Jenis-Jenis Obligasi

Obligasi merupakan istilah yang jarang kita dengar dalam percapakan sehari-hari, sehingga banyak masyarakat yang tidak paham masuk kata tersebut. Obligasi sebenarnya adalah sebutan suatu surat berharga yang dapat memberikan keuntungan kepada para pemegangnya. Obligasi biasanya ditebitkan oleh perusahaan yang memiliki modal kecil, sehingga membutuhkan tambahan modal dari pihak lain. Secara umum obligasi dapat diartikan sebagai surat tanda bukti hutang yang dikeluarkan oleh lembaga perusahaan yang mengalami kekurangan modal.

Obligasi

Surat ini selanjutnya akan diberikan kepada para perusahaan pemberi hutang sebagai alat untuk mengklaim balas jasa pemberian hutang. Biasanya jasa yang diberikan kepada pemberi hutang berupa bunga yang telah ditetapkan pada saat obligasi dibuat. Ada banyak jenis obligasi yang ditawarkan. Semuanya tergantung jenis kerjasama yang dilakukan oleh berbagai pihak.

Sumber: http://www.seputarforex.com/

Sumber: http://www.seputarforex.com/

1. Obligasi Suku Bunga Tetap

Obligasi suku bunga tetap biasanya memiliki kupon bunga tertentu dengan biaya tetap dan dibayar secara berkala sepanjang masa berlaku obligasi.

2. Obligasi Suku Bunga Mengambang (Floating Rate Note)

Obligasi jenis ini juga memiliki kupon, namun bunga yang dibayarkan mengacu pada indeks pasar uang seperti LIBOR atau Euribor. Jadi besaran biaya dapat berubah sewaktu-waktu.

3. Obligasi Berimbal Hasil Tinggi (Junk Bond)

Obligasi yang satu ini memiliki peringkat dibawah peringkat investasi yang akan diberikan oleh lembaga pemerintah kredit. Maka dari itu jenis obligasi ini memiliki resiko yang cukup tinggi, sehingga banyak investor yang mengharapkan suatu imbalan yang lebih tinggi.

4. Obligasi Tanpa Bunga

Obligasi ini lebih dikenal dengan Zero Coupon Bond, yakni jenis obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga. obligasi jenis ini diperdagangkan dengan pemberian potongan harga yang didapat dari nilai pari. Pemegang obligasi menerima secara penuh pokok hutang pada saat jatuh tempo.

5. Obligasi Inflasi

Obligasi ini juga lebih dikenal dengan istilah Inflation Linked Bond, yakni obligasi yang pokok hutangnya mengacu pada indeks inflasi. Bunga yang dibayarkan pada obligasi ini cenderung lebih rendah jika dibanding obligasi suku bunga tetap, namun dengan berkembangnya nilai pokok utang sejalan sengan inflasi, maka pembayaran obligasi akan ikut meningkat.

6. Obligasi Indeks Berbasis Ekuiti

Obligasi jenis ini mengacu pada indeks yang merupakan indicator bisnis seperti penghasilan, nilai tambah, ataupun indeks nasional seperti beberapa produk domestic.

7. Obligasi Subordinasi

Selanjutnya ada obligasi subordinasi, yakni obligasi yang memiliki peringkat prioritas lebih rendah dibanding obligasi lainnya, sehingga menimbulkan adanya likuidasi. Hal inilah yang kemudian menjadikan hierarki dari para kreditur. Seperti, adanya pembayaran dari likuidator, pembayaran pajak, dan lain sebagainya. Pemegang obligasi yang pembayarannya diutamakan adalah mereka yang memiliki tanggal penerbitas paling awal dibanding yang lainnya, sehingga disebut obligasi senior. Setelah obligasi tersebut dilunasi, obligasi subordinasi lainya pun dilakukan. Obligasi subordinasi memiliki resiko yang lebih tinggi, sehingga memiliki peringkat kredit yang lebih rendah.

8. Obligasi Abadi

Sesuai namanya, jenis obligasi ini tidak memiliki masa jatuh tempo, atau ada juga yang memiliki masa jatuh tempo namun dengan jangka waktu yang sangat panjang. Obligasi jenis ini dilihat berdasarkan dari nilai tunai obligasi yang ada pada saat itu yang nilai pokoknya hampir mendekati nol.

9. Obligasi Atas Unjuk

Obligasi atas unjuk adalah surat resmi yang tidak memiliki nama pemegang. Sehingga siapapun yang memegang surat obligasi tersebut dapat menuntut dilakukannya pembayaran atas obligasi yang dipegangnya. Obligasi jenis ini biasanya diberi nomor urut dan didaftarkan demi menghindari pemalsuan, akan tetapi dapat diperjualbelikan layaknya uang tunai. Sayangnya, obligasi jenis ini sering disalah gunakan dan berisoko terhadap kehilangan dan pencurian.

10. Obligasi Tercatat

Berbeda dengan obligasi atas unjuk, obligasi tercatat memiliki nama kepemilikan yang telah terdaftar dan dicatat oleh penerbit atau lembaga. Semua jenis pembayaran baik bunga dan yang lainnya akan ditransfer langsung kepada pemegang obligasi tersebut.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *