Investasi Aktif vs Investasi Pasif

Investasi aktif dan investasi pasif merupakan 2 buah strategi dalam berinvestasi. Mungkin, Anda sendiri tidak mengetahuinya bahwa sebenarnya Anda sedang melakukan sebuah investasi aktif atau investasi pasif. Tidak ada yang salah, yang salah adalah ketika Anda tidak melakukan kedua investasi ini dengan baik.

Apa dan Bagaimana itu investasi aktif ?

Jika Anda melakukan kegiatan investasi, dimana Anda berinvestasi misalnya di perusahaan broker investasi maupun dengan cara lainnya dan Anda sebagai investor secara aktif mengikuti pergerakan ekonomi misalnya mengikuti waktu, mencari informasi mengenai pergerakan saham dan melakukan sendiri kegiatan jual-beli saham, maka Anda sedang menjalani kegiatan investasi aktif. Meskipun ETF merekam jejak indeks, banyak investor yang merasa tidak puas hanya mendapatkan hasil yang rata-rata saja.

Walaupun investor tahu bahwa hanya sedikit reksadana yang dikelola aktif yang dapat mengalahkan pasar, mereka bersedia untuk mencoba menikmati aksi itu. ETF (Exchange Traded Funds) memberikan media yang sempurna. Selain boleh bertransaksi intraday, ETF memberi kesempatan kepada trader untuk mengikuti arah pasar dan bertransaksi sesuai arah tersebut. Meskipun masih bertransaksi indeks seperti investor pasif, trader aktif dapat mengambil keuntungan dari pergerakan jangka pendek. Jika S&P beranjak naik ketika pembukaan pasar, trader aktif dapat segera mengunci keuntungan.

Seluruh strategi perdagangan aktif yang dapat digunakan pada saham tradisional juga dapat digunakan pada ETF. Strategi tersebut termasuk timing pasar, rotasi sektor, short selling dan transaksi marjin (buying on margin). Kemampuan ETF untuk diperdagangkan bukanlah satu-satunya kelebihan yang membuatnya menjadi media yang bagus untuk perdagangan aktif. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, bentuk lain dari manajemen aktif akan segera dimungkinkan dalam bentuk pengelolaan ETF secara profesional.

Tujuan strategi aktif ini adalah mendapatkan return portofolio saham yang melebihi return portofolio saham yang diperoleh dari strategi pasif. Ada tiga strategi yang biasa dipakai investor dalam menjalankan strategi aktif portofolio saham.

  • Pemilihan saham maksudnya adalah para investor secara aktif melakukan analisis pemilihan saham-saham terbaik, yaitu saham yang memberikan hubungan tingkat return dan risiko yang terbaik dibandingkan dengan alternative lainnya. Analisis ini mendasarkan pada pendekatan analisis fundamental guna mengetahui prospek saham tersebut pada masa datang.
  • Rotasi sektor, maksudnya investor dapat melakukan strategi ini dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.

Melakukan investasi pada sahamsaham yang bergerak pada sector tertentu untuk mengantisipasi perubahan siklis ekonomi di kemudian hari.

Melakukan modifikasi atau perubahan terhadap bobot portofolio saham-saham pada sektor industri yang berbeda-beda.

  • Strategi momentum harga menyatakan bahwa pada waktuwaktu tertentu harga pasar saham akan merefleksikan pergerakan earning ataupun pertumbuhan perusahaan. Dalam hal ini investor akan mencari waktu yang tepat, pada saat perubahan harga yang terjadi bisa memberikan tingkat keuntungan bagi investor melalui tindakan menjual atau membeli saham.

Apa dan Bagaimana itu Investasi Pasif ?

Kebalikan dari investasi aktif, investasi pasif ini cenderung pasif dalam berinvestasi dalam saham dan hanya mendasarkan pergerakan sahamnya pada pergerakan indeks pasar. Dimana ada dua macam strategi pasif yaitu sebagai berikut :

  • Strategi beli dan simpan maksudnya adalah investor melakukan pembelian sejumlah saham dan tetap memegangnya untuk beberapa waktu tertentu. Tujuan dilakukannya strategi ini adalah untuk menghindari biaya transaksi dan biaya tambahan lainnya yang biasanya terlalu tinggi.
  • Strategi mengikuti indeks merupakan strategi yang digambarkan sebagai pembelian instrumen reksadana atau dana pensiun oleh investor. Dalam hal ini investor berharap bahwa kinerja investasinya pada kumpulan saham dalam instrumen reksadana sudah merupakan duplikasi dari kinerja indeks pasar. Dengan kata lain investor berharap memperolah return yang sebanding dengan return pasar.
|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *