Cara Memulai Bisnis

Sebelum memulai bisnis harus dilakukan terlebih dahulu analisa bisnisnya. Oleh karena itu bagi saya, cara memulai bisnis yang terbaik adalah dengan melakukan perencanaan bisnis terlebih dahulu. Perencanaan ini penting agar kita dapat mengetahui kemungkinan bisnis ini akan sukses atau tidak dikemudian hari. Untuk memulai bisnis tidak cukup hanya berdasarkan passion, namun harus melihat realita. Misalnya karena hobi memasak lalu berencana membuat restoran tanpa mengetahui dengan jelas persaingan dan modal yang dibutuhkan kurang, maka hal itu sama saja bunuh diri. Lebih baik dilakukan perencanaan yang cukup matang terlebih dahulu agar ketika bisnis sudah berjalan tidak menyesal di kemudian. Namun perlu di ingat agar jangan terlalu dipikirkan rencana tersebut atau terlalu perfeksionis yang berakibat tidak memulai-mulai bisnisnya.

Hal-hal yang perlu diketahui sebelum memulai bisnis saya tuliskan dibawah ini.

Modal

Sebelum memulai bisnis sebaiknya memiliki modal yang cukup untuk bertahan hidup setidaknya selama 1 tahun. Tanpa modal yang cukup bisnis tidak akan berjalan dengan baik. Banyak bisnis yang akhirnya tutup karena modal yang kurang. Jika modal kurang lebih baik mengumpulkan uang terlebih dahulu sampai cukup. Atau jika ingin tetap memulai bisnis dengan modal terbatas dapat dilakukan dengan mencoba mengurangi biaya-biaya yang dibutuhkan atau berhemat. Kita dapat juga memulai dengan skala kecil dengan modal yang lebih kecil, dan seiring perkembangan waktu dapat memperbesar bisnisnya. Modal ini harus di rincinkan dari semua hal yang dibutuhkan untuk beroperasi, mulai dari inventori, sewa tempat usaha dan sebagian biaya operasional. Dengan modal yang cukup akan memastikan kita dapat tetap bertahan menjalani bisnis tersebut dalam keadaan sulit.

Baca Juga:

Tingkat kompetisi

Ketika ingin memulai bisnis, umumnya kita melihat ada peluang yang dapat diambil. Jika  merasa bahwa peluangnya cukup besar artinya kita merasa bahwa pertarungan dapat dimenangkan karena ada celah yang dapat dimanfaatkan. Contohnya melihat bahwa tidak ada toko kelontong sekitar suatu daerah artinya ada peluang yang dapat dimanfaatkan karena kompetitor yang tidak ada. Atau jika ingin membuka tempat makan di foodcourt, haruslah tidak ada tempat makan lain yang memiliki jenis makanan yang akan kita jual. Dengan mengenal kompetitor-kompetitor yang ada, maka kita dapat mengetahui tingkat kompetisi yang ada dan apakah cukup pasarnya ketika kita berbisnis.

Analisa 4P

Analisa lain yang wajib kita lakukan adalah analisa 4P, yang mencakup:

  • Produk: detail produk atau layanan yang kita jual beserta target pasarnya
  • Harga: harga dari produk atau layanan yang di jual
  • Pemasaran: media,strategi dan budget pemasaran yang digunakan
  • Lokasi: media atau tempat dimana pelanggan dapat membeli jasa atau layanan

Analisa keuangan

Jika sebelumnya kita telah menentukan modal yang dibutuhkan maka perlu dilakukan analisa lebih lanjut mengenai keuangannya, seperti pendapatan, pengeluaran dan laba bisnis. Dengan data-data tersebut dapat diperoleh perkiran tingkat pengembalian modal dan berapa lama untuk balik modal.

Setelah memperoleh semua data-data diatas, berarti rencana bisnis telah selesai dilakukan dan dapat dianalisa apakah bisnis tersebut layak di jalankan atau peluang berhasilnya rendah. Mungkin bisnis tersebut dapat menghasilkan keuntungan, namun jika modalnya dimasukkan ke deposito hasilnya lebih tinggi, lebih baik tidak melanjutkan bisnis tersebut. Ada dua macam bisnis, yang pertama yang dapat  dikembangkan menjadi besar dan yang kedua terdapat keterbatasan sehingga sulit untuk menjadi besar. Jika target kita hanya mendapatkan penghasilan berkala berarti tidak membutuhkan bisnis yang dapat menjadi besar.

 

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *