Jangan Perlakukan Bisnis Anda Sebagai Pekerjaan

Menjalankan sebuah bisnis ini bukanlah seperti ketika kita melihat barang-barang yang diproduksi pabrik. Semua serba rapi, seragam, diatur dengan ketat, dan sudah pasti terhitung dengan rapi. Masalahnya, setiap bisnis memiliki tantangan yang unik. Tantangan tersebut membawa kita kepada kelayakan kerja, lingkup kegiatan, kondisi saat ini, dan semuanya itu disikapi tergantung pada kemampuan pemiliknya. Bagaimana anda menjalankan bisnis anda, itulah yang akan menentukan nasib perusahaan anda. Nah, kebanyakan dari pengusaha itu memulai dengan membangun sebuah perusahaan kemudian bekerja di dalamnya, daripada bekerja di atasnya.

Para pakar bisnis di luar negeri melihat kecenderungan ini sebagai sesuatu yang perlu diubah. Mereka memang melihat bahwa pengusaha itu bekerja di dalam bisnis yang dia bangun sendiri. Menurut mereka, seharusnya para pengusaha bekerja di atas bisnis yang dia bangun. Barangkali kedua hal ini memiliki irisan tipis yang menjadi sulit dibedakan. Maka, dalam artikel ini kami akan membagikan kepada anda, apa saja alasan mengapa anda, para pengusaha, perlu mengubah mindset anda dengan bekerja di atas bisnis yang anda bangun.

Jangan ?embeli?sebuah pekerjaan

Alasan pertama ini barangkali sangat keras bagi anda. Jangan membeli sebuah pekerjaan. Dengan kata lain, bisnis yang anda jalankan ini bukanlah pekerjaan seperti yang biasanya. Setiap kali anda mulai merasa bekerja pada bisnis yang anda bangun, ini sama sekali tidak ada bedanya dengan jenis pekerjaan lain. Anda akan mengerjakan beberapa tugas yang sudah ditetapkan sebelumnya, dan anda akan menjalankan bisnis anda persis dengan apa yang anda lakukan dengan pekerjaan yang anda tekuni. Bahwa memang benar, anda harus menjadi seorang yang profesional, berdedikasi tinggi pada bisnis, dan memiliki jadwal untuk anda lakukan sendiri. Namun para pakar bisnis ini menegaskan bahwa anda tidak perlu menjalankan bisnis anda layaknya sebuah pekerjaan.

Ketika anda melakukan hal tersebut, anda hanya akan disebut sebagai orang yang reaktif saja. Artinya, apa saja yang membutuhkan perhatian akan dikerjakan, sedangkan hal-hal yang tidak membutuhkan perhatian bisa saja langsung anda abaikan atau ditunda pekerjaannya untuk hari esok. Secara ironis, para pakar menyebut tindakan ini sebagai ?he beginning of the end for a business.?Artinya bila diekstrimkan adalah awal dari kehancuran bisnis anda. Ketika sebuah bisnis dijalankan seperti sebuah pekerjaan, hal ini justru menghambat bisnis tersebut untuk terbangun dengan baik atau tumbuh dengan maksimal. Hal ini bukanlah mengenai menumbuhkan bisnis dalam arti jangkauan pasar ataupun peningkatan keuntungan, tetapi lebih kepada bagaimana membentuk manajemen yang proaktif.

Fokuslah pada tujuan jangka panjang

Seperti yang telah anda duga, berfokuslah pada tujuan jangka panjang. Anda tentu tahu bahwa ketika membangun bisnis kita harus memiliki tujuan tersebut. Sangat disarankan kalau anda membentuk business plan baik untuk pegangan anda sendiri atau sebagai referensi bagi calon investor. Nah, pada poin ini kita fokus pada manajemen waktu. Apa pentingnya manajemen waktu? Para pakar bisnis menyebut manajemen waktu sebagai ?xtremely important?yang artinya bahkan lebih dari penting. Ini adalah cara bagi anda untuk mengevaluasi jadwal yang efisien ketika anda bekerja di atas bisnis anda.

Ketika anda memperlakukan sebuah bisnis seperti pekerjaan, anda akan terburu-buru dengan menyelesaikan target-target singkat di waktu yang sudah ditentukan. Mereka khawatir para pebisnis ini hanya akan memerhatikan target-target kecil di depan mereka dan memikirkan cara untuk memenuhi target tersebut dalam waktu yang mereka buat. Masalahnya, kecenderungan yang muncul adalah anda jadi tidak mampu melihat jauh ke depan mengenai sesuatu hal yang ada di depan mata anda sekarang, anda tidak akan memiliki waktu untuk berimajinasi dan mendapatkan inspirasi dari apapun. Dikhawatirkan anda hanya akan fokus pada melahap satu demi satu rencana yang anda susun sendiri. Jika sudah begini, apa bedanya dengan bekerja? Ketika anda menjadi proaktif dan bekerja di atas bisnis anda, anda akan perlu untuk mengatur waktu dengan lebih efisien.

Baca: Membuat Business Plan

Percayakan hal kecil kepada karyawan, Anda fokuslah pada hal besar

Mengatur jalannya sebuah perusahaan atau bisnis dengan detil dan memperhatikan hal-hal kecil memang sangat dibutuhkan. Namun anda juga perlu untuk menggunakan gambaran yang lebih besar untuk melihat jalannya bisnis anda. Ketika anda memulai sebuah bisnis kan sudah ada sebuah rencana. Rencana ini barangkali seperti yang sudah ada di artikel sebelumnya, berisi tentang ringkasan yang jelas apa bisnis yang sedang kita jalani dan bagaimana anda mengaturnya dalam perjalanan ke depan. Namun bagaimanapun rencana tersebut hanya bersifat membantu kita, yang paling utama adalah apa yang terjadi di depan kita. Dunia bisnis ini sangat fleksibel, dia bergerak sangat cepat. Ketika rencana bisnis yang anda tulis tersebut sudah tidak lagi relevan untuk dituliskan, bisnis anda dipastikan akan berhenti tumbuh. Persaingan juga akan semakin sulit dan berat, kecuali anda sangat beruntung.

Di dunia bisnis akan selalu ada tantangan baru. Ada kalanya sebuah bisnis ini berada dalam kondisi stagnan dan tidak ada fluktuasi yang berarti, tapi ada saatnya juga anda perlu bekerja sangat keras supaya bisnis bisa tetap berjalan. Maka akan selalu ada kekuatan untuk menghadapi tantangan, persoalan infrastruktur, permasalahan finansial, dan semua hal yang dapat menyebabkan bisnis berhenti untuk bertumbuh.

Nah, semua masalah itu hanya akan dapat diselesaikan ketika anda melihat bisnis anda dalam gambaran yang luas dan besar. Dengan perspektif yang luas tersebut anda dapat memetakan bagian mana yang dapat diperbaiki. Para pakar mengingatkan kita bahwa tujuan bisnis itu bukan menjadi makin meluas, itu adalah filosofi dari sel kanker. Tujuan bisnis seharusnya menguatkan akar bisnis itu sendiri.

Pertumbuhan bisnis bukanlah selalu kenaikan penjualan atau ekspansi bisnis. Memperbaiki sistem yang ada, mengubah modus operandi sehingga bisnis menjadi lebih efisien, menciptakan strategi baru untuk mendatangkan lebih banyak uang tanpa perlu investasi baru, cara-cara itulah yang dapat menumbuhkan bisnis anda. Dan sekali lagi, semuanya itu bisa anda lakukan ketika anda ambil gambaran yang lebih luas ketika melihat bisnis anda.

Mengelola perspektif

Seringkali beragam solusi dari tiap permasalahan hanya akan terlihat ketika kita mengambil langkah ke belakang, membuat jarak yang cukup banyak, dan memikirkan hal-hal tersebut dari kejauhan. Ketika anda berada di tengah semua kekacauan bisnis ini, anda justru akan terjebak dalam pemikiran yang tidak benar. Anda akan tenggelam di tengah-tengah masalah dan semua hal detil mengerikan yang perlu untuk anda perhatikan. Bahkan ketika sebenarnya masalah itu sudah jelas dan mudah untuk dicari solusinya, barangkali anda akan tetap terjebak dan tidak akan tahu bagaimana menyelesaikannya.

Sebagai pemilik bisnis, anda perlu untuk keluar dari kungkungan kehidupan karyawan anda. Anda perlu melepaskan diri dari ?sosiasi?yang melekat dalam dir anda dan karyawan. Sebaiknya anda tidak perlu menjadi emosional terhadap masalah yang menerpa supaya lebih mudah dalam memecahkan solusi. Ya, anda sangat perlu untuk berpikir rasional dan menemukan solusi, yang barangkali datang dari bisnis anda sendiri atau di dalamnya. Intinya, anda perlu memiliki kemampuan untuk menarik diri dari masalah untuk membangun perspektif yang lebih utuh. Dan itu hanya bisa terjadi ketika anda bekerja di atas bisnis anda, bukan bekerja di dalamnya.

Nasihat para pakar yang satu ini barangkali memang sulit untuk dibayangkan. Namun percayalah, ketika anda mengalaminya, anda akan lalu dengan mudah memahami bagaimana ini dapat dipraktikkan dalam keseharian bisnis anda. Ubah mindset anda, kembangkanlah bisnis anda mulai dari akarnya!

Artikel Terkait