Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (25 Maret 2014)

Saham Garuda Ditawarkan kepada Investor Strategis

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) optimistis penawaran umum terbatas saham (rights issue) perseroan dapat diserap oleh investor. Sebab, harga pelaksanaanrights issue sebesar Rp 460 per saham sudah terdiskon. BUMN penerbangan tersebut menawarkan 3,22 miliar saham baru atau setara 12,48% dari modal disetor. Perseroan berpotensi meraih dana segar Rp 1,48 triliun. Setiap pemegang 701.409 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 4 April 2014 berhak atas 100 ribu hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Selanjutnya setiap pemegang satu HMETD berhak membeli satu saham baru pada harga Rp 460 per saham. Garuda telah memperoleh persetujuan RUPSLB mengenai rencana rights issue. Pemegang saham yang setuju mencapai 97,8%. Namun, dalam aksi korporasi tersebut, negara selaku pemegang saham tidak akan mengeksekusi haknya.

Laba Cita Mineral Melonjak 222,8%

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 222,8% selama 2013, dari Rp 194,7 miliar pada periode 2012 menjadi Rp 628,6 miliar. Jumlah itu mencerminkan peningkatan laba bersih per saham sebesar 220%, dari Rp 58 pada 2012 menjadi Rp 186 sepanjang tahun lalu. Sementara itu, Cita Mineral mencatat penjualan bersih sebesar Rp 4,1 triliun sepanjang Januari – Desember 2013, meningkat 57,6% dibandingkan 2012 sebesar Rp 2,6 triliun. Berdasarkan laporan keuangan Cita Mineral yang dirilis Selasa, (25/3), pencapaian kinerja 2013 ditopang oleh penjualan bauksit dan alumina kepada Binzhou Resources Ltd sebesar Rp 1,9 triliun. Adapun aset Cita Mineral turut mengalami peningkatan sebesar 94,7%, dari Rp 1,9 triliun pada 2012 menjadi Rp 3,7 triliun. Jumlah liabilitas Cita Mineral di akhir Desember 2013 tercatat sebesar Rp 1,6 triliun, meningkat 91,8% dibandingkan 2012 sebesar Rp 833,9 miliar.

PT Timah Merger Anak Usaha

Pemegang saham PT Timah Tbk (TINS) menyetujui rencana penggabungan PT Tambang Timah dengan induk usaha. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perizinan dan optimalisasi aset-aset. Direktur Utama PT Timah Sukrisno menegaskan, penggabungan usaha (merger) dilakukan untuk memudahkan Tambang Timah melakukan kegiatan pertambangan.Pada pertemuan pemegang saham kali ini, Timah juga memutuskan untuk membagi dividen tunai sebesar Rp 283,2 miliar. Jumlah itu setara 55% dari total laba bersih perseroan pada 2013 sebesar Rp 515 miliar.

Wintermar Cetak Pendapatan US$ 186,72 juta

PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mencetak pertumbuhan pendapatan menjadi US$ 186,72 juta di tahun 2013, naik 50,43% dari tahun 2012 sebesar US$ 124,12 juta. Sejalan dengan itu, beban pokok perseroan naik 45% menjadi USD 128,94 juta dari tahun 2012 yang sebesar US$ 89,06 juta. Berdasarkan laporan keuangan emiten perkapalan ini di keterbukaan informasi, Selasa (25/3), perseroan mencatat laba kotor meningkat 64,80% menjadi US$ 57,78 juta dari tahun sebelumnya sebesar US$ 35,06 juta. Diharapkan perseroan mampu mendorong laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 27,06 juta di tahun 2013. Pencapaian ini tumbuh 33,96% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 20,20 juta.

Arthavest Bukukan Pendapatan Rp 101,27 M

Emiten yang bergerak di bidang investasi, PT Arthavest Tbk (ARTA) membukukan peningkatan pendapatan usaha pada 2013 sebesar 8,53% menjadi Rp 101,27 miliar dari tahun sebelumnya Rp 93,30 miliar. Seiring pertumbuhan pendapatan, beban departementalisasi perseroan juga naik menjadi Rp 30,79 miliar, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 26,54 miliar. Adapun perseroan berhasil mencetak laba bersih Rp 13,01 miliar, naik 23,43%, dari tahun sebelumnya Rp 10,54 miliar. Lebih lanjut, hingga akhir 2013, total liabilitas perseroan mencapai Rp 68,89 miliar, turun 23,64% dibanding akhir 2012 yang sebesar Rp 90,22 miliar. Hal ini dipicu oleh penurunan hutang jangka pendek perseroan. Pada tahun 2013, ada pembayaran pinjaman kepada Bank Victoria sebesar Rp 16,50 miliar, dan penurunan pendapatan di terima dimuka sebesar Rp 3,9 miliar. Sementara itu laba usaha perseroan juga meningkat menjadi Rp 16,74 miliar, dari laba usaha tahun 2012 Rp 16,14 miliar.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *