Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Jelang akhir tahun 2015 ini kita sering mendengar berita bahwa perekonomian Indonesia sedang melemah—meski belum sampai mengalami krisis. Melemahnya ekonomi tersebut pasti memengaruhi kondisi perekonomian mulai dari tingkat keluarga kecil hingga perusahaan internasional. Bagi anda yang sedang membangun rumah tangga, pengaturan keuangan menjadi mutlak untuk dilakukan bersama keluarga. Tak lain upaya itu bertujuan untuk menjaga agar dengan pemasukan yang ada anda masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, menabung, dan berinvestasi.

Kali ini kami akan membagikan beberapa tips untuk mengatur keuangan keluarga tersebut. Beberapa tips ini adalah persoalan mendasar yang sangat penting untuk anda pahami demi hidup yang lebih baik. Seringkali masalah yang terjadi adalah bukan kurangnya pemasukan, tetapi kelirunya mengatur keuangan yang ada. Berikut beberapa langkah yang kami sarankan:

  1. Buatlah Peta Besar Keuangan Keluarga

Buatlah peta besar keuangan keluarga. | via jejaringbisnis.com

Bagaikan berada pada suatu peperangan, kita harus tahu di mana tempat paling tepat untuk meletakkan markas kita, di mana tempat yang paling baik untuk memulai serangan, di mana tempat paling rahasia bagi kita untuk berlindung, serta pada daerah mana saja kira-kira pasukan lawan akan mengepung kita. Keuangan keluarga anda juga harus memiliki peta yang besar. Untuk membuat peta tersebut anda harus menguasai segala seluk beluk informasi tentang aset keluarga, jumlah tabungan, jumlah dan jenis investasi, pendapatan, pengeluaran, hingga utang yang barangkali masih perlu anda lunasi setiap bulannya. Informasi itu sangat berguna bagi anda untuk menentukan langkah yang selanjutnya. Kita akan mengelola keuangan keluarga berdasarkan data dan bukan asumsi belaka yang adalah hitungan di atas kertas saja.

Susunlah peta besar itu dalam selembar kertas saja dan tuliskan dengan agak kasar saja soal nilai, tetapi detil soal pos-pos yang ada. Keuntungan dari dituliskan dalam selembar kertas adalah anda bisa langsung melihat pos-pos itu dalam sekali pandang saja, tanpa harus membolak-balik dan memisahkan yang ada. Dengan melihat peta besar dan keterkaitannya itu anda akan bisa melihat dan membandingkan mana yang lebih banyak jumlahnya antara pendapatan dan pengeluaran, antara utang dan tabungan, antara investasi dan aset, dan sebagainya. Perbandingan itu akan membuat anda lebih jeli untuk menyusun langkah selanjutnya. Jangan lupa juga untuk memberi warna tertentu pada pos-pos yang anda anggap berbahaya untuk dilanjutkan, atau pos-pos yang sangat berpotensi untuk anda garap lebih jauh.

  1. Hitung Pendapatan Keluarga Setiap Bulannya

Setelah anda mendapatkan gambaran besar soal peta keuangan keluarga anda, hal berikutnya yang perlu anda lakukan adalah menuliskan detil. Kami menyarankan detil pertama yang anda buat adalah menghitung pendapatan keluarga anda setiap bulannya. Katakanlah anda menghitung berapa total dana yang masuk ke rekening anda pada bulan lalu. Jika anda sudah berkeluarga kami sangat menyarankan untuk terbuka kepada pasangan soal pendapatan ini. Termasuk jika anda dan pasangan adalah pribadi yang sama-sama bekerja. Terbukalah satu sama lain agar dapat melihat berapa pendapatan masing-masing agar hitungan total pendapatan keluarga bisa terwujud dengan jelas. Seringkali kita menemui ada pasangan rumah tangga yang masing-masing tidak terbuka soal pendapatannya, bukannya mendapatkan privasi yang diharapkan tetapi yang ada justru perasaan saling curiga yang sebenarnya tidak perlu ada.

Langkah ini bisa anda mulai dengan menghitung gajian anda dan pasangan setiap bulannya. Bila perlu, setiap komponen gaji dihitung dengan detil mulai dari gaji pokok, tunjangan, potongan pajak penghasilan, uang lembur, bonus, dan sebagainya. Jika anda adalah seorang pengusaha atau pedagang, maka hitunglah dengan cermat omzet, keuntungan bersih, pemasukan dari iklan, dan sebagainya. Jangan lupa juga untuk turut menyertakan jumlah tabungan anda, nilai investasi, pemasukan dari sewa rumah barangkali, ataupun keuntungan yang didapat dari bisnis sampingan yang barangkali lebih kecil. Menghitung pendapatan ini penting sekali. Bagaikan perang, kita harus tahu kekuatan pasukan kita. Ada berapa pasukan pendobrak, ada berapa senapan dan peluru, kendaraan tank, dan sebagainya. Perbekalan detil ini adalah penentu bagaimana strategi kita selanjutnya.

  1. Hitung Pengeluaran Keluarga Setiap Bulannya

Ketika pendapatan sudah dihitung dengan rinci, sekarang saatnya untuk melihat dengan cermat pengeluaran keluarga anda bulan lalu. Bila perlu catatlah hingga hal-hal kecil yang selama ini jarang untuk anda lewati. Setidaknya ada dua komponen besar yang perlu anda lihat, yaitu pengeluaran wajib dan pengeluaran rutin. Pos yang masuk pada pengeluaran wajib di antaranya cicilan kredit rumah, kredit kendaraan, premi asuransi, dan sebagainya. Pengeluaran ini biasanya bersifat wajib dengan jumlah yang relatif sama, dan kalau sampai ada penundaan akan terkena denda. Menurut beberapa pakar keuangan yang ada, rata-rata pengeluaran wajib yang anda keluarkan ini janganlah melebihi 30 persen dari total pendapatan keluarga anda setiap bulannya. Jika anda hitung sudah melebihi batas aman tersebut, maka anda harus mulai merombak ulang skema pendapatan dan pengeluaran keluarga anda.

Jenis pengeluaran yang kedua adalah pengeluaran rutin rumah tangga. Pos yang masuk dalam pengeluaran rutin ini adalah biaya listrik dan air, biaya sekolah, belanja makanan, pakaian, dana untuk rekreasi, serta pengeluaran lainnya. Pengeluaran rutin rumah tangga ini punya karakteristik yang berbeda, misalnya, jumlahnya yang sangat fluktuatif dan tidak pasti (kecuali biaya sekolah anak). Misalnya, bulan ini anda sering kedatangan tamu dan rekan yang memaksa anda harus menraktir di restoran-restoran, sedangkan bulan sebelumnya anda bisa menghemat banyak karena lebih sering memasak di rumah. Begitu pula dengan kebutuhan anda soal pakaian, misalnya, bulan lalu harus membeli jas, sedangkan bulan ini hanya membeli kaos dalam saja. Bagaimanapun, pengeluaran rutin itu harus dihitung juga. Kalau agak sulit, bisalah dibuat dalam bentuk rata-rata saja.

  1. Investasi dan Tabungan Dulu, Baru Kebutuhan

Investasi dan tabungan dulu, baru kebutuhan. | via www.dokterbisnis.net

Setelah anda bisa melihat dengan rinci jumlah total pendapatan anda dan total pengeluaran anda dalam sebulan, kini saatnya anda menghitung kembali. Kita sering mendengar ajaran untuk menabung uang yang menjadi sisa pengeluaran kita untuk memenuhi kebutuhan. Ajaran tersebut barangkali tidaklah salah, tetapi jaman sudah berubah dan ada ajaran yang lebih relevan untuk diikuti: sisihkan terlebih dahulu untuk investasi dan tabungan, baru anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan. Logikanya begini, katakan pendapatan keluarga Rp 5 juta. Bulan ini anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan sebanyak Rp 4 juta, sisanya Rp 1 juta bisa ditabung. Namun bulan kemarin agak membengkak hingga harus mengeluarkan Rp 4,3 juta untuk pengeluaran, sisa yang ditabung hanya Rp700 ribu saja. Hal yang dibutuhkan sekarang adalah investasi dan tabungan dalam jumlah yang tetap setiap bulannya, sehingga lebih menguntungkan dibanding digunakan untuk pengeluaran terlebih dahulu. Investasi pun kini juga bisa beragam dengan harga yang sangat bersahabat.

Baca: Menakar Keuntungan Reksa Dana dibanding Deposito

Kemudian dalam menentukan kebutuhan pun anda harus menentukan dengan sangat jelas. Bedakan antara keinginan dengan kebutuhan. Anda harus keras terhadap diri sendiri dan keluarga soal ini, pasalnya seringkali di sinilah pos pengeluaran terbesar yang ada. Kita merasa bahwa itu adalah kebutuhan yang punya nilai urgensi tinggi yang harus segera dipenuhi, tapi ternyata itu adalah keinginan atau sekadar hasrat untuk menjaga prestise anda di hadapan rekan anda. Bila perlu buatlah daftar yang anda butuhkan dengan rinci dalam sebuah tabel. Pada kolom pertama tulislah kebutuhan sebanyak mungkin dalam sebulan, kolom sampingnya adalah keinginan. Selesai pada kolom pertama coba anda menarik diri dan merefleksikan mana saja poin-poin pada kolom kebutuhan yang sebenarnya berada pada kolom keinginan yang ada di sampingnya.

  1. Susunlah Anggaran Serinci Mungkin

    Susunlah anggaran dengan realistis. | via www.ciputraentrepreneurship.com

Setelah anda bekerja berdasarkan data yang sudah tersedia pada bulan-bulan lalu, kini saatnya anda melihat jauh ke depan. Saatnya menyusun anggaran anda serinci mungkin. Dari mana anda bisa menyusun anggaran? Pertama, lihatlah peta besar yang sudah anda susun pada langkah pertama. Itulah kondisi kesehatan keuangan keluarga anda secara keseluruhan. Setelah itu barulah anda lihat detil pemasukan dan pengeluaran yang ada dalam keluarga anda. Perhatikanlah setiap detil tersebut untuk mencoret mana saja pos-pos yang bisa lebih dihemat. Misalnya, untuk berbelanja pakaian kerja, anda bisa melakukannya beberapa bulan sekali, tidak harus setiap bulan. Buatlah anggaran tersebut dengan detil dan jangan sampai membebani keuangan anda.

Itulah beberapa tips yang bisa kami sampaikan. Sebenarnya setiap tips itu bukanlah sesuatu yang sulit. Sesuatu itu menjadi sulit ketika tidak dikerjakan. Jadi sebelum tujuan finansial anda menguap atau melebur bersama kesibukan harian, segera ambil tindakan untuk melakukan pengelolaan keuangan keluarga anda. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *