Contoh Kasus Hedging

Tags:

Anda mungkin asing dengan kata Hedging. Hedging atau kata lainnya adalah lindung nilai. Suatu teknik untuk melindungi risiko nilai tukar mata uang dipasar keuangan. Hampir sama dengan asuransi yang member syarat kesepakatan dua pihak. Pihak satu memindahkan resiko nilai tukar ke pihak lain dengan membayar premi sementara pihak lain menanggung resiko gejolak nilai tukar.

Hedging

Ada sejumlah cara seperti futures dan options untuk melindungi resiko nilai valuta asing, hedging di pasar uang mungkin bukan cara paling hemat atau aman untuk perusahaan dan lembaga – lembaga besar untuk melindungi nilai resiko tersebut. Namun, untuk investor retail atau usaha kecil yang ingin melakukan perlindungan untuk mata uang dalam jumlah kecil saat memasuki pasar berjangka, maka biasanya investor tersebut akan menggunakan hedging untuk menghindari fluktuasi mata uang. Ada empat macam konsep dasar dalam melakukan hedging :

Sumber: http://i.investopedia.com/

Sumber: http://i.investopedia.com/

a. Hedging Memakai Kontrak Forward

Kontrak forward sendiri merupakan kontrak yang dibuat antara nasabah dengan bank untuk melakukan sejumlah penjualan maupun pembelian valas dimasa yang akan datang dengan rate yang telah ditentukan pada saat kontrak dibuat. Keuntungan forward antara lain :

Baca Juga:

A) Terhindar atau mengurangi resiko rugi kurs

B) Disesuaikan dengan kebutuhan nasabah

C) Digunakan untuk melindungi resiko exchange rate untuk pembelian atau penjualanvaluta di masa yang akan datang

D) Jika ada suatu transaksi bisnis, kontrak forward dapat menghilangkan currency exposure karena kurs valuta untuk masa yang akan dating telah ditetapkan

E) Perhitungan kalkulasi biasa yang pasti.

Mengambil contoh salah satu bank di Amesika Serikat menawarkan tingkat bunga satu tahun untuk deposit dolar AS hingga 1,5% dan bank Kanada menawarkan tingkat bunga 2,5% untuk deposit dengan dolar Kanada (CAD). Investor AS pastilah tergoda untuk mengkonversi uang mereka (USD) ke dalam (CAD) dan menempatkan dana tersebut dalam bentuk deposit karena suku bunga lebih tinggi. Investor akan menghadapi resiko resiko mata uang. Jika investor ingin membatasi nilai resiko mata uang ini di pasar dengan membeli dolas AS untuk masa waktu satu tahun kedepan disertai suku bunga paritas maka hedging tersebut akan sama dengan beda suku bunga 1% antara AS dan Kanada.

b. Hedging Pasar Mata Uang

Hedging pasar mata uang bekerja dalam cara yang sama tetapi memang ada sedikit perbedaan. Resiko nilai tukar dapat timbul baik karena eksposur transaksi yaitu apabila piutang yang jatuh tempo terjadi karena pengaruh asset dalam mata uang asing. Contoh kasus lain di Indonesia : sebuah perusahaan mempunyai beban hutang dalam dollar Amerika (USD) yang akan segera jatuh tempo.

Untuk melunasi hutangnya, perusahaan tersebut mengambil kebijakan untuk membeli USD memakai nilai tukar tertentu dalam rupiah (IDR) pada tanggal tertentu di masa yang akan datang dengan kesepakatan pihak bank. Transaksi forward ini mempunyai batas minimal lebih dari dua hari sampai satu tahun. Dalam hal ini perusahaan memindahkan resiko penurunan mata uang ke bank. Jika pada saat jatuh tempo nilai tukar rupiah menguat maka perusahaab menanggung rugi., jika rupiah yang melemah maka pihak bank lah yang menanggung kerugian.

c. Hedging Memakai Kontrak Future

Ialah sebuah kontrak yang menetapkan penukaran valas dalam volume tertentu pada tanggal penyelesaian tertentu.

d. Hedging Memakai Valuta Option

Opsi menyediakan hak untuk membeli atau menjual suatu valuta tertentu dengan harga tertentu selama periode tertentu.

Berikut ini beberapa perusahaan yang meraup untung dengan melakukan hedging yang tepat: Pt Indorama Synthetics Tbk pernah meraup keuntungan dari hedging dengan mekanisme cross currency swap. Pada maret 2001, PT Indorama melakukan kontrak swap Rp. 1 Triliun dengan international finance corporation dengan bunga LIBOR dan kurs yang disepakati adlah Rp. 8.695 per USD. Saat jatuh tempo kurs yang berlaku adalah 9.000 USD. Transaksi tersebut membuat PT Indorama terbebas dari fluktuasi kurs dalam 5 tahun.

Dua perusahaan milik BUMN juga meraup keuntungan, PT Pertamina dan PT PLN yang memiliki kebutuhan harian berkisar USD 20 juta samapi USD 200 juta membuat bank – bank milik Negara berburu ke pasar spot untuk memenuhi kebutuhan mereka sehinggamenyebabkan nilai tukar rupiah begitu fluktuatif. Pada tanggal 7 oktober 2013 melalui surat dari Bank Indonesia No.15/8/PBI/2013, otoritasmendorong BUMN untuk melakukan hedging dalam sisi mikro, sehingga BUMN dapat focus pada core business tanpa terganggu resiko nilai tukar dan di sisi makro bank domestik dapat memecah konsentrasi pembelian USD hari ini menjadi transaksi yang lebih kecil dan dengan waktu yang tersebar.

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *