Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (16 April 2014)

Setelah IPO, Lorena Agresif Berekspansi

PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) akan menggenjot ekspansi bisnis dengan membuka sejumlah rute baru di Jawa, Madura, Bali, dan Sumatera. Ekspansi tersebut untuk mendongkrak kinerja pendapatan hingga 50% dan laba bersih naik 20% pada tahun ini. Adapun pengembangan bisnis tersebut akan didanai dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Kemarin, Lorena melepas 150 juta saham atau setara 42,86% dari modal ditempatkan dan disetor penuh ke publik. Perseroan meraup dana segar sebesar Rp 135 miliar dari aksi IPO tersebut. Lorena menjadi perusahaan ke-10 yang mencatatakan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Pada perdagangan perdana, kemarin, harga saham Lorena kurang mengkilap. Meski sempat mencapai harga tertinggi di kisaran Rp 990, harga saham LRNA ditutup turun 13,3% dari harga penawaran Rp 900 ke posisi Rp 780.

‘Supermarket’ Reksa Dana Online Pertama Diluncurkan

PT Indopremier Securities meluncurkan platform online untuk bertransaksi produk reksa dana multi manajer. “Supermarket” reksa dana online pertama di Indonesia itu diberi nama IPOT FUND. Pada peluncuran perdana ini, diusung 37 produk reksa dana dari 9 manager investasi (MI). perseroan membidik 50 ribu investor reksa dana dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Perseroan juga akan bekerja sama dengan 15 manager investasi. Saat ini, perseroan bekerja sama dengan 9 manager investasi terkemuka dan berada di bawah pengawasan otoritas jasa keuangan (OJK). Adapun kesembilan manager investasi itu adalah PT Bahana TCW Investment Management, PT Batavia Prosperindo Aset Management, PT BNP Paribas Investment Partners, PT First State Investments Indonesia, PT Indo Premier Investment Management, PT Manulife Aset Management Indonesia, PT RHB OSK Asset Management, PT Sinarmas Asset Management, dan PT Syailendra Capital.

Indo Premier Targetkan IPOT Fund Raih Rp3 Triliun

PT Indo Premier Securities menargetkan penjualan produk reksadana yang terdapat di dalam program IPOT Fund mencapai Rp3 triliun. melalui IPOT Fund itu maka nasabah dapat lebih mudah melakukan pembelian dan penjualan reksa dana secara murah, dan cepat. Karena nasabah tidak perlu melakukan tandatangan basah (wet signature) pada formulir pembelian atau penjualan Reksa Dana.  IPOT Fund itu diharapkan mampu menggaet lebih banyak nasabah mengingat mekanisme transaksi yang ditawarkan cukup bersahabat dengan perkembangan zaman saat ini yang dekat dengan perangkat komunikasi.

Bank Saudara akan Bagi Dividen 20% Laba 2013

PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) akan membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar 20% dari laba tahun buku 2013 Rp123,66 miliar.  Besaran dividen Bank Saudara yang ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) akan dibagikan sebesar Rp25,4 miliar. Dari dividen yang akan dibagikan artinya masih ada sisa laba sebesar Rp92 miliar, sehingga sisa laba tersebut akan menjadi laba ditahan. Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan Rp6,1 miliar sebagai dana cadangan. Adapun sepanjang tahun 2013, Bank Saudara membukukan pertumbuhan kredit 17,84% dari Rp5,26 triliun menjadi Rp6,2 triliun. Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) naik 9,24% menjadi Rp6,8 triliun dari Rp6,23 triliun di tahun 2012. Bank yang baru saja bersinergi dengan Woori Bank Korea dan Bank Woori Indonesia ini juga memiliki total aset Rp7,62 triliun.

Steel Pipe Catat Kenaikan Penjualan 14,27%

T Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) meraih kenaikan penjualan sebesar 14,27% hingga Desember 2013 menjadi Rp3,53 triliun dibandingkan dengan penjualan periode sama tahun sebelumnya yang Rp3,09 triliun. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok naik jadi Rp2,93 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya Rp2,69 triliun dan laba bruto menjadi Rp604,99 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp401,01 miliar. Laba usaha naik menjadi Rp378,83 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp296,23 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak naik menjadi Rp251,26 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp149,11 miliar.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *