan terbujuk membeli sesuatu.

Membeli Kupon Diskon

Mungkin bagi kitajika melihat kupon diskon, itu artinya dapat menghemat pengeluaran kita. Padahal sebenarnya kita membeli sesuatu yang belum kita perlukan. Kupon diskon akan menggoda anda yang sebelumnya belum pernah membeli atau menyicip makanan tertentu, akhirnya kalap mata dan membeli beberapa kupon diskon. Saya pun pernah melihat isi dompet salah satu teman yang lebih banyak kupon diskon dibanding uang tunai. Dia bercerita kegiatan ini akhirnya menjadi kebiasaannya ketika melihat iklan yang ditawarkan.

Mempunyai Banyak Kartu Kredit

Anda pikir anda akan lebih berhemat ketika mempunyai kartu kredit yang banyak. Apalagi banyak bank selalu mempromosikan diskon murah atau cicilan murah jika memakai kartu kredit mereka. Ingatlah ketika menggunakan kartu kredit, tak sebebas ketika anda menggeseknya. Anda masih harus membayarnya di awal bulan. Gaji anda pun terkuras karena kebiasaan anda menggunakan kartu kredit untuk berbelanja.

Emosional Ketika Berbelanja demi Hobi

Mempunyai sekedar hobi sebagai salah satu obat penghibur, bukanlah hal yang salah. Namun jangan anda terlalu emosional ketika membelanjakan barang untuk hobi anda. Anda harus benar-benar meyakinkan diri apakah barang tersebut memang anda akan pakai untuk kesenangan anda. Contohnya anda hobi bermain tenis. Tentunya anda tidak perlu belanja raket yang setara atau setipe dengan raket milik atlet tenis bukan?

Hobi Update Menonton Film Terbaru

Anda penggemar film dan tidak akan pernah melewati film yang terbaru? Anda harus mengurangi kebiasaan ini. Jika ditotal per bulan, beratus-ratus ribu dapat anda habiskan untuk menonton beberapa film. Belum lagi membeli snack dan minuman untuk mendampingi kita menonton. Tahan diri untuk menonton semua film. Sotirlah film-film yang nilainya ratingnya bagus jadi anda benar-benar menikmati filmnya.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *