Cara Melatih Otak Agar Bijak Dalam Pengeluaran

Kesehatan keuangan tentu menjadi idaman tiap orang, apalagi jika pendapatannya tidak diatas rata-rata, atau bisa dibilang pas-pasan. Hidup tenang, tanpa dililit utang. Atau jika memang berutang, utang tersebut lancar terbayar tanpa hambatan. Siapa yang tidak mau?

Namun, hal tersebut tentu saja tidak bisa dilakukan oleh semua orang dengan gampang. Perlu adanya latihan-latihan khusus meskipun ringan yang dapat membantu Anda menjadi lebih baik dalam mengambil keputusan, terutama masalah keuangan. Mengapa harus melatih otak? Dalam hal keuangan ini, latihan terhadap otak tersebut bertujuan agar dapat mengidentifikasi mana kebutuhan dan mana yang sekedar keinginan dan bukan merupakan kebutuhan mendesak (masih bisa ditunda) sehingga, pengeluaran tidak berantakan dan pada akhirnya membuat keuangan Anda berantakan juga. Itu salah satunya, terutama dalam hal keuangan. Masih banyak manfaat lain yang bisa didapatkan jika kita sering melatih otak kita.

Pikir ulang, apakah Anda bahagia setelah melakukan pembelian?

Memang, berbelanja sering dijadikan sebagai alasan orang untuk menghilangkan stress. Coba dipikir ulang. Apakah Anda benar-benar tenang setelah membeli barang tersebut? Atau setelah itu, malah Anda menjadi pusing karena akan ada tagihan yang harus dibayar beberapa waktu yang akan datang?

Coba latih otak Anda dengan cara membuat kebiasaan / pola baru dalam pengelolaan keuangan Anda. Agar Anda pada akhirnya bisa berbahagia ketika memutuskan sesuatu dalam hal ini melakukan suatu pembelian. Diharapkan dengan pola baru tersebut, Anda bisa lebih tenang. Mungkin Anda malah bisa menabung, berinvestasi atau bahkan beramal dari apa yang Anda hasilkan, karena Anda bisa mengubah pola kehidupan keuangan Anda dari melatih otak tersebut.

Hilangkan pikiran bangga pernah membeli suatu barang, daripada membeli karena memang butuh

Sebaiknya hilangkan pemikiran dalam melakukan pembelian karena sedang tren atau ingin menaikkan gengsi. Belilah barang yang memang kita butuh. Dengan harga yang lebih rendah tapi manfaatnya sama, hal tersebut akan membuat kita lebih bahagia ketika melakukan pembelian suatu barang. Jangan terlalu memiliki keinginan untuk membuat orang lain terkesan, apalagi orang-orang yang belum tentu mengenal kita dengan baik (dalam hal ini sosial media). Latih otak Anda untuk selalu memikirkan kebaikan diri sendiri dan keluarga, tanpa harus berusaha membuat orang lain terkesan. Karena jika ada sesuatu yang terjadi, yang menolong adalah diri kita sendiri beserta keluarga.

Jika perlu, lakukan trik-trik tertentu pada otak kita agar tidak terlalu boros

Jika tingkat keborosan Anda sudah boros, melakukan trik tertentu pada otak kita sendiri tidak ada salahnya, tapi tetap tahu batas. Ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk membatasi keborosan. Misalnya, ada laporan yang menyatakan bahwa orang sering berbelanja tanpa memperhatikan bahan bakar. Intinya adalah tentang pelacakan pengeluaran Anda. Jika berbelanja disuatu tempat yang jauh terlalu memakan bahan bakar, catat dan usahakan untuk tidak berbelanja di daerah tersebut. Itu hanya salah satu contoh kecil saja. Yang jelas, tracking dari pengeluaran sangat penting sebagai latihan otak Anda juga, agar tidak terjebak keborosan.

Jadi salah satu cara untuk melatih otak Anda untuk menanamkan aturan-aturan itu. Riset membuktikan bahwa pengetahuan yang Anda miliki mengenai pengeluaran terutama dari hasil pelacakan pengeluaran tersebut membuat Anda lebih sulit untuk membuat pembelian yang menyebabkan pemborosan.

Ada juga penelitian yang menunjukkan pengeluaran uang jauh lebih mudah ketika Anda membayar dengan kredit. Orang-orang menggunakan kartu kredit untuk alasan kenyamanan, yang berarti secara tidak langsung, pengalaman tersebut merupakan pengalaman yang menyakitkan dan membuat Anda berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk membeli. Jadi jika Anda berpikir Anda tidak mengelola uang Anda dengan baik, tempat yang paling jelas untuk memulai adalah dengan mengelola uang tunai Anda. Secara psikologis, itu lebih menyulitkan Anda untuk menggunakan uang yang Anda miliki saat kenyataannya Anda dihadapkan dengan kertas tagihan.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *