Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (30 September 2014)

Pendapatan Premi Tokio Marine Naik 83 Persen

Pendapatan premi PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI) membukukan kenaikan pendapatan premi bruto sebesar 83 persen pada akhir Semester I/2014 dibandingkan Semester I/2013. Kenaikan penerimaan premi tersebut didorong oleh melesatnya penjualan produk-produk asuransi jiwa yang dipasarkan melalui jalur keagenan. Adapun pemasaran produk melalui channel keagenan memberi kontribusi sebesar 78 persen dari total pendapatan premi TMLI. Sejauh ini, TMLI memiliki channel distribusi yang terdiri dari agency, employee benefit, bancaassurance, dan direct to consumer (D2C).

Selain itu, perusahaan juga menargetkan untuk meraih pendapatan premi bruto sebesar Rp200 miliar hingga akhir tahun 2014, meskipun situasi ekonomi mungkin sedikit melambat, tapi pihaknya tetap optimis untuk meraih yang terbaik. Sementara itu, menurut siaran pers tersebut, pasar asuransi jiwa di Indonesia mengalami pertumbuhan positif di tengah melambatnya situasi perekonomian.

Telkom Akuisisi Saham Contact Centres Australia

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui anak usaha, Telekomunikasi Indonesia Internasional Australia Pty. Ltd (Telkom Australia) telah menyelesaikan akuisisi mayoritas saham Contact Centres Australia Pty.Ltd (CCA) dengan nilai transaksi sebesar 11 juta dolar Australia. Pihaknya ingin bekerjasama dengan tim CCA untuk membesarkan perusahaan di pasar Australia dan New Zealand, disamping memindahkan cara berbisnis mereka untuk operasi Bussiness Process Outsourcing (BPO) Telkom di Indonesia.

Saat ini, Telkom Indonesia yang telah melakukan ekspansi ke Singapura, Hongkong, macau, Timor Leste, Australia, Myanmar, Malaysia, Taiwan, Arab Saudi dan Amerika Serikat, melakukan akuisisi untuk memfasilitasi grup dengan Centre of Excellence di Sydney. Centres Australia Pty.Ltd (CCA) merupakan salah satu operator BPO berbasis di Sydney, Australia, dengan lebih dari 600 karyawan dan didukung oleh solusi teknologi contact center terkini, dimiliki oleh mitra pendirinya yaitu Ben Crabbe, Sue Crabbe dan Peter Thomson.

Harga Rights Issue BWPT Sesuai Standar Pasar

PT BW Plantation Tbk (BWPT) menilai bahwa harga pelaksanaan penerbitan saham baru atau rights issue pada kisaran Rp 390-411 per saham sudah sesuai dengan standar pasar. Salah satu faktor penting untuk menentukan harga rights issue adalah menentukan besaran insentif kepada investor yang berpartisipasi.

Berdasarkan standar pasar, besaran insentif diberikan dalam bentuk discount to theoritical price (TP) atau diskon terhadap harga teoritis setelah rights issue, yang berarti adalah harga dimana saham secara teoritis akan bertransaksi setelah rights issue dan mempresentasikan harga weighted average dari harga saham lama atau sebelum rights issue dan harga saham baru setelah rights issue.

Tempo Media Bentuk Tujuh Anak Usaha

Perusahaan media PT Tempo Inti Media Tbk membentuk beberapa anak usaha baru dengan tujuan mengembangkan kelangsungan usaha perseroan. Sekretaris Perusahaan Tempo Diah Purnomowati mengatakan, perseroan telah membentuk tujuh anak usaha pada 25 September 2014. Anak usaha tersebut adalah PT TV Tempo Bandung, PT TV Tempo Yogyakarta, PT TV Tempo Surabaya, PT TV Tempo Balikpapan, PT TV Tempo Batam, PT Temprint Graha Delapan, dan PT Matair Rumah Kreatif.

Pembentukan 7 perusahaan ini belum mempunyai dampak terhadap kondisi keuangan dan proyeksi keuangan perusahaan. Namun, perusahaan memproyeksikan tujuh anak usaha ini akan berdampak positif bagi kelangsungan usaha Tempo dan entitas anak. Sebagai informasi, Tempo mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang paruh pertama tahun ini sebesar 58,62% dibandingkan periode sama 2013 menjadi Rp 1,75 miliar.

Pelayaran Nasional Rights Issue US$ 30,7 Juta

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) akan menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak-banyaknya 1,6 miliar saham atau senilai US$ 30,7 juta. Perusahaan pelayaran Malaysia, Nam Cheong Group, akan mengakuisisi saham baru tersebut dan sekaligus mengantongi sekitar 30% kepemilikan pada Pelayaran Nasional. Adapun Pelayaran Nasional saat ini memiliki modal disetor dan ditempatkan sebesar US$ 41,39 juta atau sekitar 3,76 unit saham.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *