Hidup seimbang itu salah

Sering kita membaca artikel atau pembicaraan orang yang berkata hidup itu harus seimbang. Artinya antara kerja dan keluarga harus seimbang. Contohnya adalah kerja 8 jam sehari, 5 hari dalam seminggu dan meluangkan banyak waktu untuk keluarga, bermain dengan anak atau bersosialisasi. Ketika pulang dari kantor, masih mempunyai tenaga untuk bermain dengan anak.

Ada cerita menarik mengenai hal ini dimana sang ayah pulang sering pulang malam dan kemudian ketika di tanya anaknya kenapa pulang malam, sang ayah menjawab karena harus kerja cari uang. Lalu si anak bertanya berapa ayahnya di bayar per jam. Suatu hari sang anak memberi uang ke ayahnya dan berkata dia ingin membeli waktu ayahnya agar bisa bermain dengan dia. Cerita ini baik karena bertujuan agar sang ayah hidupnya lebih seimbang antara kerja dan keluarga. Namun di balik itu artikel ini juga tidak baik karena tidak membuat mental seseorang menjadi pemenang dan akan menjadi biasa-biasa saja.

Dalam hidup ini yang seimbang itu hanya akan menghasilkan yang biasa-biasa saja. Jika ingin hidup yang luar biasa sayangnya anda perlu hidup yang tidak seimbang. Perlu ada pengorbanan disini. Contoh hidup yang tidak seimbang, datang jam 7 pagi dan pulang jam 5 sore. Dimana anda menambah waktu kerja sendiri dan teman-teman anda hanya kerja 8 jam. Akibatnya anda akan menjadi kandidat pekerja teladan, naik jabatan, dan naik gaji. Tentu saja jika kerja anda juga sebaik yang kerja hanya 8 jam.

Untuk mencapai suatu hal memang perlu pengorbanan. Hati-hati terhadap cerita-cerita dan perkataan-perkataan yang salah yang dapat merusak anda dan membuat anda menjadi biasa-biasa saja. Sama halnya dengan ucapan kekayaan itu jahat. Akibatnya ketika seseorang percaya bahwa kekayaan dan uang itu jahat, akibatnya secara otomatis alam bawah sadar mereka akan menghindari uang/peluang/kekayaan. Jika anda percaya bahwa hidup harus seimbang, maka hidup anda akan jadi biasa-biasa saja. Tidak ada orang yg kerjanya santai tapi sukses, kecuali kalau korupsi dan dapat warisan banyak dari orang tua.

Lalu bagaimana sebaiknya?

Hidup yang benar adalah hidup yang tidak seimbang dalam arti positif namun tidak boleh melupakan keluarga. Artinya walaupun hidup tidak seimbang, tapi harus tetap ada waktu untuk keluarga. Untuk membesarkan anak diperlukan kerja tim, oleh karena itu ketika hidup menjadi tidak seimbang, anda perlu dukungan pasangan anda. Seperti kata pepatah, dibalik pria yang hebat ada wanita yang hebat di belakangnya. Jadi komunikasi dengan pasangan sangat penting dan pasangan juga perlu membantu memberi penjelasan yang baik kepada anak. Jangan lupa untuk set waktu khusus untuk keluarga yang tidak menggangu pekerjaan.

Tujuan hidup adalah bagaimana kita bisa membuat anak jadi orang yang sukses dan harus melebihi kesuksesan orang tuanya. Mana yang lebih anda pilih, tidak bisa melihat penampilan seni anak anda di sekolah atau tidak bisa melihat anak anda kuliah di universitas terkemuka karena kurang biaya. Anda dapat menentukan tujuan hidup anda sendiri. Dari tujuan hidup itu, dapat di tentukan apa yang seharusnya di lakukan. Coba sekarang pikirkan tujuan hidup anda. Sebagai contoh, mungkin anda ingin anak anda kuliah di Harvard seperti Nadiem pendiri Gojek agar dia bisa sukses.

Dalam bertindak selalu ingat tujuan itu. Jika suatu hari anda di minta bos untuk lembur ketika mengingat tujuan itu, apa yang akan anda lakukan?
A. Tidak mau, dan lebih memilih pulang dan bermain dengan anak. Apakah ini akan mendekatkan anak kuliah di Harvard?
B. Lembur di kantor. Apakah ini akan mendekatkan anak kuliah di Harvard?
C. Kerja mati-matian sehingga kurang tidur dan kemudian jatuh sakit. Apakah ini akan mendekatkan anak kuliah di Harvard?

Hidup itu adalah pilihan dan ini tercermin dari tujuan hidup kita. Anda ingin hidup yang biasa-biasa saja dan karir anak yang biasa-biasa saja, atau ingin anak yang sukses, terkenal dan berkontribusi ke negara?

Loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *