Hidup Hemat Ala Anak Kost

Periode menjadi anak kost adalah periode hidup yang dinamis. Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh anak kost. Yang paling terasa tentu karena tinggal jauh dari keluarga maka anak kost harus belajar untuk mengurus hidup sendiri. Nah, salah satu tantangan yang banyak dialami oleh anak kost tentu saja adalah masalah finansial.

Kalau tinggal dengan orang tua, biasanya masalah keuangan tidak terlalu terasa. Tetapi tidak untuk anak kost. Awal bulan biasanya merupakan masa yang indah. Sebab, uang kiriman orang tua, atau gaji bulanan bagi yang sudah bekerja, biasanya tiba. Tapi, kalau tidak pandai dan terampil mengelola, bisa-bisa di pertengahan bulan dompet bakal kosong melompong. Kali ini, kita akan menyimak bersama tips-tips yang bisa dilakukan oleh anak kost dalam mengelola uang bulanan. Yuk, mari disimak!

Buat skala prioritas untuk pengeluaran

Skala prioritas merupakan hal yang sangat penting dalam mengelola pengeluaran bulanan. Cobalah buat skala prioritas dalam kebutuhan bulanan kita. Catat semua kebutuhan bulan ini, dan urutkan mana yang terpenting yang harus dipenuhi terlebih dahulu, baru rencanakan sisanya. Jangan sampai di awal bulan uang dihambur-hamburkan untuk sesuatu yang tidak terlalu penting, tetapi di akhir bulan kita kebingungan karena belum bayar kost, kehabisan uang untuk makan harian, dan lain-lain.

Mencatat pengeluaran juga merupakan cara efektif untuk berhemat. Sebab, dengan mencatat pengeluaran, kita bisa melakukan evaluasi di akhir bulan. Kita juga dapat mengidentifikasi kebutuhan mana saja yang memang prioritas, berapa dana yang dibutuhkan untuk itu, dan juga mengevaluasi pengeluaran-pengeluaran mana saja yang bersifat pemborosan dan sebenarnya tidak terlalu penting.

Pilih tempat kost yang lokasinya dekat dengan sekolah, kampus, atau tempat kerja kita

Lokasi tempat kost yang dekat dengan sekolah bisa sangat membantu usaha kita untuk berhemat. Sebab, kita tidak perlu mengalokasikan ongkos yang banyak untuk naik bis, atau membeli bensin untuk kendaraan pribadi. Kita bisa berjalan kaki, atau naik sepeda. Selain hemat, juga tambah sehat karena kita bisa sekaligus berolah raga secara rutin. Cobalah berjalan kaki terlebih dahulu. Jika dirasa terlalu jauh, kita bisa mengalokasikan dana untuk membeli sepeda. Sepeda bekaspun tidak masalah, yang penting bisa dipakai dan diandalkan.

Tipsnya, jangan langsung sewa tempat kost pertama dalam jangka waktu yang lama. Sebab, biasanya di kemudian hari kita akan menjumpai tempat-tempat kost lain yang lebih menarik. Dengan begitu, kita bisa segera pindah tanpa merasa rugi karena telah melunasi biaya sewa kost yang sekarang kita tempati di muka dalam jangka waktu lama. Carilah info mengenai tempat-tempat kost yang lain ke teman-teman. Siapa tahu ada yang lebih dekat, lebih murah, dan lebih nyaman.

Atur penggunaan ATM

Ambil ATM dalam jumlah tertentu yang kira-kira cukup untuk memenuhi kebutuhan kita dalam jangka waktu tertentu, misalnya untuk seminggu atau dua minggu. Lalu, berusahalah untuk benar-benar memanfaatkan uang tersebut semaksimal mungkin dalam jangka waktu tersebut tanpa mengambil lagi di ATM. Jangan mengambil uang di ATM dalam jumlah sedikit dengan intensitas tinggi. Sebab, biasanya cara itu membuat kita lepas kontrol dan tidak sadar jumlah uang yang sudah kita pakai. Kita juga bisa membiasakan diri untuk menyimpan struk pengambilan uang di ATM sebagai catatan jumlah uang yang diambil, tanggal diambil, serta jumlah uang yang masih tersisa.

Perhatikan kebutuhan makan dan minum

Meski berstatus anak kost, jangan sepelekan urusan makan. Pilih makanan yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga sehat dan higienis. Jangan malas untuk mencari informasi mengenai tempat makan yang murah dan sehat. Lebih hemat lagi jika kita bisa mengurangi jajan. Paling tidak, kita bisa membeli lauk dan membuat nasi sendiri denganrice cookeruntuk sarapan dan makan malam.

Membawa air minum sendiri dari rumah juga dapat membantu mengurangi pengeluaran uang jajan. Kita sering tidak sadar kalau sebenarnya dana yang dikeluarkan untuk membeli air minum ternyata cukup besar. Tidak percaya? Coba kita hitung bersama. Andaikan tiap hari kita membeli teh botol seharga Rp 6.000,00 rupiah setiap hari, maka dalam sebulan kita mengeluarkan kurang lebih Rp 180.000,00!

Pilih laundry atau cuci baju sendiri?

Banyaknya laundry rumahan di sekitar kost sering membuat kita tergoda untuk memanfaatkan jasa mereka. Tidak salah juga untuk memanfaatkan jasa mereka, sebab biasanya harganya juga tidak terlalu tinggi. Tetapi, jika kita berencana untuk berhemat, pilihan terbaik tentu saja dengan mencuci baju kita sendiri. Mencuci baju untuk aktivitas harian sebenarnya mudah saja. Kuncinya dengan merendam baju dalam air deterjen. Merendam baju adalah cara yang efektif untuk meluruhkan kotoran dan keringat, sehingga nantinya kita tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengucek cucian.

Selain dicuci, baju juga perlu disetrika. Untuk berhemat, tidak perlu semua baju disetrika. Kita bisa memilah mana baju yang perlu disetrika, dan mana baju yang tidak perlu disetrika. Sehingga, kita bisa menghemat tenaga. Kalau kita tidak punya waktu dan kebetulan ada dana, laundry biasanya juga membuka jasa menyetrika saja.

Uang pulsa

Salah satu kebutuhan yang cukup besar adalah uang pulsa. Sebab, zaman sekarang, pulsa tidak hanya untuk telepon dan sms, tetapi juga untuk internet. Nah, untuk yang satu ini, kita harus pandai-pandai dalam mencari celah. Cari provider yang menawarkan paket-paket internet hemat. Cara lain adalah dengan membeli kartu perdana baru setiap pulsa habis daripada mengisi ulang, sebab cara ini relatif lebih murah.

Lebih baik lagi kalau kita bisa meminimalkan penggunaan internet yang harus dibeli dengan pulsa. Caranya yaitu dengan memanfaatkan wi-fi gratis yang kini banyak tersedia di mana-mana. Tidak hanya di kampus, tetapi juga di tempat makan dan tempat nongkrong. Manfaatkan layanan gratis tersebut untuk men-downloadmateri kuliah, mengecek e-mail, mengirim e-mail, dan lainnya. Manfaatkan layanan internet yang kita beli dengan pulsa hanya untuk keperluan-keperluan tertentu saja yang tidak bisa kita hindari, atau untuk yang sifatnyaemergency. Dengan begitu, kita bisa menghemat pulsa kita.

Manfaatkan Fasilitas Diskon

Membeli barang-barang yang didiskon dapat membantu kita mengurangi pengeluaran. Tapi hati-hati, jangan sampai kita tergiur dengan diskon lalu membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Selain harus rajin memantau penawaran diskon, kita juga dapat memanfaatkan peluang-peluang untuk mendapat diskon lainnya. Seperti mengumpulkan kupon, memanfaatkan diskon pelajar (biasanya dengan menunjukkan KTM), serta memiliki member card yang bisa memberi fasilitas potongan harga untuk barang-barang tertentu.

Mengurangi biaya buku dan fotokopi

Bagi yang masih mahasiswa, kita juga dapat berhemat dengan cara menekan biaya pengadaan buku dan fotokopi. Pertama, rajin mencatat materi kuliah! Dengan rajin mencatat, kita tidak perlu memfotokopi catatan milik teman. Kedua, manfaatkan e-book. Tidak semua e-book perlu dicetak menjadi buku fisik. Pilih saja yang benar-benar butuh dicetak, sisanya tetap kita simpan dalam bentuk e-book. Ketiga, manfaatkan layanan perpustakaan sebaik mungkin. Banyak buku-buku di perpustakaan yang dapat kita pinjam untuk menunjang materi kuliah kita, sehingga kita dapat menekan pengeluaran kita untuk membeli buku-buku kuliah.

***

Pada akhirnya, berhemat tidak hanya melulu masalah uang, tetapi juga melatih kita untuk hidup lebih teratur, belajar mengelola pemasukan dan pengeluaran, belajar menahan diri, dan yang lebih penting bisa mengingatkan kita untuk selalu mensyukuri setiap hal yang diberikan oleh Tuhan dalam hidup kita.

Selamat berhemat, semoga kita semua menjadi orang yang lebih bijaksana!