Cara Menilai Kinerja Karyawan

Untuk mencapai visi, misi dan target perusahaan tentunya akan dipengaruhi banyak faktor yang salah satunya adalah kinerja dari para karyawan yang bekerja di dalamnya. Kinerja sendiri merupakan hasil atau prestasi kerja yang dilakukan para karyawan untuk pencapaian sebuah target.

 Untuk menilai kinerja setiap karyawan, sebuah perusahaan akan melakukan penghitungan secara sistematis yang data dan nilainya dapat dilihat dari segala hal yang dilakukan oleh para pekerjanya dalam setiap hari, minggu, bulan ataupun tahun.

Evaluasi performa masing-masing karyawan juga menjadi tolak ukur untuk mempetimbangkan besaran jumlah bonus atau penilaian prestasi sampai dengan pertimbangan jenjang karir yang akan diberikan oleh perusahaan.

Key Performance Indicators (KPI)

Salah satu cara untuk melihat dan menilai kinerja karyawan adalah dengan menggunakan penghitungan berbasis KPI atau Key Performance Indicators. Sistem yang digunakan pun akan dapat membuat penilaian yang dilakukan benar-benar obyektif dan dapat dijadikan acuan mana karyawan yang produktif juga berkualitas dan mana yang tidak.

Untuk membuat penilaian berbasis KPI, maka dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

Harus obyektif

Tidak semua orang di dalam sebuah perusahaan dapat akrab satu dengan lainnya. Ada saja konflik internal yang terjadi, bahkan itu pun terjadi tidak hanya antara satu karyawan dengan karyawan lain, melainkan juga antara pihak manajemen dengan karyawan.

Oleh karenanya, dalam menyusun sebuah penghitungan berbasis KPI, maka obyektivitas harus tetap dijunjung tinggi karena menjadi satu hal yang lucu jika dilakukan secara subyektif atau berdasarkan perasaan.

Spesifik

Untuk menyusun data-data yang diperoleh dari setiap kinerja para karyawan, maka pihak penyusun harus benar-benar melakukannya dengan profesional dan dilakukan secara spesifik. Dalam hal ini, yang dimaksud spesifik adalah dengan menggunakan detail data yang dapat dinilai dan dianalisis secara jelas dan memiliki bukti kongkrit.

Pengukuran secara spesifik tersebut juga didasarkan pada visi, misi dan target perusahaan yang bersangkutan agar tidak melenceng jauh dari apa yang diharapkan.

SMART

Penilaian dengan menggunakan KPI juga dapat didasarkan pada penggunaan acuan sistem poin SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time). Yang dimaksud dengan Specific adalah seperti yang dijelaskan pada poin 2, yaitu penilaian secara detail dan berdasarkan visi, misi dan target perusahaan.

Sedangkan Measurable adalah pengukuran yang segala sesuatu yang berkaitan dengan kinerja karyawan dan dapat diukur secara jelas. Hal ini berfungsi sebagai tolak ukur pemberian bonus dan sebagainya kepada karyawan.

Achievable adalah target pasti yang dibebankan ke setiap karyawan untuk mencapai target umum yang ingin dicapai perusahaan. Relevant adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas yang diberikan dan juga berdasarkan visi serta misi perusahaan. Dan, Time adalah waktu yang digunakan oleh karyawan dalam menyusun dan menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang dibebankan.

Micro manage

Micro manage adalah pengukuran dan penilaian kinerja karyawan yang datanya dapat digunakan sebagai pembantu dalam menyusun penghitungan berbasis KPI dalam satu bulan atau satu tahun. Micro manage dapat dilakukan berdasarkan setiap target dan kinerja setiap pekerja dalam satu hari yang disusun dan dilaporkan kepada pihak yang lebih berwenang.

Share

Setelah penilaian berbasis KPI berhasil disusun, maka ada waktu ‘jeda’ yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen untuk membagikannya ke seluruh karyawan agar mereka mengetahui apa dan bagaimana saja tingkat kinerja yang mereka lakukan dalam satu bulan. Para karyawan juga dapat mengajukan protes atau keberatan jika ada penghitungan yang ternyata meleset seperti yang tertera dalam draft KPI.

Tujuan dibuatnya penilaian berbasis KPI ini adalah untuk mengevaluasi secara obyektif, spesifik, eksplisit dan secara detail tentang proses kerja setiap karyawan untuk mencapai visi, misi dan target perusahaan.

Dan jika ada atau menerapkannya, maka perusahaan juga wajib memberikan bonus atau pertimbangan kenaikan jabatan bagi setiap karyawan yang memang memiliki kualitas dan prestasi dalam pekerjaannya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *