Cara Menilai Bawahan Dengan Benar

Ketika kita sudah menjadi atasan, kita dituntut harus menilai kinerja bawahan kita. Penilaian terhadap bawahan merupakan suatu komunikasi antar atasan dan bawahan untuk mengetahui kinerja setiap 3 atau 6 bulan, ada juga yang setahun sekali. Penilaian ini juga berguna untuk mengatasi konflik di perusahaan dimana setiap karyawan akan dapat mengeluarkan argumen kepada perusahaan.

Penilaian terhadap bawahan sangatlah penting karena otomatis kita sebagai atasan harus mengetahui sejauh mana bawahan kita sudah berkembang atau mampukah mereka beradaptasi dengan pekerjaan. Bawahan pun mendapat maanfaat dari penilaian ini. Bawahan akan merasa berguna dan merasa dihargai ketika mereka mengetahui apakah keahlian mereka sudah dipakai. Jika terjadi penurunan di pekerjaan sehingga atasan harus menasehati bawahannya dengan tegas sehingga bawahandapat memperbaiki kinerja mereka. Bawahan pun akan lebih termotivasi untuk meningkatkan prestasi.

Sebagai atasan yang baik, kita tidak boleh menilai karyawan dengan subyektif,namun sulit bagi kita mengetahui bagaimana cara menilai dengan objektif. Disini saya sampaikan bagaiman cara menilai bawahan dengan benar.

1. Pakai data yang mendukung

Jika selama ini karyawan harus melaporkan pekerjaannya seperti “timesheet work” atau catatan pekerjaan harian, pakailah data tersebut untuk menilai bawahanmu. Contohnya lihat daftar kehadiran karyawan tersebut apakah sering hadir atau bolos kerja. Anda juga melihat apakah pekerjaannya selalu diselesaikan dengan tepat waktu atau selalu mundur.

2. Beri kesempatan bawahan untuk menilai dirinya sendiri

Jika sudah ada datanya, tanyakan langsung kepada bawahanmu tentang pekerjaan apa saja yang dia kerjakan. Pengetahuan apa yang dia telah dapatkan selama mendapatkan pekerjaan tersebut. Anda dapat membuat laporan penilaian untuk karyawan isi. Biasanya ada presentase penilaian dari segi aspek. Penilaian tersebut akan berguna supaya karyawan dapat menilai dirinya sendiri. Kemudian cocokkan dengan penilaiantersebut dengan penilaiananda sendiri

3. Diskusikan dengan atasan langsung

Selanjutnya jika anda masih belum dapat menilai secara objektif, anda dapat mendiskusikan dengan atasan anda. Anda dapat menyodorkan nilai kepada atasan. Laporkan kinerja bawahan anda dengan jujur. Beri nilai yang adil dan objektifkepada atasan anda. Mungkin saja atasan anda dapat membantu penilaian anda.

4.Adakan pertemuantatap muka

Sediakan waktu tertentu di sela-sela kesibukkan. Umumkan hari penilaian sebelumnya supaya bawahan menyiapkan diri jika ditanya. Kegiatan ini sangat penting untuk meluangkan waktu mengobrol dengan bawahan kita. Jangan membuat pertemuan yang terkesansangat kaku di mata bawahan. Mulailah dengan pembicaraan yang sederhana atau pertanyaan tentang kesulitan yang dihadapi bawahan.

5. Berikan hasil penilaian kita

Jika sudah sampai di tahap ini, kita tanyakan mengapa karyawan memberi nilai pada dirinya sendiri. Jika ada nilai yang tidak berkenan atau tak sesuai di mata kita, kita tanyakan secara pelan dan baik-baik saja. Berikan kesempatan kepada bawahan untuk mengungkapkan argumennya. Disini anda dituntut untuk mengendalikan emosi anda. Disitu anda juga akan dihormati oleh karyawan anda.

6. Berikan Motivasi

Tak hanya kritik yang anda sampaikan. Mungkin saja selama ini karyawan sudah jenuh dengan pekerjaannya. Berikan motivasi atau rahasia anda kepada karyawan bagaimana dapat sukses sebagai atasan. Sebagai atasan yang baik, anda juga harus memonitor sikapnya. Jika nilainya baik, anda harus memberikan penghargaan atau pujian.

7.Bangun pengembangan untuk kinerja bawahan

Jika sudah bertatap muka, anda serta merta tidak boleh tinggal diam disini saja. Anda tetap harus mengontrol kinerja karyawan. Awasi apakah mereka sudah melakukan sesuai nasehat yang anda berikan. Beri saran kepada departemen sumber manusia di perusahaan anda untuk membuat acara yang memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *