Jadi Co-Founder yang Merajai Bisnis; Siapkah Anda?

Anda pasti sudah tahu semua bahwa akhir tahun 2015 ini mulai diberlakukan gerbang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Konsekuensi dari pemberlakuan MEA ini adalah sebagian kanal bisnis dibuka lebar-lebar untuk memajukan perekonomian kawasan Asia Tenggara. Itu artinya para pengusaha Indonesia harus menghadapi tantangan yang lebih besar lagi yaitu menghadapi pengusaha dari seluruh kawasan di Asean.

Salah satu cara sukses untuk mengembangkan bisnis yang kita tekuni adalah dengan mencari partner bisnis yang sejalan dengan visi bisnis kita. Menghadapi serbuan dari negara-negara tetangga, sudah bukan saatnya lagi bagi kita untuk berjuang sendiri-sendiri; mencari partner bisnis adalah pilihan yang cerdas. Lagipula tahukah anda bahwa perusahaan-perusahaan skala internasional ini diawali oleh kerja kerasa para co-founder? Co-founder adalah istilah untuk dua orang atau lebih yang membangun sebuah bisnis bersama-sama.

Maka simaklah artikel berikut untuk mengetahui beberapa perusahaan besar yang dibangun oleh para co-founder dengan visi yang menakjubkan. Berikut kisah-kisahnya.

:: Steve Jobs & Steve Wozniak yang Membangun Apple

Steve Jobs & Steve Wozniak dalam sebuah proyek yang mereka bangun. | via www.dailymail.co.uk

Tentu saja kita harus mengakui bahwa ini adalah salah satu perusahaan terbesar dalam teknologi. Mungkin beberapa produknya ada di tangan anda saat ini. Apple didirikan oleh duo Steve, yaitu Steve Jobs dan Steve Wozniak. Kedua orang ini dikabarkan sudah saling kenal sejak tahun 1971. Saat itu Wozniak berusia 21 tahun dan Jobs baru berusia 16 tahun. Wozniak saat itu bekerja sebagai seorang electronic hacker di Hewlett-Packard. Kemampuannya yang sangat luar biasa di bidang rekayasa komputer membuat Jobs tertraik untuk mengajak Wozniak membuat bisnis bersama-sama. Sederhana saja, mereka akan membuat komputer lalu menjualnya. Pada tahun 1975 akhirnya mereka menjual aset-aset pribadi mereka untuk digunakan sebagai modal awal. Mereka mulai memproduksi komputer Apple I dengan bantuan pula dari rekan mereka bernama Ronald Wayne. Namun Wayne tidak lama berada di perusahaan tersebut, kira-kira hanya 12 hari saja lalu dia memutuskan untuk mengundurkan diri.

Modal awal perusahaan ini sekitar 1.300 Dollar AS, ditambah dengan bantuan dana sana sini dan meminjam ruangan kantor dari teman dan keluarga. Kegigihan mereka menghasilkan teknologi yang luar biasa, yang kemudian bisa berkembang hingga seperti yang kita gunakan saat ini. Banyak kalangan menyebut era ini sebagai era revolusi teknologi informasi dan komunikasi, lantaran mengubah pola kita dalam berkomunikasi dengan sangat cepat. Namun karena suatu kecelakaan, Wozniak mengundurkan diri untuk pemulihan, sekaligus menyelesaikan pendidikan serjana yang sempat ia telantarkan. Sedangkan Jobs juga mengundurkan diri, tetapi ia pindah ke perusahaan yang kemudian diakuisisi Apple. Hasilnya, Apple meluncurkan iMac dan iPod yang meledak di pasaran dan mengubah gaya berteknologi kita. Untuk informasi, aset Apple pada 3 tahun lalu mencapai kurang lebih 600 miliar Dollar AS.

:: Warren Buffet & Charlie Munger yang Membangun Berkshire Hathaway

Warren Buffet & Charlie Munger yang jadi miliarder atas perusahaan konglomerasi yang sangat menggurita. | via www.bedelfinancial.com

Kedua orang ini, Buffet & Munger, lahir dan besar di Omaha, Amerika Serikat. Pada tahun 1959 mereka bertemu untuk pertama kalinya di kota kecil tersebut. Mereka mendirikan perusahaan bernama Berkshire Hathaway yang menjadikan diri mereka salah satu orang terkaya di dunia. Perusahaan tersebut adalah perusahaan konglomerasi dengan inti usahanya yang terletak pada asuransi. Pada awalnya perusahaan ini bukanlah perusahaan asuransi, melainkan bergerak di industri tekstil. Sekitar tahun 1967 mereka mulai membuka peluang baru dengan melebarkan sayap ke industri asuransi dan investasi. Perusahaan itu terus berkembang hingga pada tahun 1985 mereka sepakat untuk menutup pabrik tekstil lantaran margin keuntungan dalam industri tersebut sedang sangat tipis dan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

Buffet dikabarkan menjadi CEO dari perusahaan tersebut dan pada tahun 2005 memegang 39 persen sahamnya. Sedangkan rekannya Charlie Munger menjadi Vice Chairman dan memiliki banyak saham di berbagai investasi yang menjadikannya juga seorang yang sangat kaya. Perusahaan ini kini memiliki banyak sekali jenis usaha mulai dari permen, penerbit harian, penjualan seragam, berbagai macam ritel, dan sebagainya.

:: Bill Gates & Paul Allen yang Membangun Microsoft

Bill Gates & Paul Allen yang mengulangi pose yang sama sekian puluh tahun kemudian. | via gizmodo.com

Bisa dikatakan perusahaan ini adalah perusahaan terbesar di bidang teknologi. Perusahaan ini memproduksi perangkat lunak yang tertanam di hampir semua perangkat komputer yang ada di seluruh dunia. Berbasis di Redmond, Washington, Amerika Serikat, perusahaan ini mengembangkan berbagai macam produk dan jasa terkait dengan komputer. Sebagaimana dituliskan dalam sebuah artikel di majalah Fortune pada tahun 1995, nama “Micro-soft” sendiri dicetuskan oleh Paul Allen.

Pada awalnya kedua orang ini, Bill Gates dan Paul Allen, adalah seorang teman semasa kecil yang sama-sama menyukai pemrograman komputer. Pada tanggal 4 April 1975 inilah mereka resmi mendirikan perusahaan bernama Microsoft. Perusahaan ini bergerak di bidang perangkat lunak dan sistem operasi, dua hal yang sangat dikuasai dengan percaya diri oleh kedua orang ini. Kendati strategi bisnis mereka mendapat banyak kritikan lantaran dinilai anti-kompetitif, perusahaan ini tetap dihitung sebagai salah satu perusahaan paling besar di dunia.

:: Sergey Brin & Larry Page yang Membangun Google

Sergey Brin & Larry Page sang pencipta ‘mbah’ Google yang fenomenal. | via cosmolearning.org

Dari mana anda menemukan website ini? Apakah anda mencarinya melalui kata kunci yang anda ketikkan di Google? Jika ya, maka ini adalah keberhasilan dua orang bernama Sergey Brin dan Larry Page di Amerika Serikat. Mereka mendirikan Google ketika mereka menjadi mahasiswa doktoral di Stanford University pada tahun 1996. Mereka dikenal sering berdebat satu sama lain mengenai banyak hal, salah satunya adalah soal ide mesin pencarian. Namun pada akhirnya mereka justru bersama menulus makalah berjudul “The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine” yang merupakan bibit dari perusahaan Google.

Lantas mereka bekerja sama dalam sebuah proyek yang diberi nama SergeyandLarry untuk mewujudkan ide mereka membuat program untuk mesin pencarian. Program tersebut pada awalnya bernama BackRub; sebuah program yang belum sempurna dan punya banyak kekurangan. Kemudian suatu ketika ada penyuntik dana sebesar 100 ribu Dolar AS yang membuat namanya kemudian diganti dengan Google. Sejak itulah mesin pencarian ini menjadi semakin sempurna dan perusahaan yang mereka bangun bertumbuh dengan sangat cepat. Pada tahun 2004 mereka mulai melantai di bursa efek. Kedua co-founder tersebut kini menjadi miliarder meski tidak lagi memimpin perusahaan tersebut.

:: Jack Dorsey, Biz Stone, & Evan Williams yang Membangun Twitter

Trio penggagas Twitter yang masif digunakan di Indonesia. | via www.usatoday.com

Jika keempat perusahaan tersebut dibangun oleh dua orang, perusahaan satu ini dibangun oleh tiga orang yaitu Jack Dorsey, Biz Stone, dan Evan Williams. Kita tentu tahu Twitter ini adalah salah satu jejaring sosial yang sangat populer di seluruh dunia, meskipun tidak digunakan sebanyak Facebook. Twitter dimaknai sebagai layanan jejaring sosial dan mikroblog yang memungkinkan pengguna mengirimkan teks sebanyak maksimal 140 karakter. Pada bulan Maret 2006 perusahaan Twitter resmi diluncurkan, sedangkan situsnya baru resmi diajukan ke publik 4 bulan kemudian; bulan Juli.

Ide awal Twitter dikemukakan oleh Jack Dorsey yang waktu itu menjadi seorang mahasiswa di Universitas New York. Awalnya dia mengungkapkan gagasan soal penggunaan layanan pesan singkat untuk berkomunikasi dengan sebuah kelompok kecil. Nama kode untuk proyek ini adalah twttr. Proyek ini awalnya digunakan internal oleh karyawan Odeo yang lalu diakuisisi oleh Twitter sendiri. Saat ini Jack Dorsey menjadi CEO Twitter, layanannya digunakan oleh 50 juta orang di Indonesia, dan jauh lebih banyak lagi di seluruh dunia.

Nah, itu tadi beberapa perusahaan besar yang muncul karena dua orang atau lebih yang bekerja sama mendirikan. Terbukti perusahaan-perusahaan tersebut mampu bertahan karena setiap orang memiliki kekuatan yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah yang menerpa perusahaan. Kendati demikian memang tidak mudah untuk menyatukan isi dari dua (atau lebih) kepala yang berbeda. Kuncinya adalah komunikasi yang efektif untuk kemudian menentukan apakah mereka tepat untuk menjadi partner bisnis ataupun tidak. Bila kesamaan visi adalah hal yang terlalu muluk-muluk untuk dibicarakan, minimal anda harus memilik sebuah kesukaan yang sama untuk memulai sebuah perusahaan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *