Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (4 April 2014)

PT Adhi Karya Tbk Bisnis Perhotelan di Lokasi Premium

PT Adhi Karya Tbk (Persero) segera memasuki bisnis perhotelan dengan mengoptimalisasi lahan milik perusahaan terutama yang berada di lokasi strategis. Saat ini Adhi Karya sedang membangun tiga hotel, yaitu di Bekasi dan Jakarta diharapkan beroperasi awal 2015, dan di Medan akhir April 2015. Dan ketiga hotel tersebut akan dinamakan Grandhika Hotel, yang berada di lokasi-lokasi premium. Hotel berbintang empat dengan 18 lantai dan 255 kamar, berada di Jalan Iskandarsyah (Blok M), Jakarta Selatan, di lahan seluas 1,8 hektare. Hotel berbintang empat dengan 9 lantai dan 126 kamar di Jalan Mas Mansyur, Medan, pada lahan seluas 9.000 meter persegi, sedangkan di Bekasi berlantai 14 dengan 143 kamar pada lahan seluas 1,1 ha, berada di exit tol Bekasi ruas Jakarta-Cikampek.

Bumi Resources Pangkas Utang US$ 2 Miliar

PT Bumi Resources Tbk (berkode saham BUMI) berniat memangkas utang sebesar US$ 2 miliar pada tahun ini. Jumlah tersebut setara 50% dari nilai utang jangka panjang perseroan yang saat ini mencapai hampir US$ 4 miliar.  Adapun rangkaian mekanisme pembayaran utang akan segera dilakukan pada kuartal II – 2014. Kemarin, pemegang saham Bumi Resources menyetujui pengalihan saham sejumlah anak usaha kepada CIC terkait penyelesaian utang pokok senilai US$ 1,3 miliar. Dengan demikian, perusahaan investasi asal Tiongkok itu akan mengantongi sebanyak 19% saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan 42% saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

ABM Ekspansi Pembangkit US$ 700 Juta

PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya, PT Sumberdaya Sewatama, berencana mengembangkan proyek pembangkit listrik (power plant) berkapasitas 400 megawatt (MW) dalam lima tahun ke depan. Nilai investasinya diperkirakan mencapai US$ 600-700 juta.  Perusahaan energi terintegrasi milik keluarga Hamami tersebut akan membangun pembangkit listrik hingga 2019. Adapun dana investasi tersebut berasal dari kas internal sebesar 30% dan pendanaan eksternal 70%. Dan tahun ini, pihaknya akan menyiapkan infrastruktur untuk mendukung Megaproyek tersebut. Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar US$ 130-150 juta. Dana capex berasal dari kas internal dan pendanaan eksternal.

Wika Garap Proyek GPS Senilai Rp 1 Triliun

PT Wijaya Karya Tbk melalui anak perusahaannya, PT Wijaya Karya Gedung segera menggarap dua proyek milik pengembang Group Puncak Surabaya (GPS) senilai Rp 1,14 triliun. Proyek yang dikerjakan terdiri atas apartemen dan central business district (CBD).
Masing-masing proyek berlokasi di Surabaya Barat dan Timur. Di Surabaya Barat, Wika akan menggarap proyek GPS berupa apartemen dan CBD yang bernilai investasi Rp 700 miliar. Sedangkan di Surabaya Timur, proyek yang dikerjakan adalah apartemen Puncak Dharma Husada (PDH) menera B dan C senilai Rp 441 miliar. Proyek – proyek yang bernilai investasi total mencapai Rp 1,14 triliun itu ditargetkan tuntas pada 2016.

Shopdeca.com Rambah Singapura

Perusahaan asal Singapura, Polaris Ltd, melalui anak usahanya Polaris Media melakukan akuisisi 33,5% kepemilikan usaha e-commerce Indonesia, Shopdeca.com. Nilai akuisisi tersebut sebesar US$ 1 juta atau setara S$ 1,26 juta. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Singapura (SGX), belum lama ini, dengan aksi tersebut Shopdeca.com resmi mulai merambah pasar Singapura, Kamis (3/4). Dengan kantor lokal Singapura, Shopdeca.com menawarkan gratis ongkos kirim barang. CEO and Executive Director Polaris Ltd, Peter Ang mengatakan, aksi ini merupakan langkah perseroan untuk memperluas usaha di kategori teknologi informasi. Saat ini , Polaris Ltd melalui anak perusahaannya , Polaris Telecom Pte . Ltd dan Polaris Network Pte . Ltd menjalankan total 22 outlet di Singapura di bawah merek Singapore Telelecom , M1 , Apple , Lenovo dan merek Sony. Sementara 10 gerai di Myanmar berjalan di bawah merek sendiri.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *