Dasar Berbisnis Properti

Banyak sekali peluang bisnis yang ada di sekitar kita dari bisnis kuliner, jasa kecantikan, jasa kesehatan dan lain-lain. Di bisnis-bisnis tersebut kita harus memilih di bisnis mana yang cocok kita jadikan sumber penghasilan kita. Kita tak hanya dapat mengandalkan modal, kita juga harus mengerti di area bisnis apa yang cocok kita tekuni. Dengan begitu, bisnis dapat dijalankan dengan senang hati dan kita dapat menikmati hasilnya dengan baik.

Bagi anda yang senang dengan mengumpulkan modal dari orang lain dan mengelolanya sehingga mendapatkan hasil. Anda dapat mencoba di bisnis properti. Bisnis properti hingga sekarang sudah menjadi trend di masyarakat. Penduduk Indonesia yang semakin bertambah dan akhirnya pemintaan properti pun semakin banyak. Setiap tahun pun nilai properti melonjak terus. Ini menggambarkan bahwa permintaan properti naik terus dan tanpa hentinya. Meskipun nilai properti naik terus namun tidak mengalahkan hasrat masyarakat untuk mencari properti.

Mungkin terbesit di pikiran anda bahwa bisnis ini sangat sulit untuk dijalankan. Tentu tidak, bisnis ini dapat dengan sederhana anda jalankan sebagai orang yang awam. Berikut pengetahuan tentang bisnis properti yang akan saya bagikan.

1. Miliki modal yang cukup

Jika anda ingin membangung properti kemudian dijual atau disewakan, terlebih dahulu milikilah modal yang cukup untuk membangun properti tersebut. Anda juga dapat mengumpulkan modal dari orang-orang yang berencana mencari properti dengan menjadi pengembang (developer). Caranya adalah anda dapat menawarkan rencana properti yang akan anda bangun. Anda mencari sendiri arsiteknya, bahan-bahan bangunan dan orang-orang membangunnya. Disamping itu anda harus memiliki modal tambahan untuk perawatan properti anda.

2. Teliti memilih lokasi properti

Banyak hal yang harus anda lihat sebelum membangun properti. Pilihlah lokasi yang tidak jauh dari kota atau setidaknya tidak jauh dari keramaian. Usahakan juga memilih lokasi yang mempunyai sarana-sarana umum yang memadai seperti sekolah, rumah sakit, rumah makan, dll. Umumnya masyarakat lebih jatuh hati di tempat yang mudah dijangkau dan transportasinya sangat lancar. Telitilah memilih tempat yang rawan banjir atau tingkat kriminalitasnya tinggi.

3. Pasang strategi harga yang baik

Jika anda ingin properti anda laku keras, maka pasanglah strategi harga yang memungkinkan masyarakat yakin akan properti anda. Anda dapat membuat kredit rumah dengan jangka waktu yang panjang. Anda dapat menawarkan untuk membantu proses pengajuan KPR ke bank. Mulailah menjual dengan unit-unit kecil. Masyarakat akan lebih memasang mata kepada produk yang dijual murah. Dengan begitu anda akan cepat balik modal dan membangun properti anda yang lain.

5. Seleksi pembeli atau penyewa

Anda juga harus menyeleksi orang-orang yang akan membeli atau menyewa properti anda. Jangan sampai anda menjadi bagian dari penipuan yang sering terjadi. Anda dapat meminta terlebih dahulu identitas pembeli atau penyewa. Anda juga dapat meminta uang muka untuk meyakinkan anda.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *