IPO Alibaba : Semalam Dapat 60 Triliun

Bisa Anda bayangkan? Dalam satu malam Anda mendapat aset sebesar Rp. 60 Triliun? Dunia jual beli saham memang selalu menarik, jika dilihat dari segi keuntungan yang bisa didapat dalam waktu dekat. Seperti halnya IPO (Initial Public Offering) saham dari perusahaan alibaba, sebuah website e-commerce seperti amazon.com, atau di Indonesia seperti lazada.co.id atau zalora.co.id. Jack Ma, sebagai pemilik perusahaan e-commerce tersebut sontak menjadi salah satu orang terkaya di China.

Tapi memang, hal tersebut tidaklah dengan gampangnya diraih oleh Jack Ma ini. Pengusaha sukses tersebut awalnya hanya sebagai guru bahasa Inggris kemudian membangun perusahaannya dari kecil hingga kini. Bermula dari pojok apartemennya hingga kini bisa membuat Asia bangga karena bisa mengalahkan pasar Eropa & Amerika terutama di bidang teknologi & internet, dalam hal ini perusahaan e-commerce. Sebagai gambaran, IPO alibaba ini mengalahkan rekor yang dipegang Facebook sebelumnya. Yup, facebook yang berasal Amerika. Yang begitu mengagetkan pasar dunia ketika itu pula. Yang kemudian bisa menjadi pasar internet ketiga setelah google dan facebook dan terpaksa alibaba ini harus menyalip amazon yang telah berdiri lebih lama dari alibaba.

Bisa dilihat dari gambar di atas bahwa beberapa perusahaan yang berasal dari China masuk dalam jajaran 10 perusahaan internet top dunia. Baidu (NASDAQ:BIDU) berada di peringkat keenam, sementara JD (NASDAQ:JD) berada di peringkat kesepuluh. Google (NASDAQ:GOOGL) memimpin di depan dengan kapitalisasi pasar hampir dua kali lipat dibanding Facebook (NASDAQ:FB) yang berada di posisi kedua. Dengan masuknya Alibaba, persaingan antara perusahaan internet asal Amerika Serikat dan China tampaknya imbang, meskipun keduanya tidak masuk secara signifikan di pasar satu sama lain. Namun, tampaknya ini akan berubah. Alibaba kini tengah menargetkan pasar Asia Tenggara dan negara Barat, sedangkan Baidu telah memasuki beberapa negara di luar China.

Kita semua bisa mengambil pelajaran berharga bahwa kesuksesan tentu tidak bisa didapat dengan jalan yang mudah. Harus mau bekerja meskipun berawal dari paling bawah. Seperti yang dilakukan Jack Ma, pengusaha sukses saat ini yang mengagetkan pasar dunia. Kemenangan Alibaba ini menunjukkan bahwa sebuah perusahaan yang dimulai dari Asia pun bisa sukses mendominasi pasar internet dunia. Memang, dengan 600 juta pengguna internet aktif, Tiongkok adalah pasar yang sudah lama diidam-idamkan perusahaan seperti eBay hingga Google. Namun banyak problema yang muncul, terutama regulasi, membuat mereka menyerah. Sedangkan, sekitar 20 perusahaan internet dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, asalnya dari Tiongkok. Maka, sejak eksekutif Alibaba mulai mengisyaratkan tentang IPO, investor mulai gelisah untuk berebut saham demi memasuki pertumbuhan dan perkembangan sektor internet di Tiongkok. Begitulah hingga akhirnya alibaba ini mencetak rekor IPO baru di lantai bursa New York.

Berikut ini merupakan gambaran mengenai bagaimana pergerakan saham alibaba pada saat IPO yang dilansir oleh yahoo!

Pada Kamis lalu (18/9), saat harga saham Alibaba senilai USD 68, nilai saham Jack Ma di Alibaba total mencapai USD 13 miliar atau sekitar Rp 155 triliun. Nah, saat penutupan perdagangan Jumat lalu, nilai saham Alibaba naik menjadi USD 93,89. Itu artinya, saat penutupan, nilai saham Jack Ma naik menjadi USD 18 miliar atau sekitar Rp 215 triliun. Dalam semalam, nilai saham Jack Ma naik sebesar USD 5 miliar atau sekitar Rp 60 triliun.

Jumat lalu, harga saham Alibaba di bursa saham New York ditutup pada USD 93,89 atau naik 38 persen dari harga penawaran awal. Perusahaan yang dibentuk Ma 15 tahun lalu di apartemennya ini kini total bernilai aset USD 231 miliar atau setara Rp 2.783, triliun.

Berarti taksiran total aset Alibaba mendekati pendapatan sebuah negara berkembang. Sebagai perbandingan, Indonesia pada RAPBN 2015 menargetkan pemasukan dari pajak maupun sumber-sumber lain sebesar Rp 1.762,3 triliun.

Alibaba tercatat menjual 12,75 juta lembar saham dalam IPO ini dari total 206,1 juta saham.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *