Jebakan Jatuh Miskin Bagi Si Kaya

Anda pasti sudah membaca artikel cara menjadi kaya dalam website ini. Jika belum, ada baiknya anda membaca tips-tips tersebut terlebih dahulu. Tentu harus melalui proses yang berat dan jalan yang berliku untuk mencapai tingkat finansial yang anda harapkan. Setelah anda menjadi kaya, jangan lalu segera berpuas hati. Tingginya kekayaan akan membawa kita kepada tantangan lain yang tak kalah berat untuk dijalani. Bagaikan menyeberangi sungai berbatu, ada batu-batu licin yang jika kita tidak waspada bisa membuat kita tergelincir tercebur ke dalam sungai. Apa saja yang harus kita waspadai?

Kebiasaan Berpesta

Berpesta barangkali tidak dilarang oleh kalangan manapun. Pesta bisa digunakan untuk perwujudan rasa syukur atas kondisi finansial yang kita capai, memperluas pergaulan dengan orang-orang sesama pelaku bisnis, ataupun digunakan sebagai ajang untuk menginisiasi peluang bisnis baru yang bisa kita garap setelah pesta. Namun kita mesti waspada dengan kebiasaan berpesta yang seringkali kita adakan ini. Selain membutuhkan biaya yang tidak sedikit, seringkali pesta, terutama oleh anak muda, diwarnai dengan aktivitas yang berisiko tinggi seperti minum minuman keras, hingga narkoba. Tidak jarang juga dekat dengan kehidupan seks bebas yang tentu saja tidak mendukung situasi moral dan sosial masyarakat kita, selain tentu saja berbahaya bagi kesehatan. Anda yang sudah menemukan diri terlalu sering berpesta ada baiknya membatasi diri untuk mengikuti pesta pada saat-saat tertentu saja.

Berbelanja Barang Super Mahal

Tingginya aliran dana ke dalam saku anda, ditambah dengan pergaulan anda dengan orang-orang dengan tingkat finansial yang sedemikian tinggi, menuntut anda untuk berpenampilan selayaknya mereka yang kaya. Akibatnya anda harus sesekali pergi untuk mendapatkan barang mewah dengan tingkat harga yang pastinya juga menjulang. Barangkali memang yang dicari adalah barang dengan kualitas yang bagus, dan dengan model yang eksklusif; jarang dimiliki oleh orang lain. Namun, kita tentu harus membatasi diri dalam memilih barang bagus. Artinya, kita membutuhkan kualitas dan tampilan seperti apa sih hinnga memutuskan membeli jas seharga ratusan juta? Kita membutuhkan jam tangan yang seperti apa sih hingga menukarnya dengan harga sebuah mobil baru? Kebiasaan berbelanja barang mahal ini tidak hanya memboroskan uang, tetapi mematikan tingkat kritis kita untuk mampu mengalokasikan dana pada investasi barang yang lebih penting.

Kalap dalam Berinvestasi

Karena sudah memiliki modal yang cukup besar, bahaya yang muncul adalah anda menjadi kalap dalam berinvestasi. Setiap ada peluang investasi yang ditawarkan oleh rekan bisnis, anda langsung mengalokasikan dana ke sana. Padahal kita harus menerapkan prinsip yang sama ketika akan memulai investasi seperti saat ketika anda sedang berada di kondisi finansial awal. Kita harus jeli untuk melihat keuntungan yang didapatkan dari investasi tersebut, berapa jangka waktu yang dibutuhkan untuk mendapat keuntunga, apakah itu sesuai, ataukah sebenarnya ada pilihan-pilihan produk investasi lain yang lebih menguntungkan. Bahayanya adalah anda telanjur menaruh sejumlah besar rupiah anda ke produk-produk investasi dan tiba-tiba kondisi ekonomi negara ini ambruk karena suatu hal. Risikonya adalah anda tidak mendapatkan return seperti yang diharapkan, bahkan risiko terburuknya, anda kehilangan seluruh dana yang anda investasikan tersebut.

Penipuan Kerjasama Bisnis

Nah, kasus ini yang seringkali menjadi penyebab bangkrutnya para jutawan. Seringkali mereka benar-benar bangkrut hingga harus memulai lagi bisnis mereka dari awal. Bahaya dari penipuan ini adalah tidak sebatas anda tertipu, risiko yang lebih dari itu adalah anda turut dituduh sebagai penipu karena menjalankan kerja sama bisnis dengan penipu. Sudah tertipu, kita juga harus dituntut sejumlah uang karena dianggap menipu. Untuk menghindari hal tersebut, anda harus benar-benar jeli untuk melihat peluang kerjasama bisnis yang ditawarkan kepada anda. Bila perlu tanyalah konsultan finansial yang berpengalaman untuk melihat apakah ada kemungkinan kerjasama bisnis ini akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari.