Hutang Baik VS Hutang Buruk

“Hutang”, satu kata ini bisa dibilang adalah kata penyelamat sekaligus jebakan untuk beberapa orang yang memilikinya. Hutang kerap dipakai untuk menjebak kita dalam berbagai macam situasi terutama dalam masalah keuangan, tapi tak jarang hutang itu sendiri malah bukan membantu kita melainkan menambah masalah keuangan itu sendiri.

Beberapa orang yang memiliki masalah keuangan yang terbilang kecil biasanya akan meminjam ke tetangga ataupun saudaranya, dan jika dana yang dibutuhkan memiliki nominal  yang besar maka orang tersebut pasti akan meminjam ke Bank ataupun Organisasi lain misalnya koperasi.

hutangBila dilihat mungkin sangatlah mudah meminjam sesuatu apalagi bila bunga yang diberikan terbilang bunga yang kecil, sehingga tak jarang banyak orang yang menjadi pecandu hutang. Untuk itulah anda harus mengerti bahwa meminjam sesuatu dari orang lain, maka memerlukan  pertanggung jawaban  yang sama besarnya ketika anda meminjam.

Pertama-tama perlu diketahui, bahwa hutang memiliki 2 sisi sama halnya dengan sebuah pisau yang memiliki 2 sisi berbeda yaitu tajam dan tumpul. Ketika anda menggunakannya dengan benar maka hutang tentu saja akan membantu akan tetapi jika tidak maka berdampak sebaliknya. Dari segi positif yang dapat kita ambil dari berhutang ialah sebagai berikut:

  • Membantu mengatasi kredit yang anda miliki (seperti kredit kepemilikan rumah, kendaraan bermotor, properti dan sebagainya).
  • Membantu ketika terjadi masalah terdesak (seperti jika terjadi kecelakaan yang menimpa keluarga anda, namun anda tak memiliki biaya yang cukup ketika berobat).
  • Membantu bisnis anda dan sebagainya.

Namun, apabila anda masih belum yakin apakah anda dapat membayar hutang tersebut tepat waktu maka sebaiknya anda harus dapat mengontrol atau membatasi hutang yang akan anda lakukan. Akan lebih baik jika berhutang dengan nilai yang tak terpaut jauh dari gaji yang anda dapat (supaya dalam pembayarannya dapat tepat waktu), dan cara terbaik lainnya adalah membatasi beban hutang anda supaya tidak terjadi minus dan memberatkan anda.

Saat anda ingin berhutang anda harus mengetahui batas maximal yang dapat anda bayar tia bulannya ( Tidak dianjurkan melebihi skala 1/3 dari gaji yang anda hasilkan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya).

Hutang pokok yang diambil memiliki kapasitas tidak boleh melebihi 50% aset yang anda punya. Mengapa? Hutang yang besar tentunya akan berat untuk mencicilnya bila jumlah cicilannya melebihi pendapatan anda sehingga dengan mengambil langkah diatas akan memperkecil jumlah cicilan yang anda keluarkan (Sedikit demi sedikit dan tak memberatkan keseharian anda).

Selain itu menginvestasikan uang anda ke hal yang lebih berguna  dan menghasilkan akan lebih baik dari pada meminjam uang. Anda dapat menginvestasikan modal anda kebeberapa tempat, namun anda harus mengerti tentang seberapa besarnya profit yang dapat anda terima dan tingkat kegagalan/resiko yang didapat jika gagal nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *