Cara Mendapatkan Pendapatan Pasif

Dari satu klasifikasi pendapatan, kita mengenal istilah pendapatan pasif dan pendapatan aktif. Sedikit mereview saja, pendapatan aktif berarti pendapatan yang diterima oleh seseorang dari pekerjaan yang dilakukan. Sedangkan pendapatan pasif berarti pendapatan yang diterima oleh seseorang dari pekerjaan ‘pasif.’ Kata pasif di sini perlu ditekankan karena bukan berarti duduk bermalas-malasan tetapi mendapatkan uang.

Hal penting yang membedakan kedua pendapatan ini adalah pada fokusnya. Pendapatan pasif fokus pada pembentukan sistem dan pengumpulan aset. Jadi bukannya duduk bermalas-malasan, mereka yang memperoleh pendapatan pasif ini barangkali juga berjuang mati-matian untuk kemudian bisa membentuk sistem dan mengumpulkan aset yang akan mendatangkan pendapatan bagi mereka.

Lantas, bagaimana cara kita bisa mendapatkan pendapan pasif? Caranya tidak mudah, tetapi dengan tekad dan pengetahuan yang cukup mumpuni, kita pasti bisa melakukannya. Paling tidak kita haruslah fokus untuk membangun lima pilihan aset dan sistem yang bisa kita bentuk berikut:

#1 Properti

Ada begitu banyak cara yang bisa kita lakukan dalam bidang ini. Selain karena model bisnisnya banyak, jenis properti juga relatif banyak. Hanya saja memang dibutuhkan modal yang lumayan besar untuk kemudian memperoleh pendapan pasif dari jenis yang satu ini. Cara yang paling umum adalah anda membeli sebuah rumah, kemudian anda menyewakannya dalam jangka waktu tertentu. Hal ini dianggap salah satu pendapatan pasif karena yang anda lakukan adalah membangun aset anda. Rumah, dalam pandangan tertentu bukanlah aset, melainkan liabilitas, tapi itu hanya berlaku apabila rumah itu tidak digunakan sebagai investasi. Selain rumah, yang biasanya marak di dekat kantor atau kampus adalah membangun atau membeli rumah kos, lalu menyewakan kamar-kamarnya.

Baca: Review Buku Rich Dad Poor Dad

#2 Royalti

Untuk yang satu ini, barangkali tidak semua dari kita bisa melakukannya. Biasanya mereka yang bisa mendapatkan pendapatan pasif dari royalti adalah mereka yang seorang dari golongan ‘elite.’ Royalti ini biasa didapatkan oleh para penulis buku, seniman, hingga ilmuwan. Ketika mereka menciptakan karya mereka, entah itu buku, lagu, penemuan baru, dan segala macamnya, mereka bisa mendaftarkannya sebagai royalti. Artinya pihak yang akan menggunakan karya mereka itu harus membayar sejumlah uang kepada mereka. Kendati agak sulit, sebenarnya ada peluang besar saat ini yaitu pada sisi pemasarannya. Banyak musisi indie yang saat ini merekam musiknya secara mandiri dan menjualnya secara mandiri pula melalui toko online (unduh berbayar).

Baca: Rumus 4P dalam Marketing

#3 Investasi pada Produk Keuangan

Produk keuangan ada banyak ragamnya. Kita bisa memilihnya tergantung tujuan finansial kita serta kondisi yang ada sekarang ini. Bagi anda yang masih belajar untuk investasi barangkali mengambil yang paling aman atau minim risiko seperti tabungan atau deposito. Kemudian ada juga yang kemudian mulai mengambil produk reksa dana dengan berbagai macam produknya. Reksa dana dianggap memiliki potensi keuntungan lebih besar dari pada tabungan dan deposito karena bagaimanapun juga punya risiko lebih besar. Namun itu bukan paling besar, mereka yang sudah berpengetahuan cukup juga investasi pada saham. Bukannya para investor itu tidak melakukan apa-apa, tetapi kalau waktunya tepat mereka bisa menjual saham dan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Baca: Panduan Cara Investasi Reksa Dana

#4 Waralaba

Saat ini waralaba sudah banyak sekali jumlahnya. Anda bisa melirik mulai dari bidang kesehatan, makanan, hiburan, laundry, hingga toko jual mobil bekas. Untuk bisa memiliki waralaba, pada umumnya anda memang harus menyediakan dana yang cukup besar, apalagi bila potensi keuntungan waralaba tersebut memang tinggi. Dengan membayar, anda lalu bisa memiliki toko, barang, berikut manajemennya, lantas tiap periode waktu tertentu anda akan mendapatkan pembagian keuntungan dari bisnis tersebut.

Baca: Pertimbangan Sebelum Membeli Usaha Waralaba

#5 Membangun Bisnis

Nah, untuk yang terakhir ini anda memang harus kerja ekstra keras. Anda tidak hanya membangun sebuah produk lalu anda jual, tetapi anda harus membangun sistem bisnis di dalamnya. Kalau anda masih membangun produk saja, itu artinya belum pendapatan pasif. Namun ketika sistem bisnis sudah terbentuk, artinya anda bisa mendelegasikan tugas manajerial kepada karyawan anda. Sementara mereka bekerja pada anda, anda bisa mengerjakan hal-hal lain untuk mewarnai kehidupan anda.

Baca: 6 Cara Membuat Ide Bisnis Anda Jadi Kenyataan

Jadi memang pada dasarnya anda perlu membangun sistem dan/atau menempatkan aset anda pada saat yang tepat. Saat itulah mereka akan bekerja sendiri tanpa anda harus selalu meluangkan waktu dan energi di dalamnya. Bersiaplah menghadapi kebalikan, uang yang akan mengejar anda.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *