Cara Menumbuhkan Motivasi Para Karyawan

Sebuah kesuksesan tentunya dibutuhkan banyak faktor sebagai pendukungnya. Mulai dari kerja keras, performa sampai dengan motivasi yang tinggi. Namun ada kalanya motivasi menjadi terbengkalai ketika keadaan mood atau suasana hati sedang tidak menentu atau sedang berada di titik rendah.

Selain tidak mood atau juga berada di titik terendah, rasa jenuh akan rutinitas atau aktivitas pekerjaan yang dilakukan setiap hari dan faktor-faktor lainnya juga dapat membuat motivasi seseorang dalam bekerja menjadi menurun. Bahkan jika pekerjaan seseorang berhubungan dengan sebuah perusahaan, maka motivasi yang menurun itu akan menimbulkan efek yang pasti ke tempat usaha yang diikuti.

Untuk itu, selain dibutuhkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk berubah menjadi lebih produktif, pendekatan dari pihak atasan dalam sebuah perusahaan juga dibutuhkan sebagai pendorong munculnya motivasi dari para karyawan yang bersangkutan.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat digunakan untuk dapat memotivasi karyawan agar performa dan kinerjanya menjagi lebih baik lagi.

Mendengarkan dan menghargai

Tentunya setiap orang ingin didengarkan dan dihargai walaupun dia merupakan seorang bawahan atau kelas rendahan. Hal tersebut juga berlaku di mana saja, terutama dalam dunia kerja. Jika seorang pimpinan atau atasan tidak menunjukkan apresiasi dengan hanya sekadar mendengarkan tanggapan atau gagasan sang karyawan, orang yang bersangkutan akan menjadi mudah kehilangan motivasi karena merasa eksistensinya kurang dianggap.

Begitu pula ketika dia memiliki ide namun sekali lagi harus terbentur birokrasi atau tidak dianggap, maka motivasinya untuk bekerja dan kreatif menjadi berkurang.

Oleh itu, tidak ada salahnya seorang pimpinan untuk turun langsung ke lapangan, mengontrol, memeriksa sampai dengan berinteraksi dengan para karyawan. Dengarkan keluh kesah mereka dan hargai semua ide atau gagasan yang dilontarkan walaupun hal itu masih belum dapat diterima.

Hanya dengan didengarkan dan dihargai, maka bawahan akan merasa dirinya dianggap ada bukan hanya sebagai pekerja, namun sebagai manusia. Proses seperti ini selain akan memunculkan rasa motivasi dalam bekerja dan berkreasi lebih besar lagi, juga akan memunculkan rasa kekaguman kepada pimpinan.

Interaksi

Tentu saja, untuk dapat mendengarkan dan menghargai ide atau gagasan, seorang pimpinan tidak harus malu atau menjaga gengsi bercengkerama dengan karyawan kelas bawah, atau bahkan hanya dengan tukang bersih-bersih perusahaan.

Dengan cara yang simple seperti ini, maka selain hubungan sosial dalam lingkup perusahaan akan terjaga dengan baik, seseorang akan lebih merasa dihargai eksistensinya dan membuatnya menjadi lebih bersemangat untuk bekerja.

Dalam berinteraksi, tidak hanya sekadar bercanda atau membicarakan hal-hal santai saja, pimpinan perusahaan juga dapat bertukar pikiran sampai dengan mendengarkan segala hal yang selama ini dirasakan oleh para karyawan.

Karir

Tentu saja, salah satu hal yang membuat seseorang menjadi termotivasi dalam bekerja yaitu karena masalah karir. Dengan karir yang tinggi dan baik, otomatis sisi finansial juga akan terkerek. Ada banyak perusahaan yang arus keluar masuk karyawannya cukup tinggi. Hal ini disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah tidak adanya jenjang karir yang dapat menopang sisi finansial dan masa depan seseorang yang bekerja di tempat tersebut.

Dengan merencanakan dan mengumumkan keberadaan jenjang karir untuk karyawan, maka secara tidak langsung dapat memotivasi seseroang untuk dapat lebih giat, keras dan baik dalam bekerja.

Tentu saja, harus dijabarkan pula bahwa karir tersebut hanya dapat diraih jika karyawan berprestasi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan perusahaan. Dengan penjelasan seperti ini, maka saling berlomba untuk meningkatkan performa dan kinerja dalam perusahaan akan semakin ketat.

Apresiasi

Apresiasi adalah suatu bentuk penghargaan kepada seseorang akan tindakan atau hasil baik yang dilakukannya. Untuk dapat menumbuhkan motivasi karyawan, atasan dianjurkan untuk tidak pelit apresiasi, walaupun hanya sekadar mengucapkan “terima kasih” atau “bagus” saja.

Sekecil apa apresiasi yang diberikan atau diucapkan kepada karyawan, hal itu secara tidak langsung berpengaruh terhadap sisi psikologis pekerja dan membuat dirinya akan terpacu untuk melakukan yagn lebih baik lagi.

Suasana kerja kondusif

Siapa sih yang betah untuk bekerja di tempat yang tidak enak, tidak nyaman atau tidak kondusif, walaupun fasilitas atau gaji yang diberikan cukup menggiurkan? Biarpun ada, namun jumlahnya pasti lebih banyak orang yang tidak ingin bekerja di tempat seperti itu.

Namun, justru akan ada banyak orang yang ingin bekerja di suatu tempat yang nyaman, lingkungan tenang dan kondusif serta positif, walaupun minus fasilitas atau juga gajinya standar.

Hal ini disebabkan karena suatu pekerjaan akan lebih menyenangkan dan dapat diselesaikan dengan hasil maksimal jika didukung dengan suasana kerja yang baik dan kondusif. Hal ini juga dapat membuat kreativitas karyawan juga motivasi kerjanya meningkat.

Be humble

Seorang atasan yang keras, kaku dan ‘killer,’ tentunya akan sering menjadi bahan pergunjingan karyawan dan juga tidak akan disukai banyak orang. Dengan contoh atasan seperti ini, maka dapat memunculkan energi negatif yang menyelimuti tempat kerja.

Oleh karenanya, jika Anda bertindak sebagai atasan, maka ada baiknya untuk lebih humble atau hangat terhadap semua orang, khususnya para pekerja atau karyawan. Namun, tetap jangan hilangkan sisi wibawa dan kebijaksanaan, agar tidak ada yang berlaku kurang ajar.

Dengan bertindak lebih hangat dan selalu melakukan interaksi dengan siapa saja, maka karyawan akan betah dan loyal bekerja di suatu perusahaan serta akan membuat motivasinya dalam bekerja tumbuh.

Bonus

Omong kosong rasanya jika sekarang ini bekerja hanya untuk mencari atau mendapatkan pengalaman, karena yang dikejar tentunya adalah uang. Oleh karenanya, untuk menumbuhkan motivasi dan kinerja yang baik dari karyawan, jangan terlalu pelit dalam mengeluarkan bonus.

Hal ini merupakan bentuk apresiasi lain yang berupa barang dan dapat membuat karyawan terpacu untuk bekerja lebih giat dan baik lagi dari hari ke hari.

Ketika banyak karyawan dalam suatu perusahaan kehilangan motivasinya dalam bekerja, maka satu hal ang perlu dikoreksi, bukan terhadap para pekerjanya, namun terhadap manajemen atau pimpinannya. Apakah sudah benar dalam merangkul para pekerja ataukah hanya menempatkan mereka sebagai robot saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *