Gaya Berinvestasi : Pria vs Wanita

Lewatlah sudah hari-hari dimana perempuan disarankan berinvestasi untuk masa depan melalui pernikahan, terlebih mencari calon suami yang kaya raya. Bisa dibilang cara tersebut adalah cara konvensional. Saat ini, dimana telah memasuki masa emansipasi wanita dimana wanita memiliki kesetaraan dengan laki-laki. Termasuk dalam berinvestasi. Wanita modern sudah banyak yang terjun sendiri ke dunia investasi apapun jenisnya baik emas hingga investasi saham. Sehingga, investasinya benar-benar dalam bentuk investasi dan tidak hanya berharap mendapat pasangan yang memiliki kekayaan tinggi. Meskipun saat ini investor wanita jumlahnya lebih sedikit dibanding pria.

Saat ini, kesenjangan investasi antara kedua jenis kelamin tersebut berasal baik dari kecenderungan bawaan atau harapan budaya di seluruh gender dan keuangan. Dalam banyak kasus, tidak jelas apakah perbedaan dimulai di alam atau memang karena faktor pengasuhan. Namun bagaimanapun, pria dan wanita memiliki pandangan dan orientasi yang jelas berbeda.

Perbedaan gender dan investasi

Selama dua dekade terakhir, para peneliti telah menegaskan : Pria tidak suka meminta petunjuk, dan wanita suka melakukan segala sesuatu untuk menemani wanita lain. Stereotip mendasar mereka muncul dalam cara-cara pendekatan jenis kelamin tentang pembelajaran investasi. Pria cenderung menikmati belajar sendiri, sedangkan wanita lebih memilih pengaturan kelompok, penemuan dari peneliti Tahira Hira dan Cazilia Loibl.

Penelitian mereka secara rinci yang tertera dalam “Handbook of Consumer Finance Research.”

“Laki-laki merupakan sosok yang cenderung senang belajar mandiri, mereka juga menggunakan Internet lebih dari perempuan,” kata Loibl, CFP, seorang profesor di Departemen Ilmu Konsumen di Ohio State University. “Perempuan lebih mengandalkan jaringan pribadi dengan teman-teman, keluarga (dan) perencana keuangan, dan (mereka) mengambil pendekatan jaringan untuk mengumpulkan informasi. Kedua sumber memiliki positif dan negatif, dan kemudian ketika kami analisis untuk mengetahui apakah hasil investasi berbeda, kita tidak bisa menemukan bedanya. ”

Hira dan Loibl menyimpulkan bahwa mungkin ada keuntungannya untuk mengajar laki-laki dan perempuan tentang melek finansial dengan cara yang berbeda, berdasarkan jenis kelaminnya itu.

Berdasarkan penelitian tersebut, perempuan ternyata lebih senang berkumpul dan membuat keputusan bersama-sama, mereka cenderung akan menemukan informasi bahkan tentang diri sendiri ketika pergi bersama hingga membuat keputusan berdasarkan itu. Sedangkan para pria, akan mencari dan menemukan informasi oleh diri mereka sendiri, maju sendiri dan membuat keputusan dari apa yang mereka alami sendiri. Sangat berbeda bukan?

Terlalu banyak atau tidak cukup memiliki keyakinan

Investor, sama seperti lainnya dapat dihadapkan pada saat dimana mereka memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit rasa percaya diri. Padahal percaya diri yang seimbang baru dikatakan benar. Ternyata, pria membelok ke arah terlalu percaya diri sementara wanita cenderung kurang begitu percaya diri.

Kepercayaan diri tinggi bisa menjadi hal yang baik. Ini memberi Anda dorongan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan dan mengeksekusi keputusan yang telah dibuat tersebut. Namun, menjadi liar dan terlalu percaya diri dapat menjadi bumerang.

Di pasar saham, di mana terdapat begitu banyak saham yang dijual itu adalah acak, coba lakukan yang terbaik daripada melakukannya secara rata-rata. Karena lebih mungkin untuk mendapatkan hasil yang berada di bawah rata-rata. Dan keadaan tersebut benar-benar keadaan yang dapat menyakiti Anda.

Maka dari itu, jika Anda merasa ada yang salah dengan cara Anda berinvestasi mungkin jika dikarenakan gender, coba dikelola dengan baik lagi kelebihan dan kekurangan dari permasalahan gender tersebut agar bisa dijadikan sebagai kekuatan karena Anda memperlakukan diri Anda dengan baik, maka diharapkan Anda pun bisa bekerja lebih baik lagi.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *