Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (20 Maret 2014)

Lorena Gunakan Dana IPO untuk Peremajaan Armada

PT Eka Sari Lorena Transport Tbk mengemukakan bahwa mayoritas dana hasil pelepasan saham ke publik melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) akan digunakan untuk peremajaan armada bus. Adapun penggunaan dana akan ditentukan setelah efektif dana yang didapatkan. Mayoritas dana yang kami dapatkan akan dipakai untuk peremajaan armada. Aliran dana tersebut diharapkan dapat berperan lebih di industri transportasi, apalagi pemerintah provinsi DKI Jakarta sedang meremajakan bus kota dengan membuka tender untuk Transjakarta dan Angkutan Penumpang Terintegrasi Busway (APTB). Terkait IPO, Dwi Rianta Soerbakti mengemukakan bahwa perseroan akan melepas sebanyak 150 juta lembar saham atau 42,86% dari modal yang ditempatkan dan disetor kepada publik melalui proses IPO dengan menawarkan harga saham Rp825-Rp 1.025 per lembar. Dengan demikian, dana yang dihimpun dari proses IPO itu sekitar Rp125,75-Rp153,75 miliar.

XL Selesaikan Transaksi Akuisisi Axis US$ 865 Juta

PT XL axiata Tbk (XL) telah tuntas menyelesaikan transaksi akuisisi 95% saham PT Axis Telekom Indonesia (Axis). Perseroan pun telah lengkap mengantongi pinjaman dengan total US$ 865 juta untuk menuntaskan pengambilalihan saham tersebut. Upaya XL dalam melakukan akuisisi dan merger dengan AXIS ini akan mendukung untuk menciptakan industri telekomunikasi yang lebih sehat dan akan menciptakan multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian nasional. Sementara, konsolidasi ini juga mendukung tujuan pemerintah untuk merealisasikan program broadband nasional. Dari aspek ekonomi, merger XL-AXIS akan mendorong pendapatan negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor telekomunikasi terus meningkat.

Raih Laba Rp 2,13 Triliun, BTPN Tak Bagikan Dividen

RUPS PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (BTPN) kembali memutuskan untuk tidak membagikan dividen. Seluruh laba bersih tahun 2013 sebesar Rp 2,13 triliun akan ditahan sebagai modal. Direktur Keuangan BTPN Arief Harris menuturkan, dengan keputusan penahanan seluruh laba tersebut, maka posisi rasio permodalan (capital to adequate ratio/CAR) BTPN sekitar 24%. Tahun lalu posisi CAR BTPN sekitar 22%. Tahun ini, BTPN menargetkan pertumbuhan kredit pada kisaran 15-17% sesuai dengan arahan pertumbuhan kredit Bank Indonesia. Target perhimpunan dana pihak ketiga (DPK) pun ditargetkan sama dengan target pertumbuhan kredit guna menjaga posisi loan to deposite ratio (LDR) sebesar 85%.

Edwin-Sandiaga Berniat Masuk Mitra Investindo

Interra Resources Ltd, perusahaan yang dikendalikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, berniat menjadi pemegang saham perusahaan batu granit, PT Mitra Investindo Tbk (MITI). Interra siap membeli saham baru yang diterbitkan oleh Mitra Investindo melalui penawaran umum terbatas (rights issue). jika pemegang saham menyerap seluruh saham baru Mitra Investindo, Interra tidak bisa menjadi pemegang saham Mitra Investindo. Sesuai rencana, Mitra Investindo akan menggelar rights issue pada Juni 2014. Perseroan mengalokasikan dana hasil rights issue untuk mengakuisisi 90% saham Goldwater LS Pte Ltd senilai US$ 13,5 juta. Mitra Investindo akan mengambil alih Goldwater dari Interra Resources.

AKR Land Incar Pendapatan dari MICE Grand Kawanua

Pengembang properti AKR Land mengincar pendapatan dari sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang sering diselenggarakan di Kota Manado, Sulawesi Utara, melalui proyek mereka Grand Kawanua International City. Pertumbuhan Kota Manado sangat pesat seiring dengan seringnya penyelenggaraan berbagai kegiatan MICE internasional dan Jumlah penduduk Sulut yang mencapai sekitar 2,3 juta jiwa berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat menjadi peluang bagi perusahaan sehingga memberi energi positif tentang fokus tersebut.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *