Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (26 Maret 2014)

PT Antam Rombak Jajaran Komisasris dan Direksi

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merombak jajaran komisaris dan direksi dengan penggantian Direktur Perseroan Sutikno oleh Hari Widjajanto serta Komisaris Perseroan Robert Pakpahan yang digantikan oleh Robert Simanjuntak. Pemegang saham memberhentikan dengan hormat Bapak Sutikno sebagai Direktur Perseroan dan mengangkat Bapak Hari Widjajanto, juga memberhentikan dengan hormat Bapak Robert Pakpahan sebagai Komisaris dan mengantinya dengan Robert Simanjuntak. Pengangkatan Hari Widjajanto sebagai Direktur Perseroan dan Robert Simanjuntak sebagai Komisaris Perseroan dilangsungkan saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT ANTAM yang digelar di Auditorium Andrawina, Gedung Aneka Tambang, Jakarta. Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui pembagian dividen kas sebesar Rp92,2 miliar atau 22,5 persen dari laba bersih tahun buku 2013. Dividen per saham Tahun Buku 2013 adalah Rp9,67,  juga menyetujui laba ditahan sejumlah Rp317 miliar atau 77,5 persen dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun 2013.

Rugi Selisih Kurs, Laba GJTL Anjlok 89%

Produsen ban, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mengalami penurunan laba bersih yang signifikan. Kondisi itu dipicu oleh tekanan rugi selisih kurs. Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada keterbukaan informasi BEI, Rabu (26/3), perseroan hanya membukukan laba bersih Rp 120,33 miliar pada 2013, merosot 89,35 persen dari laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 1,13 triliun. Pendapatan perseroan turun 1,83% menjadi Rp 12,35 triliun dari tahun sebelumnya Rp 12,58 triliun. Seiring dengan hal tersebut, beban pokok penjualan juga turun 1,66% menjadi Rp 10,08 triliun, dari tahun sebelumnya Rp 10,25 triliun. Penurunan ini dipicu oleh rugi kurs yang meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

Laba Moderland Melonjak 821%

Emiten properti PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mencatat pertumbuhan laba bersih selama 2013 sebesar 821,6% atau meningkat hampir 9 kali lipat sebesar Rp 2,4 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 260,4 miliar. Berdasarkan laporan keuangan Moderland, lonjakan laba tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, perolehan laba atas kepemilikan saham sebelumnya sebesar Rp 1,7 triliun. Kedua, peningkatan pendapatan usaha sebesar %, dari Rp 1 triliun pada 2012 menjadi Rp 1,8 triliun pada akhir tahun lalu. Pada 2013 lalu, Modernland menganggarkan capex sebesar Rp 1,9 triliun yang kemudian dipangkas menjadi Rp 1,5 triliun. Pemangkasan terjadi karena adanya proses akuisisi Jakarta Garden City yang mengharuskan perseroan membayar biaya uang muka sebesar Rp 229 miliar.

BRI Bagikan Dividen Rp 6,35 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 6,35 triliun atau setara 30% terhadap laba bersih perseroan sepanjang tahun 2013. sesuai dengan kesepakatan pemegang saham, pada tahun ini pihaknya akan membagikan dividen sebesar Rp 6,35 triliun dari laba bersih perseroan tahun lalu sebesar Rp 21 triliun. Dari dividen sebesar Rp 6,35 triliun, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas akan memperoleh dividen sebesar Rp 3,6 triliun. Pada akhir 2013, posisi rasio permodalan BRI berada pada kisaran 16,99% setelah memperhitungkan risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional. Meski demikian, perseroan mengaku masih perlu memperkuat struktur permodalan guna menopang ekspansi kredit.

Unilever Cetak Laba Rp 5,3 Triliun

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tahun 2013 membukukan laba bersih sebesar Rp 5,3 triliun, meningkat 10,4% dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar Rp 4,8 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan bersih perseroan. Penjualan bersih sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp 30,7 triliun, meningkat 12,4% dibanding 2012 sebesar Rp 27,3 triliun. Unilever berhasil menurunkan biaya keuangan sebesar 70,7%, dari Rp 68,8 miliar pada 2012 menjadi Rp 20,1 miliar pada 2013. Sementara itu, jumlah aset Unilever meningkat 11,7% sepanjang tahun lalu, dari Rp 11,9 triliun pada 2012 menjadi Rp 13,3 triliun.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *