Hati-Hati Terhadap Belanja Impulsive

Sebelumnya, mungkin Anda bertanya-tanya apa itu belanja impulsive. Padahal bisa dijamin bahwa Anda pernah mengalami seperti yang akan digambarkan dibawah ini, namun Anda sendiri tidak tahu bahwa jenis kegiatan seperti itu disebut sebagai belanja impulsive. Jika tidak mengetahuinya, bisa dikatakan akan berbahaya bagi Anda dan keuangan Anda karena tidak tahu harus berbuat apa jika Anda menjadi seorang yang tidak bisa mengatasi belanja impulsive. So, berikut sekilas cerita mengenai apa itu belanja impulsive dan bagaimana caranya menghindari belanja impulsive.

Belanja impulsif jika menurut definisi, diartikan sebagai perilaku belanja tanpa perencanaan, diwarnai oleh dorongan kuat untuk membeli yang muncul secara tiba-tiba dan seringkali sulit untuk ditahan, yang dipicu secara spontan pada saat berhadapan dengan produk, dan diiringi oleh perasaan menyenangkan serta penuh gairah. Singkatnya, belanja impulsive itu belanja yang dilakukan tanpa perencanaan sebelumnya. Diatas disebutkan bahwa pembelian impulsive ini berbahaya. Mengapa? Karena rata-rata pembelian impulsive mengakibatkan kita belanja melebihi budget. Lebih bahaya lagi jika impulsive buying ini menjadi kebiasaan dalam keseharian.

Bayangkan saja, jika awalnya kita niat berbelanja misalnya sayuran saja, tapi karena ‘lapar mata’ dan tidak bisa mengendalikan keinginan berbelanja karena misalnya tidak ada daftar sebelumnya atau karena alasan lain, pada akhirnya kita membeli barang-barang diluar kebutuhan dalam hal ini ‘hanya butuh sayuran saja’ menjadi membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Pernahkah Anda mengalaminya? Nah, hal seperti itulah yang dinamakan belanja yang impulsive. Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa menghindari impulsive buying seperti cerita di atas ?

Buat daftar dan ciptakan budget.Buatlah daftar hal-hal yang Anda perlu beli ketika pergi berbelanja dan coba untuk tetap mematuhi daftar. Gunakan uang tunai dan bawa cukup uang yang hanya bisa untuk membeliitemdalam daftar Anda. Dengan cara ini, Anda akan berhenti membeli hal-hal ekstra, bahkan jika Anda tergoda. Dan sebaiknya buatlah bujet bulanan untuk berbagai keperluan pribadi Anda. Dimulai dari kebutuhan primer, kredit atau utang yang harus dibayarkan, dan lain sebagainya. Sisihkan juga sedikit uang yang bisa Anda gunakan untuk bersenang-senang, misalnya untuk biaya makan di restoran, belanja baju, dan berlibur.

Gunakan pengingat di ponsel Anda.Atur fitur pengingat setiap 10 menit atau lebih di telefon atau perangkat apa pun yang dibawa untuk mengingatkan Anda agar tidak membeli barang yang tidak perlu. Bahkan jika ingin membeli sesuatu, pengingat akan mengingatkan bahwa Anda tidak benar-benar membutuhkannya.

Tuliskan semua uang ekstra yang Anda habiskan.Ketika menuliskan semua uang ekstra yang dihabiskan untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan, Anda akan menyadari betapa banyak uang yang bisa disimpan dan berapa banyak uang yang telah terbuang. Ketika menyadari telah menyia-nyiakan uang, Anda secara otomatis akan mengurangi belanja impulsif.

Gunakan uang tunai.Apabila memang ada dorongan kuat untuk berbelanja, sebaiknya tidak mengandalkan kartu kredit. Dengan menggunakan uang tunai, rasa kehilangan uang akan lebih terasa. Akan tetapi, jika Anda memang tidak mampu membayar secara tunai, artinya Anda memang tidak mampu membeli barang yang Anda inginkan itu. Itu saja yang perlu Anda pikirkan. Melihat saldo rekening Anda yang makin lama makin menyusut, seharusnya menjadi sinyal bahwa Anda perlu menekan kebiasaanimpulse buyingAnda.

Menghindari belanja di akhir pekan yang ramai.Anda selalu berusaha menghindari belanja akhir pekan, karena supermarket selalu ramai dan kasir selalu penuh antrian. Namun belanja di hari biasa saat supermarket sepi justru membuat Anda merasa santai, dan akhirnya berjalan-jalan di antara lorong supermarket bisa membuat Anda belanja lebih banyak.

Belanja dengan perut lapar.Pergi berbelanja dengan perut lapar juga bisa membuat Anda belanja lebih banyak. Anda akhirnya membeli berbagai camilan, buah-buahan, roti, dan kue, yang mungkin tak bisa Anda habiskan dalam satu waktu. Jika Anda lapar, sebaiknya hindari bagian makanan segar dan roti-rotian, karena hal itu bisa membuat Anda belanja lebih banyak.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *