Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (04 Maret 2014)

Bank Permata Luncurkan Kartu Kredit dan Debit 2014 FIFA World Cup

Dengan semakin dekatnya pesta sepak bola dunia di tahun ini, PT Bank Permata Tbk meluncurkan kartu kredit dan debit khusus edisi 2014 FIFA World Cup Brazil. Untuk menarik minat nasabah, Bank Permata meluncurkan program Permata Familionaire dengan hadiah total Rp 10 miliar dan paket menyaksikan pergelaran pertandingan Piala Dunia 2014 di Brasil bersama keluarga. Dan saat ini Bank Permata merupakan satu-satunya bank Indonesia yang mendapatkan lisensi penuh sebagai mitra bank resmi di Indonesia dalam 2014 FIFA World Cup di Brasil. Adapun kelebihan dari kartu debit yang dikeluarkan Bank Permata berupa gratis tarik tunai di Automatic Teller Machine (ATM) mana saja di seluruh dunia, termasuk jaringan ATM Bersama, ALTO, Prima, dan Visa/Plus, dengan ketentuan minimum saldo sesuai dengan ketentuan rekening .

Adira Jajaki Pinjaman US$ 200 Juta

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menjajaki pinjaman sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun dari sindikasi bank asing. Anak usaha PT Bank Danamon  Indonesia Tbk (BDMN) itu menginginkan pinjaman bertenor tiga tahun. Adira akan menggunakan pinjaman tersebut untuk keperluan pembiayaan kendaraan. Tahun ini, perseroan menargetkan pembiayaan sebesar Rp 36- 37 triliun atau meningkat 9,5% dibandingkan 2013 senilai Rp 33,8 triliun. Tahun lalu, pembiayaan perseroan tumbuh 4% dibandingkan 2012 senilai Rp 32,4 triliun. Komposisi pembiayaan perseroan terdiri atas 60% untuk kendaraan roda dua dan 40% untuk kendaraan roda empat.

Wika Beton Targetkan Dana IPO Hingga Rp1,3 riliun

PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) menargetkan dana penawaran umum perdana saham (IPO) sekitar Rp1,2-Rp1,3 triliun untuk ekspansi usaha dan tambahan modal kerja. Dana IPO sekitar 18,5% akan digunakan untuk pengolahan quarry material alam di Cigudeg, Donggala, Boyolali, dan Lampung Selatan. Kemudian, sekitar 39,5% untuk pembangunan pabrik baru di Lampung Selatan, Pasuruan, dan Kalimantan Timur. Selain itu, sekitar 19,5% dari dana IPO juga untuk penambahan kapasitas pabrik di Sumatra Utara, Lampung, Bogor, Karawang, Majalengka, Boyolali, Sulawesi Selatan, dan cetak produk. Dalam melakukan IPO ini, perseroan telah menunjuk empat perusahaan sekuritas antara lain PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sucorinvest Central Gani.
Adapun masa penawaran awal IPO pada 4 Maret-17 Maret 2014, pernyataan efektif diharapkan didapatkan dari Otoritas Jasa keuangan (OJK) pada 24 Maret 2014.  Masa penawaran pada 26 Maret-28 Maret 2014, penjatahan saham IPO pada 1 April 2014, pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham secara elektronik pada 2 April 2014, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 April 2014.

Harga Saham IPO WIKA Beton Dinilai Sesuai Fundamental

Seperti yang telah disebutkan pada berita sebelumnya mengenai Saham IPO Wika Beton yang ditawarkan ke publik pada kisaran Rp 470-Rp 630 per lembar saham sesuai dengan kondisi fundamental. Harga saham WIKA Beton itu mencerminkan prospek dari bisnis perseroan. Telah disebutkan bahwa saham WIKA Beton berpeluang diserap pasar seiring ekspektasi fundamental ekonomi Indonesia yang juga membaik sehingga pembangunan infrastruktur akan berjalan. WIKA Beton akan melepas saham ke publik sebanyak 2.045.466.600 lembar. Jumlah saham yang akan dilepas tersebut setara dengan 23,47 persen dari total seluruh saham yang ditempatkan dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Adapun masa penawaran awal IPO pada 4 Maret-17 Maret 2014, dan WIKA menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa keuangan (OJK) pada 24 Maret 2014 agar bisa diproses selanjutnya.

Plaza Indonesia Catat Penurunan Laba Bersih 85,8%

Jika berita perusahaan lain yang sedang mengalami kenaikan, berbeda dengan PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) mencatat penurunan laba bersih sebesar 85,8%, dari Rp 234,7 miliar di 2012 menjadi Rp 33,3 miliar tahun lalu. Perseroan juga mencatat penurunan pendapatan sebesar 23,5%, dari Rp 1,7 triliun di 2012 menjadi Rp 1,3 triliun sepanjang 2013. Adapun penurunan pendapatan perseroan tahun lalu disebabkan oleh menurunnya pendapatan dari penjualan apartemen, dimana sepanjang tahun lalu, pusat perbelanjaan memberikan kontribusi sebanyak Rp 616,3 miliar atau setara 44,2% dari total pendapatan Plaza Indonesia. Sedangkan, hotel memberi kontribusi senilai Rp 594,2 miliar atau setara 42,6% dari total pendapatan.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *