Cara Kerja MLM

MLM atau Multi Level Marketing memang sangat tenar beberapa waktu yang lalu sebab mampu menghasilkan banyak uang bila berhasil mengajak banyak orang untuk bergabung. MLM sendiri memiliki produk yang diperjual belikan sebagai barang dagangannya namun tidak berfokus seperti itu saja. Ada kalanya member MLM suatu perusahaan akan merekrut orang lain dan mendapatkan keuntungan dari orang yang diajaknya bergabung. Seseorang bisa saja mendapatan keuntungan hanya dengan mengajak orang lain bergabung. Tidak jarang oran menyebut MLM sebagai peluang bisnis yang menerapkan konsep piramida.

MLM

Sayangnya hal ini tidak 100% benar , pasalnya mereka juga akan menerima hasil dari kegiatan merekrut orang lain atau penjualan produk. Sistem kerja MLM sendiri bisa dijelaskan dengan penggambaran seperti ini. sebuah perusahaan minuman hendak memasarkan produknya lalu bergabunglah A sebagai mitra. Disini perusahaan minuman memiliki tugas untuk menyediakan produk yang akan dijual sedangkan A yang akan memasarkannya. Pihak A akan menerima keuntungan dari selisih harga produk yang dijual. Bila pihak A merekrut anggota akan anggota tersebut akan mendapatkan harga baru dari pihak A begitu seterusnya sehingga A mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Sumber: http://www.dhakatribune.com/

Sumber: http://www.dhakatribune.com/

Untuk memahami cara kerjanya lebih dalam anda bisa membaca tahapan-tahapannya berikut ini:

1. Anda awalnya akan disponsori oleh pihak yang lebih awak bergabung dengan perusahaan MLM. Disini peran anda adalah menjual produk sebanyak mungkin dan membentuk jaringan distribusi yang luas dengan cara merekrut member baru.

2. Tentu saja untuk menjadi anggota diperluakan uang pendaftaran dan mengisi formulir pendaftaran. Ketika anda dinyatakan diterima maka anda akan mendapatkan banyak informasi mulai dari buku pedoman, kartu anggota , majalah ,formulir pesanan dan informasi produk dan lain sebagainya.

3. Menandatangani kontrak biasa juga dilakukan untuk bisnis MLM. Kontrak akan berisi mengenai ketentuan harga produk dan perihal bonus maupu komisi hingga harga produk.

4. Setelah itu anda bisa memulai usaha dengan cara menjual produk anda bisa secara langsung maupun tidak langsung.

5. Membentuk jaringan yang luas merupakan strategi bisnis ini dengan semakin banyak anggota yang direkrut maka semakin banyak pula anda mendapatkan bonus atau komisi. Dari sinilah muncul konsep piramida yang dibahas sebelumnya. Konsep piramida ini yang membuat MLM juga bertaburan pandangan negative sehingga jarang yang ingin bergabung dengan usaha jenis ini. hal ini sebenarnya bisa dihapus dari statement publik bilamana anda mampu menunjukkan bukti konkrit seperti keberhasilan dari bisnis MLM yang anda ikuti.

Anda juga bisa lebih selektif lagi dalam melihat perusahaan MLM yang baik dan benar. Beberapa tips yang bisa anda terapkan untuk menemukan perusahaan MLM yang tepat ialah:

a. Anda bisa memulai dari investigasi harga produk perusahaan tersebut apakah masuk akal atau tidak.

b. Perusahaan tersebut juga harus memiliki badan hukum yang jelas yang mana bisa menunjukkan bukti konkritnya. Bukti tersebut bisa berupa NPWP atau SIUP perusahaan yang hendak akan anda jadikan mitra.

c. Diharapkan memiliki sistem bisnis yag adil bagi semua membernya tak peduli yang bergabung dari awal atau yang ikut belakangan. Sistem bisnis MLM yang cukup adil dan bertahan hingga puluhan tahun ialah Oriflame yang bisa anda jadikan contoh.

d. Perusahaan MLM tentu saja harus memiliki produk yang jelas dan upline dapat membantu atau memotivasi downlinenya agar mampu membangun jaringan produk lebih besar lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *