Biaya Hidup di Jerman

Banyak orang Indonesia yang beranggapan bahwa biaya hidup di Jerman sangatlah mahal. Hal ini perlu anda ketahui bahwa untuk bisa bertahan di Negara ini tak semahal yang ada dibenak anda. Biaya hidup di Negara Jerman jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Negara Australia atau Amerika Serikat. Memiliki cita-cita untuk bisa menuntut ilmu sampai ke luar negeri mungkin menjadi salah satu yang banyak orang Indonesia inginkan, namun biasanya masalah muncul ketika membicarakan soal biaya.

Biaya Hidup Jerman

Banyak yang beranggapan bahwa untuk bisa menuntut ilmu sampai ke Negara lain membutuhkan banyak biaya terutama untuk biaya hidup juga biaya sekolah tiap semesternya. Namun hal ini sungguh tak berlaku untuk Negara Jerman. Jerman menyediakan berbagai macam tempat tinggal dengan biaya yang sangat bervariasi yang bisa dilihat berdasarkan jenis dari tempat tinggal itu sendiri. Di Jerman terdapat 3 macam tempat tinggal untuk para mahasiswa dari negara lain yang tinggal di Jerman, pertama asrama (Studentenwohnheim), kedua WG (Wohngemeinschaft yaitu berupa 1 apartemen yang berisi beberapa kamar untuk setiap kepala), ketiga Zimmer-Wohnung berupa 1 apartemen saja yang dingunakan hanya untuk satu orang saja. Dengan biaya yang dikeluarkan sekitar 180 hingga 300 euro dengan rata-rata kurang lebih 250 euro. Namun banyak kampus yang merekomendasikan wohnung sendiri bagi para calon mahasiswa.

Sumber: http://3.bp.blogspot.com/

Sumber: http://3.bp.blogspot.com/

Mahasiswa yang berminat bisa mendaftarkan diri di studentenwerk yang merupakan agen tempat tinggal khusus bagi paramahasiswa dan di setiap provinsi selalu ada layanan ini. Jika ingin melanjutkan study ke Jerman hal yang perlu diperhatikan adalah mengenai asuransi kesehatan. Karena setiap mahasiswa di Jerman diwajibkan untuk memiliki asuransi kesehatan. Dengan biaya yang perlu dikeluarkan untuk bisa mendapatkan asuransi kesehatan rata-rata sekitar 60 euro. Untuk transportasi sendiri anda bisa berjalan kaki jika lokasi kampus dengan tempat tinggal jaraknya dekat. Namun anda juga bisa dengan naik bus atau kereta. Akan lebih efesien lagi jika jarak antara kampus dan tempat tinggal tidak terlalu jauh bisa membeli sepeda.

Untuk mengisi perut anda disana menyediakan berbagai macam variasi, tergantung dari sesering anda untuk jajan di luar dan tergantung juga dengan bahan masakan yang dipesan. Biasanya orang yang kerap tinggal di Jerman menyisihkan untuk biaya makan sekitar 5 euro per hari (sekitar 150 euro per bulannya). Namun untuk masalah perut ini tergantung sekali dengan gaya hidup tiap individunya. Bila sering makan di luar dapat dipastikan pengeluaran anda akan membengkak. Ingin hemat anda bisa memasak nasi sendiri dan hanya membeli untuk sayurnya jika ada waktu masaklah sendiri sayuran yang mudah untuk anda masak dan bahan yang mudah untuk anda temukan disana tentunya yang berstatus halal.

Untuk masalah toiletary  seperti odol, sabun, shampo, parfum dan lain-lainnya anda bisa dapatkan dengan harga yang tak jauh beda dengan di Indonesia. Bagi mahasiswa pasti membutuhkan telepon juga jaringan internet bukan. Yang paling utama biasanya itu mengenai jaringan internet untuk pengerjaan tugas-tugas kuliah. Anda bisa membeli kartu internet murah dan disarankan jangan membeli kartu di stasiun atau bandara karena harganya pasti sangat mahal. Pada dasarnya murah atau mahal biaya hidup itu tergantung bagaimana cara tiap individu memanage penggeluaran.

Selain itu gaya hidup juga sangat berpengaruh terlebih dalam bagaimana mereka bisa menekan pengeluaran-penggeluaran yang kurang berguna.  Menggunakan pemasukan yang diterima secara bijak dan tak berfoya-foya sangat dianjurkan. Untuk menambah pemasukan anda bisa ikuti kerja paruh waktu yang biasanya banyak toko-toko atau restoran yang mencari pekerja paruh waktu.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *