Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (17 April 2014)

ABC President Incar Penjualan Rp 1,68 T

Produsen makanan dan minuman (mamin) olahan PT ABC President Indonesia (ABC President) menargetkan pendapatan tahun 2014 tumbuh 20% menjadi Rp 1,68 triliun dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 1,4 triliun.  Peningkatan pendapatan itu seiring bertumbuhnya permintaan produk-produk mamin olahan di dalam negeri. ABC President memproduksi sejumlah produk mamin olahan berbagai merek, diantaranya, Nu Green Tea, Nu Milk Tea, Juv, Mie ABC, serta Eat&Go. Tahun lalu, pendapatan yang dihasilkan dari penjualan Nu Green Tea sebesar Rp 700 miliar, Nu Milk Tea Rp 100 miliar, Juv hampir Rp 100 miliar, Mie ABC Rp 500 miliar, dan Eat & Go mendekati Rp 100 miliar. Adapun untuk tahun ini, ditargetkan pendapatan bisa tumbuh 15-20%.

Obligasi Antam Tersisa Rp 373,55 Miliar

PT Antam Tbk (ANTM) masih menyimpan dana hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan I tahun 2011 sebesar Rp373,55 miliar hingga akhir kuartal I-2014. Dana itu disimpan pada Bank Permata dalam bentuk deposito dolar AS dan juga dalam bentuk giro di Bank Mandiri. Sisa dana hasil penawaran obligasi tersebut nantinya akan digunakan untuk ekspansi perseroan. Seperti diketahui, penawaran obligasi berkelanjutan I PT Antam tahun 2011 berhasil menghimpun dana bersih Rp2,99 triliun, dimana dana tersebut seluruhnya akan digunakan untuk ekspansi perseroan.

PT Astra Otopart Bagi Deviden Rp402,477 Miliar

PT Astra Otoparts Tbk akan membagikan deviden final tunai sebesar Rp402,447 miliar atau sekitar 40 persen dari laba bersih tahun buku 2013 yang senilai Rp1,01 triliun. Rapat umum pemegang saham (RUPS) menyetujui 40 persen dari laba bersih 2013 untuk dividen final tunai atau sebesar Rp83,50 per saham. Sebesar Rp106,03 miliar atau sebesar Rp22 per saham telah dibagikan pada tanggal 23 Oktober 2013 lalu sebagai dividen interim, sisanya sebesar Rp296,41 miliar atau sebesar Rp61,50 per saham akan dibagikan pada tanggal 11 Juni 2014 mendatang. Dan sebesar Rp5 miliar dari laba bersih tahun buku 2013 digunakan untuk dana Cadangan khusus, dan sisa laba bersih 2013 dicatat sebagai laba ditahan perseroan untuk digunakan sebagai modal kerja dan investasi. Adapun sepanjang tahun 2013, PT Astra Otoparts Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp10,7 triliun, mengalami peningkatan 29,3 persen dibanding tahun 2012 Rp8,3 triliun.

Bank Danamon Cetak Laba Rp 875 M

PT Bank Danamon Indonesia Tbk membukukan laba bersih senilai Rp 875 miliar pada kuartal I-2014, menurun 13% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1 triliun. Hal itu dipengaruhi oleh peningkatan biaya dana (cost of fund) dari 4,6% pada kuartal I-2013 menjadi 6,8% pada kuartal I-2014. Penurunan pertumbuhan laba bersih tersebut terutama didorong oleh peningkatan biaya dana perseroan yang mulai berdampak penuh pada kuartal pertama tahun ini, akibat peningkatan suku bunga simpanan yang cukup besar dibandingkan tahun lalu. Pada kuartal I-2013, rata-rata suku bunga deposito Bank Danamon di kisaran 6,2%. Sedangkan rata-rata suku bunga simpanan perseroan pada kuartal I-2014 sekitar 9%. Margin keuntungan Bank Danamon pada kuartal I-2014 sebesar 8,6%, menurun signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 10,1%. Margin keutungan tersebut juga lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2013 yang sebesar 9,1%.

Dahlan Iskan Pastikan Mandiri Siap Ambilalih BTN

Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan PT Bank Mandiri Tbk siap mengambilalih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk yang akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN pada 21 Mei 2014. Namun menurut Dahlan, pola pengambialihan pelepasan saham BTN sebesar 60,14% masih belum diputuskan karena harus melalui serangkaian kajian. Menurut Dahlan, setidaknya ada tiga alasan pelepasan Bank BTN kepada Mandiri. Pertama, menolong BTN karena selama ini sudah tidak sanggup memenuhi tingginya permintaan masyarakat terhadap perumahan. Kedua, Bank BTN akan menjadi bank terbesar dalam pembiayaan perumahan di Tanah Air. Ketiga, dengan mengambilalih BTN maka Bank Mandiri akan menjadi salah satu bank terbesar di ASEAN. Adapun dari sisi pemerintah, tambah Dahlan, dengan terbentuknya bank dalam skala besar seperti Mandiri, kelak mampu bersaing dengan bank asing dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai 2015.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *