Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (24 Maret 2014)

Laba Bersih BW Plantation Turun 30,6%

PT BW Plantation Tbk (BWPT) mencatat laba bersih sebesar Rp 181,7 miliar selama 2013. Jumlah itu turun 30,6% dibandingkan laba bersih periode 2012 sebesar Rp 262,1 miliar. Pendapatan usaha emiten perkebunan itu mengalami peningkatan 21,1%, dari Rp 944,2 miliar pada 2012 menjadi Rp 1,1 triliun tahun lalu. Penurunan tersebut disebabkan oleh melonjaknya beban pokok penjualan selama 2013 dan rugi selisih kurs cukup tinggi. Kenaikan beban pokok perseroan tahun lalu tercatat sebesar 61,6%, dari Rp 373,1 miliar pada 2012 menjadi Rp 603 miliar. Namun, sepanjang periode Januari – Desember 2013, BW Plantation membukukan kenaikan aset sebesar 26,5% sepanjang tahun lalu, dari Rp 4.9 triliun menjadi Rp 6,2 triliun. Jumlah liabilitas perseroan di akhir Desember 2013 sebesar Rp 4 triliun, naik 25% dibandingkan periode 2012 sebesar Rp 3,2 triliun.

Laba Bersih Buana Finance Turun 9,6%

PT Buana Finance Tbk (BBLD) membukukan laba bersih tahun berjalan pada 2013 senilai Rp 135 miliar, turun 9,6% dibanding 2012 sebesar Rp 150 miliar.  Beban keuangan yang meningkat, menjadi salah satu penyebab menurunnya laba bersih Buana Finance. Selain itu, beban umum dan administrasi serta beban kerugian penurunan nilai juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, perseroan mencatatkan pendapatan 2013 senilai Rp 627 miliar, meningkat sebesar 6,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp 590 miliar. Pendapatan dari sektor sektor pembiayaan berkontribusi paling besar, yaitu senilai Rp 482 miilar.

Semen Baturaja Bagi Dividen Rp78 Miliar

PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) membagikan dividen sebesar Rp 78 miliar atau setara 25% dari total laba bersih 2013. Adapun sebanyak 76,2% dari jumlah dividen akan diberikan ke pemerintah Indonesia. Sisa 23,7% akan diberikan ke publik. Laba bersih perseroan tahun lalu tercatat sebesar Rp 312,1 miliar, tumbuh 4,6% dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 298,5 miliar. Sisa 75% atau setara Rp 234,1 miliar dari jumlah itu akan digunakan sebagai cadangan. Dan sepanjang tahun lalu, Semen Baturaja membukukan penjualan sebesar Rp 1,1 triliun, tumbuh 6,5% dibandingkan periode 2012. Pencapaian tersebut didukung oleh peningkatan signifikan volume penjualan selama kuartal terakhir 2013. “Volume penjualan tercatat sebesar 1,2 juta ton selama tahun lalu, tumbuh 2% dari tahun sebelumnya,” kata Manajemen lebih jauh. Tahun ini, Semen Baturaja menargetkan pertumbuhan volume penjualan sebesar 19% menjadi 1,5 juta ton.

Semen Indonesia Refinancing US$ 100 Juta

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) akan membayar utang dengan utang (refinancing) sebesar US$ 100 juta. BUMN semen itu akan menarik pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan Standard Chartered Bank, dengan porsi masing-masing 50%. Adapun saat ini, perseroan tercatat memiliki pinjaman perbankan dalam mata uang Dong senilai Rp 320,92 miliar. Utang tersebut diperoleh dari beberapa bank lokal Vietnam. Utang Thang Long ini antara lain Rp 188,37 miliar dari An Binh Bank, Rp 57,74 miliar dari Vietnam Bank for Agriculture and Rural Development, Rp 28,25 miliar dari Mlitary Commercial Joint Stock Bank, Rp 14,11 miliar dari Vietnam Prosperity Joint Stock Commercial Bank, Rp 870,3 juta dari Bui Thi The, dan Rp 761.000 dari Lien Viet Joint Stock Commercial Bank. Selain itu, Thang Long juga mencatat pinjaman dari Sapa Geleximco senilai Rp 13,42 miliar serta Geleximco Trading and Investment JSC sejumlah Rp 815,153 juta.

Pendapatan Electronic City Tembus Rp 2 Triliun

PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) mencatatkan pendapatan laba menjadi Rp 2,01 triliun tahun lalu atau naik 40,55% dibandingkan pendapatan perseroan pada 2012 sebesar Rp 1,43 triliun. Tahun ini, perseroan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 35-45%. Laba bersih perusahaan milik Tommy Winata itu menguat 65,42% menjadi Rp 206,78 miliar dari tahun sebelumnya Rp 125 miliar. Perusahaan juga mencatatkan laba yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar melalui laporan laba tugi senilai Rp 14,99 miliar. Selain itu, ada juga keuntungan penjualan entitas asosiasi sebesar Rp 679,29 juta. Perseroan juga berhasil menghapus ekuitas pada rugi entitas asosiasi yang tahun 2012 nilainya sebesar Rp 511,21 juta.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *