Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (22 April 2014)

Analis Perkirakan Tekanan Saham BCA Bersifat Sementara

Tertekannya saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) diperkirakan hanya bersifat sementara. Sentimen terkait BCA mengenai perpajakan kemungkinan hanya dilihat jangka pendek karena secara fundamental emiten itu memiliki prospek kinerja yang positif. Adapun tekanan yang terjadi pada saham Bank Central Asia Tbk itu juga tidak terlalu signifikan karena masih sesuai dengan fundamentalnya. PT Bank Central Asia Tbk yang memiliki kode emiten BBCA di papan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia pada Selasa (22/4) bergerak turun sebesar Rp 125 menjadi Rp 11.050 per lembar saham. Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menambahkan bahwa pelemahan saham Bank Central Asia itu merupakan rekasi sementara pelaku pasar saham untuk mengantisipasi sentimen ke depannya.

XL Bagikan Dividen Rp 300 M

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyetujui rencana pembagian dividen untuk Tahun Buku 2013 sebesar Rp 300 M,atau 30% dari laba bersih perseroan yang sebesar Rp 1,03 triliun. Dan pembagian dividen ini setara Rp 64 per saham. RUPST juga menyetujui pergantian susunan direksi dan komisaris. Pertama, menerima pengunduran diri Joy Wahjudi dan P Nicanor V Santiago III selaku anggota Direksi Perseroan. RUPST juga menerima baik pengunduran diri James Carl Grinwis Maclaurin dari jabatannya selaku anggota Dewan Komisaris Perseroan. Selanjutnya, RUPST mengangkat Chari TVT sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan. Berikutnya, Pradeep Shrivastava diangkat menjadi anggota Direksi Perseroan menjadi Chief Marketing Officer. Terakhir, RUPST menetapkan Ongki Kurniawan selaku Direktur Independen Perseroan.

Kuartal 1, Laba DEFI Meningkat 21,6%

PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) mencatatkan laba tahun berjalan kuartal 1 meningkat 21,6% menjadi sebesar Rp 663 juta, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 545 juta. Peningkatan laba, ditopang oleh meningkatnya pendapatan kuartal 1 tahun ini sebesar 16,6% menjadi sebesar Rp 1,2 miliar, dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 1 miliar. Adapun meningkatnya pendapatan perseroan pada kuartal 1 tahun ini, karena sumber-sumber pendapatan perseroan mengalami peningkatan. Pada kuartal 1 tahun ini, pemibyaan konsumen mengontribusi Rp 53 juta. Sedangkan anjak piutang juga meningkat menjadi sebesar Rp 612 juta, dari periode sama 2013 sebesar 580 juta. Pendapatan lain-lain perseroan mengalami hal serupa, meningkat menjadi sebesar Rp 570 juta, dari kuartal 1 2013 senilai 481 juta.

Aset Bank Muamalat Tumbuh 21,9%

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membukukan total aset sebesar Rp 54,7 triliun pada 2013, tumbuh 21,9% dibandingkan tahun 2012 senilai Rp 44,9 triliun. Pertumbuhan aset tersebut berada di atas pertumbuhan industri perbankan yang mencapai 16%, dan perbankan syariah 20%. Baiknya, secara konsisten pertumbuhan aset tersebut meningkatkan market share Bank Mualamat di industri perbankan. Market share terhadap total industri perbankan tahun 2013 menjadi 1,11% dari sebelumnya 1,05%. Outstanding pembiayaan yang disalurkan Bank Muamalat pada 2013 mencapai Rp 41,8 triliun, tumbuh 46,3% dibandingkan tahun 2012 senilai Rp 32,9 triliun. Tahun lalu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Muamalat mencapai Rp 41,8 triliun, tumbuh 19,73% dibandingkan tahun 2012 senilai Rp 34,9 triliun. Perseroan membukukan laba bersih Rp 476 miliar, naik dibandingkan tahun 2012 senilai Rp 428 miliar.

Pendapatan TURI 2013 Meningkat 11%

PT Tunas Ridean Tbk (TURI) berhasil meningkatkan pendapatan tahun lalu sebesar 11% menjadi sebesar Rp 11 triliun, dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 9,9 triliun. Peningkatan tersebut, ditopang oleh peningkatan penjualan unit kendaraan roda emapt sebesar 15% dan peningkatan penjualan unit kendaraan roda dua sebesar 1%. Saat ini pasar kendaraan roda empat nasional mengalami pertumbuhan 10%, sedangkan penjualan nasional roda dua meningat sebesar 9%. Sementara itu, laba bersih perseroan tahun ini mengalami penurunan sebesar 27%, menjadi senilai Rp 307 miliar, padahal tahun sebelumnya perseraoan meraup laba bersih sebesar Rp 420 miliar. Hal tersebut, karena beban pokok pendapatan meningkat lebih tinggi dinbandingkan dengan pertumbuhan pendapatan.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *