Ingin Belajar Marketing? Gunakan Rumus 4P!

Marketing atau pemasaran adalah sebuah proses yang perlu anda pikirkan ketika anda membuat sebuah business plan. Sebuah usaha tidak cukup berhenti pada proses pemodalan dan produksi barang, tetapi sampai kepada bagaimana barang tersebut dapat sampai ke tangan konsumen yang telah anda targetkan sebelumnya. Itu kalau anda adalah seorang pengusaha. Tentu saja artikel ini juga akan sangat berguna sebagai awalan bagi anda yang bekerja dalam tenaga penjualan.

Pada dasarnya, rumus yang kami tawarkan adalah 4P yang terdiri dari Product, Price, Place, dan Promotion. Sebenarnya ada banyak kembangan dan variasi dari rumus ini, tapi dapat dikatakan bahwa ini adalah pengetahuan dasar yang perlu anda miliki dalam dunia marketing sebelum anda beranjak ke rumus-rumus yang lain. Mengapa? Karena memang rumus ini terbukti berhasil digunakan, baik dari kalangan pengusaha atau penjual, untuk memasarkan produk mereka di hadapan konsumen. Mau tahu apa saja?

:: Product

Pertama-tama ketahuilah jenis dan karakteristik produk yang anda tawarkan. | via www.frogdesign.com

P pertama adalah produk dari yang kita jual itu sendiri. Produk berasal dari bahasa latin produce(re) yang berarti memimpin atau membawa sesuatu untuk maju. Seiring berkembangnya industri kapitalisme, produk kemudian diartikan sebagai segala sesuatu yang diproduksi. Namun dalam konteks ekonomi ini, produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjual belikan. Artinya mereka memiliki nilai ekonomis yang tentu saja juga memiliki nilai guna yang didapatkan seseorang ketika mereka menukarnya.

Lantas, apa yang harus kita tahu tentang produk? Pertama, kita harus tahu apakah produk yang kita jual itu termasuk dalam produk massal atau produk customize; anggaplah produk ini berupa barang. Tiap jenis tentu saja menawarkan nilai yang kemudian menentukan harga, cara jual, dan pembidikan konsumen yang berbeda. Untuk produk yang massal biasanya memiliki biaya produksi lebih rendah karena diproduksi massal menggunakan alat tertentu. Sebaliknya dengan produk customize yang kini kian digemari oleh kalangan muda, biasanya bernilai lebih tinggi. Mengapa? Selain karena biaya produksi yang lebih besar, barang tersebut juga punya spesifikasi atau keunikan yang sulit untuk disamai.

Dengan mengerti karakter produk jualan anda dengan baik, anda juga lalu bisa memberikan harga yang tepat untuk produk anda.

:: Price

Gunakan tiga macam pendekatan untuk menentukan harga produk barang atau jasa anda. | via www.entrepreneur.com

Price atau harga, secara ringkas diartikan sebagai sebuah nilai tukar yang kita lekatkan pada produk kita yang dinyatakan dalam satuan moneter. Dengan kata lain, ketika seseorang butuh mendapatkan nilai fungsi dari produk tersebut, mereka harus menukarnya dengan sejumlah uang. Nah, menentukan harga pada produk ini bisa dikatakan gampang-gampang susah. Kalau harga terlalu tinggi, konsumen kabur dan penjualan menurun. Kalau harga terlalu rendah, keuntungan akan kecil dan tujuan finansial akan jauh panggang dari api. Jadi haruslah pas. Konsumen tidak merasa membayar terlalu mahal untuk produk yang bagus, dan kita mendapatkan keuntungan yang sesuai.

Sebenarnya untuk apa kita menentukan harga? Ada beberapa jawaban, yaitu 1) untuk mendapatkan keuntungan besar; 2) mempertahankan kinerja perusahaan; 3) mengejar balik modal tepat pada waktunya—atau lebih cepat; 4) menguasai pangsa pasar; dan 5) mempertahankan citra merek di mata masyarakat. Dari kelima tujuan itu, tentu saja yang utama adalah untuk mendapatkan keuntungan besar sehingga perusahaan dapat terus berjalan dan berkembang. Namun yang terakhir itu tidak kalah penting, merek yang melekat pada produk anda itu haruslah dikenal dulu oleh masyarakat. Hal ini tidak akan bisa tercapai bila anda tidak melakukan aksi-aksi promosi baik lewat offline ataupun dunia maya.

Baca: Strategi Promosi Offline yang Efektif

Lantas, bagaimana strategi yang tepat untuk menentukan harga? Akan lebih mudah untuk menentukan harga produk barang dibandingkan dengan jasa, atau justru sebaliknya, tergantung dari mana kita melihat. Pendekatan pertama adalah melihat permintaan dan penawaran yang ada. Cari tahu berapa harga yang biasanya mampu dikeluarkan konsumen dan diterima produsen, temukan titik keseimbangan di antara keduanya. Pendekatan kedua lewat biaya. Hitunglah biaya bahan baku dan produksi, serta risiko yang ada, untuk menentukan harga produk anda. Pendekatan ketiga adalah pendekatan pasar. Ketahuilah apa yang sedang terjadi di pasar, baik tingkat pendapatan, budaya, hingga atmosfer politik yang bisa memengaruhi harga produk anda.

Itu tadi kalau barang. Kalau jasa biasanya besar ditentukan oleh seberapa baik kredibilitas anda di mata masyarakat; atau seberapa populer merek yang anda usung. Katakanlah pengacara A yang sering muncul di televisi akan punya tarif lebih besar daripada pengacara B yang jarang muncul di televisi, kendati B barangkali punya kualitas kerja yang lebih baik. Jadi, jasa lebih susah atau lebih mudah? Tergantung dari tempat mana anda melihatnya.

:: Place

‘Tempat’ anda menjual produk (offline ataupun online) akan memengaruhi keberhasilan pemasaran anda. | via retaildesignblog.net

P yang ketiga adalah place atau tempat. Hal ini mutlak untuk anda perhitungkan baik melakukan pemasaran secara online maupun onffline. Secara offline dulu kita bisa membaca dengan lebih detil artikel yang telah ditautkan pada beberapa paragraf di atas. Namun pada dasarnya kita harus bisa memilih tempat yang tepat; tujuan utamanya adalah berpotensi mendatangkan keuntungan untuk kita. Kriteria umumnya adalah sebagai berikut: 1) strategis; 2) bisa diakses dengan relatif mudah; dan 3) terlihat oleh konsumen atau menarik perhatian.

Barangkali kita akan langsung memikirkan sebuah tempat yang ramai dan dilalui banyak orang sebagai tempat yang tepat untuk menawarkan produk kita. Itu tidak salah, tetapi tidak selalu seperti itu. Bisnis bukanlah rumusan-rumusan kaku, yang harus dimiliki saat ini adalah kreativitas dan keberanian untuk menjalani ide-ide kreatif ini. Bukankah sudah terlalu biasa menjual produk di tempat ramai? Maka lihatlah potensi yang ada, perencanaan dari pemerintah, serta karakter produk yang anda jual. Di Yogyakarta, misalnya, makanan-makanan tertentu yang namanya terkenal justru ditemui di pelosok-pelosok desa yang jauh dari keramaian.

Bila konteksnya adalah marketing menggunakan bantuan internet, strateginya tentu saja akan menjadi berbeda. Kita bisa memulai dari membuat akun Facebook dan Fans Page Facebook, akun Twitter, serta jenis-jenis media sosial lainnya. Di sana kita bisa membangun komunitas dunia maya yang aware terhadap jenis produk yang kita jual. Atau kita juga bisa langsung memelajari penjualan yang efektif dnegan menggunakan blog atau website yang sudah anda miliki.

Baca: Di Mana Belajar Ilmu Berjualan Online?

:: Promotion

Tujuan promosi adalah untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap merek yang melekat pada produk anda. | via www.wix.com

P yang terakhir dari rumusan ini adalah promosi. Promosi secara ringkas dikatakan sebagai kegaiatan yang menginformasikan merek dan manfaat produk. Tujuannya tidak selalu langsung meminta calon pelanggan untuk membeli, tetapi bisa jadi lebih kepada edukasi calon pelanggan mengenai kebutuhan mereka akan produk yang anda ciptakan ini. Logikanya begini, kalau tujuannya adalah menghabiskan barang dagangan dalam sekali promosi, barangkali anda bisa mendapat untung besar, tetapi hanya dalam satu waktu saja. Tetapi kalau yang jadi tujuan anda adalah sisi kognitif dari calon pelanggan, membuat mereka menyadari bahwa mereka betul membutuhkan produk ini, barangkali tidak ludes dalam setiap aksi promosi, tetapi mereka akan terus mencari produk anda.

Maka dapat dikatakan tujuan utama dari promosi adalah lebih kepada peningkatan awareness masyarakat terhadap produk dan merek yang melekat pada produk anda tersebut. Kalau sudah melekat, bisa dipastikan penjualan juga akan meningkat karena anda telah memiliki pelanggan yang membutuhkan produk anda.

Metode promosi, sebagaimana tadi sudah disinggung, bisa dilakukan baik secara offline ataupun offline. Kalau offline anda bisa melakukannya dengan membuat event di suatu kawasan tempat tinggal (dengan persetujuan pihak berwenang dan warga), mengiklankan produk di media massa, menyewa papan iklan di jalanan, hingga promosi keliling menggunakan kendaraan. Sedangkan kalau online anda bisa memulainya dengan menggunakan media sosial, baik Twitter, Facebook, dan sebagainya. Pastikan iklan yang anda postingkan tersebut kreatif, menarik, membentuk komunitas, dan yang paling penting: tidak mengganggu akun lain. Alih-alih tertarik, mereka justru bisa mendepak akun jualan anda. Maka perhatikan waktu yang tepat untuk menuliskan postingan iklan anda ketika melakukan promosi.

Baca: Kapan Waktu yang Tepat untuk Posting di Facebook?

Nah, itu tadi rumusan 4P yang bisa anda terapkan dalam aksi marketing anda. Sekali lagi, ini adalah pemahaman mendasar saja. Artinya, akan ada banyak rumusan yang perlu anda coba dan anda gali untuk menemukan mana yang terbaik dan paling efektif untuk anda terapkan dalam bisnis ataupun pekerjaan anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *