10 cara menjadi kaya

Banyak orang ingin menjadi kaya, namun tidak mengetahui caranya. Di artikel ini mudah-mudahan anda akan mengetaui caranya. Kunci untuk menjadi kaya adalah berinvestasi. Artikel ini ditujukan kepada para karyawan yang ingin kaya yang ujungnya adalah dengan investasi. Setelah dibaca artikel ini, silakan langsung dipraktekan karena tanpa praktek, ilmu tidak akan berguna. Berikut adalah 10 cara menjadi lebih kaya:

  1. Rajin menabung. Pertama-tama anda harus memiliki dua rekening. Satu untuk transaksi atau belanja sehari-hari dan yang satunya lagi adalah untuk menabung dimana rekening tersebut tidak dibuat kartu ATM nya. Ketika gajian, transfer setidaknya 10% dari gaji ke rekening khusus menabung. Karena akan susah untuk menarik uang dari rekening khusus menabung tanpa ATM, maka kita seakan-akan dipaksa untuk menabung. Saat ini ada berbagai macam produk dari bank yang konsepnya sama seperti ini namun dapat dilakukan secara otomatis, misalnya Mandiri Tabungan Rencana dari bank Mandiri. Keutungannya adalah kita dapat menentukan dan mengubah setoran bulanan mulai Rp 100.000 atau USD 10,-per bulan dan mendapat perlindungan Asuransi gratis.
  2. Melakukan investasi di reksadana. Reksadana ada berbagai macam dari yang risikonya rendah sampai ke yang risikonya tinggi. Contoh reksadana yang ada dimulai dari yang risikonya rendah adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Jika baru memulai investasi sebaiknya mencoba reksadana pasar uang dan pendapatan tetap terlebih dahulu. Jika ingin investasi yang lebih menguntungkan dan sanggup menerima fluktuasi harga yang tinggi maka dapat memilih reksadana campuran atau reksadana saham. Saat ini kita sudah dapat membeli reksadana secara online misalnya melalui Commonwealth bank, namun untuk pembelian pertama kita masih perlu datang ke kantor cabang bank tersebut.
  3. kaya-suksesMelakukan bisnis sampingan sambil bekerja di perusahaan orang lain. Jika mempunyai kemampuan membuat design, website atau menulis artikel kita dapat menawarkan jasa kita kepada orang lain melalui internet dan mengerjakannya di malam hari. Jangan lupa hasil bisnis sampingannya di investasikan kembali. Rumah juga bisa digunakan sebagai tempat untuk berbisnis, misalnya menjual barang kebutuhan sehari-hari atau jika pandai memasak bisa menjual makanan. Dalam bisnis sampingan ini, istri juga bisa diberbayakan untuk membantu.
  4. Jika bisnis sampingannya sudah cukup menghasilkan misalnya sudah mencapai 50% dari penghasilan kantor, maka bisa dipertimbangkan untuk berhenti dari perusahaan dan fokus pada usaha sendiri. Sebelum mengundurkan diri, perlu di rencanakan matang-matang, apakah dengan memiliki lebih banyak waktu akan meningkatkan usaha sampingan tersebut dengan pesat. Terkadang jika kita resign dan fokus ke bisnis sampingan itu, hasilnya akan lebih baik, karena sesuatu yang difokuskan hasilnya akan jauh lebih baik.
  5. Melakukan penghematan-penghematan untuk pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya tidak kita perlukan. Kemudian hasil penghematan tersebut dapat diinvestasikan kembali. Caranya adalah membuat list pengeluaran kita terlebih dahulu dan dipikirkan dimana saja kita dapat melakukan penghematan. Jika anda menggunakan kartu kredit, maka bisa dilihat pengeluaran yang kita keluarkan dari kartu kredit tersebut. Kartu kredit sangat membantu untuk melacak pengeluaran bulanan kita. Jika bisa menggunakan kartu kredit untuk belanja silakan digunakan, tetapi harus dibayar seratus persen sebelum jatuh tempo. Keamanan kartu kredit juga sangat penting, sehingga jangan lepaskan pandangan anda dari kartu kredit anda. Jika pihak ketiga mengetahui no kartu kredit anda dan 3 angka keamanan yang anda miliki, mereka dapat menggunakannya untuk transaksi online.
  6. Berhenti merokok. Jika kita terbiasa merokok 1 bungkus tiap hari dan kemudian berhenti, itu berarti setidaknya sudah bisa menginvestasikan 10,000 per bungkus rokok * 30 hari = Rp 300,000 per bulan. Selain itu berhenti merokok bisa menghemat biaya kesehatan. Uang yang anda habiskan untuk merokok sebenarnya adalah uang untuk kuliah anak anda atau mungkin warisan anda ke dia. Jika anda memang sayang terhadap anak anda nanti, seharusnya bisa dibuktikan dengan berhenti merokok.
  7. Downgrade rumah atau kendaraan. Misalnya menjual rumah lalu hasilnya diinvestasikan dan sebagai gantinya mengkontrak rumah. Sebelum melakukan ini perlu dilakukan perhitungan-perhitungan terlebih dahulu berapa yang dapat dihasilkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah tingkat kenaikan harga rumah, harga sewa rumah dan tingkat return hasil investasi nya. Investasi jangka panjang di saham bisa menghasilkan setidaknya 15% pertahun. Sejak tahun 2002 sampai 2014, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia telah naik 23.2% per tahunnya (Data bisa di lihat di https://docs.google.com/spreadsheets/d/1xhfm1w-nTxbmPEnPbEGdtQTYNlREjNEG86bCn87nrgg/edit#gid=0). Jika dihitung sejak tahun 2009 sampai 2014, IHSG naik sekitar 15.5% tiap tahunnnya. Hal ini menunjukkan semakin panjang jangka waktu investasi kita (>10 tahun), hasilnya akan semakin menguntungkan karena lebih tidak fluktuatif.
  8. Kerja keras dan kerja efektif sehingga memuaskan atasan kita. Jika kita dapat membuat perusahaan/bos kita lebih kaya, umumnya mereka tidak akan ragu untuk menaikkan gaji kita. Setelah naik gaji jangan lupa untuk terus mempertahankan pola hidup sebelum naik gaji yang artinya lebih banyak lagi uang yang bisa diinvestasikan. Untuk menaikan gaji kita, terkadang kita juga perlu berinvestasi di seminar, buku atau media lain untuk meningkatkan kemampuan kita. Investasi ilmu sangat penting, karena dengan ilmu kita akan menghasilkan lebih banyak lagi, tidak hanya tentang uang saja tetapi juga kehidupan kita. Jika dikantor yang sekarang sudah tidak bisa berkembang dan kurang dihargai jerih payah kita, dapat dipertimbangkan untuk mengundurkan diri dan mencari perusahaan lain yang lebih baik. Anda harus berkomunikasi dengan baik kepada bos atau atasan anda mengenai alasan-alasan anda layak dapat gaji yang lebih tinggi.
  9. Jual barang-barang yang sudah tidak di gunakan lagi dan di investasikan kembali. Contohnya, baju yang sudah tidak muat lagi. Sekarang ini sudah banyak website dimana kita bisa mengiklankan barang-barang bekas kita, bahkan ada satu iklan di TV yang mempromosikan websitenya sebagai tempat menjual barang-barang kita yang tidak terpakai.
  10. Melakukan investasi di saham, karena saham adalah pencipta kekayaan paling baik didunia. Agar dapat sukses berinvestasi di saham, kita perlu mempelajari bisnis perusahannya dan mengetahui keuangan dan profitabilitas perusahaan tersebut. Kuncinya adalah membeli saham yang profitnya bagus, bertumbuh, hutangnya cukup aman dan harganya murah dibandingkan dengan nilai perusahaannya. Jika tidak bisa melakukan investasi di saham dengan sendiri, maka bisa berinvestasi di reksadana saham dimana dana kita akan dikelola oleh manager investasi yang kompeten.

Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa untuk menjadi lebih kaya kita perlu menambah penghasilan, mengurangi pengeluaran dan uang yang berlebih itu di investasikan. Yang perlu lebih difokuskan adalah menambah penghasilan dan bukan mengurangi pengeluaran, karena penghasilan bisa tidak terhingga, sedangkan pengeluaran adalah terhingga.

| updated