Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (28 Maret 2014)

Lippo Karawaci Cetak Laba Rp 1,23 Triliun

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 16% pada 2013, dari Rp 1 triliun pada 2012 menjadi Rp 1,23 triliun. Sementara itu, pendapatan sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp 6,6 triliun, meningkat 8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni Rp 6,1 triliun. Dan pendapatan Divisi Large Scale Integrated tercatat naik 7% selama 2013, dari Rp 1 triliun pada 2012 menjadi Rp 1,1 triliun. Selain itu, perusahaan juga melaporkan lonjakan pendapatan operasional kotor (gross operating revenue/GOR) sebesar 40% menjadi Rp 2,5 triliun. Pendaftaran pasien rawat inap meningkat 40% dan kunjungan rawat jalan meningkat 26%. Sedangkan pendapatan divisi komersial perseroan meningkat 23% menjadi Rp 576 miliar. Hal itu ditopang oleh peningkatan pendapatan mall sebesar 40% dan hotel sebesar 16%.

Saratoga Investama Siap Gelontorkan Investasi Baru US$ 150 Juta

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) siap menggelontorkan investasi baru senilai US$ 100 juta – 150 juta pada tahun 2014, dengan tetap berfokus pada sektor bisnis infrastruktur, produk dan jasa konsumer, serta sumber daya alam. Adapun untuk memperkuat pertumbuhan perusahaan – perusahaan investasi yang solid, dalam 2-3 tahun ke depan, Saratoga berencana untuk melakukan IPO (Penawaran Umum Perdana Saham) untuk sejumlah perusahaan investasinya. Sepanjang 2013, perseroan berhasil meraih kinerja positif. Total pendapatan Perusahaan tumbuh 55% menjadi Rp 3,7 triliun dan berkontribusi terhadap kenaikan laba kotor hingga 31% menjadi Rp 373 miliar. Kinerja positif ini sebagian besar didukung oleh pertumbuhan dan kinerja dari bisnis kilang minyak di bawah perusahaan investasi Saratoga.

HD Finance Dapat Pinjaman Rp 150 Miliar

PT HD Finance Tbk (HDFA) memperoleh pinjaman senilai total Rp 150 miliar yang akan digunakan untuk tambahan modal kerja perusahaan. Dan baru akan meraih fasilitas sebesar Rp 50 miliar dari PT Bank OCBC NISP Tbk. Dimana pinjaman ini akan jatuh tempo pada 17 Januari 2015 kata Manajemen dalam keterangan resmi. Sedangkan Rp 100 miliar lainnya diperoleh Perseroan dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Penambahan pinjaman itu diiringi dengan perpanjangan jangka waktu penarikan pinjaman hingga 19 Januari 2015. Selama periode Januari – Desember 2013, total liabilitas HD Finance tercatat sebesar Rp 1,5 triliun. Jumlah itu naik 15,3% dibandingkan 2012 sebesar Rp 1,3 triliun. Meski begitu, jumlah ekuitas perseroan turut mengalami kenaikan sebesar 20%, dari Rp 1,5 triliun pada 2012 menjadi Rp 1,8 triliun pada akhir tahun lalu.

Indofood CBP-Comsa Dirikan Anak Usaha Bidang Restoran

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) bekerjasama dengan JC Comsa Corporation, korporasi yang berbasis di Jepang mendirikan anak usaha patungan (joint venture/JV) baru dengan nama PT Indofood Comsa Sukses Makmur. Indofood Comsa didirikan dengan modal disetor sebesar Rp 18,5 miliar. Sebanyak 51% dikuasai oleh Indofood CBP, sementara sisa 49% dimiliki oleh JC Comsa. Sesuai rencana, Indofood Comsa akan bergerak di bidang pengelolaan restoranSepanjang Januari – Desember 2013, Indofood CBP membukukan penjualan bersih sebesar Rp 25 triliun, meningkat 15,2% dibandingkan 2012 sebesar Rp 21,7 triliun. Sementara, laba bersih sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp 2,2 triliun, meningkat 4,7% dibandingkan 2012 sebesar Rp 2,1 triliun.

Bukit Asam Ekspansi ke Asean US$ 1,5 Miliar

PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menginvestasikan dana sekitar US$ 1,5 miliar di sejumlah negara Asean hingga 2016. Perseroan antara lain akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan juga memasok batu bara di Myanmar dan Vietnam. Bukit Asam akan membentuk perusahaan patungan (joint venture/ JV) bidang tambang batubara dan PLTU di Vietnam tahun depan. Perseroan telah mengutus tim pembentuk JV ke Vietnam setelah mendapat restu dari Kementerian BUMN. Bukit Asam akan membangun PLTU dalam dua tahap. Tahap pertama berkapasitas 2×110 megawatt (MW) dengan nilai investasi US$ 250-300 juta. Sedangkan tahap kedua berkapasitas 2×200 MW dengan estimasi investasi sekitar US$ 300 juta. Tahap kedua relatif mudah karena infrastrukturnya sudah siap.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *