Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (11 April 2014)

DHL Investasi US$ 1,5 Juta di Bali

Penyedia jasa pengiriman ekspres dan logistik terkemuka di dunia, DHL, menginvestasikan dana senilai 1,5 juta dolar AS untuk merelokasi gateway dan pusat pelayanan di area kargo Bandara Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Alasan utama investasi tersebut karena perkembangan usaha di daerah Bali akan sejajar dengan usaha di daerah Jakarta dan juga Balikpapan. Dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya akan mengembangkan gateway Bali sebagai hub yang menghubungkan pengiriman ekspres dan logistik ke Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Lokasi gateway baru di Bandara Ngurah Rai luasnya mencapai 1.250 meter persegi yang berada di dekat landasan sehingga mempercepat proses bongkar-muat yang digerakkan oleh konveyor dan dihubungkan dengan alat pemindai kargo berkecepatan 400 lembar per jam. Fasilitas baru di Bandara Ngurah Rai dilengkapi dengan sistem keamanan berteknologi mutakhir yang mampu melacak bahan peledak.

Bank Permata Resmi Akuisisi Saham Astra Sedaya

PT Bank Permata Tbk resmi mengakuisisi 237,6 juta (25%) saham baru PT Astra Sedaya Finance senilai Rp 2,1 triliun. Kedua anggota usaha grup PT Astra International Tbk (ASII) itu telah menyelesaikan transaksi pada 8 April 2014. Manajemen Astra International mengatakan, akuisisi terhadap Astra Sedaya merupakan langkah investasi strategis Bank Permata. Dan dengan dilakukannya transaksi, baik Astra Sedaya maupun Bank Permata diharapkan dapat memperoleh peningkatan pendapatan dari hasil kegiatan penjualan silang (cross selling). Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan kegiatan pembiayaan bersama (joint financing) yang akan dilakukan kedua perusahaan jasa keuangan tersebut. Hal itu diperkirakan dapat meminimalisasi biaya pembiayaan yang disebabkan oleh tingginya tingkat bunga.

BTPN Bidik Kredit Rp 54 T

Dengan dukungan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 20-24%, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sesuai arahan Bank Indonesia (BI) sebesar 15-17% atau berkisar Rp 53-54 triliun. Meski di bawah laju pertumbuhan kredit tahun lalu yang mencapai 19%, ekspansi kredit bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) itu tetap tinggi di tengah tahun politik dan krisis ekonomi global yang belum reda. BTPN akan tetap fokus menggarap kredit pada segmen mikro dan mass market setelah Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) resmi menjadi salah satu pemegang saham pengendali. Dalam jangka panjang, BTPN menargetkan jumlah nasabah 5 juta dari saat ini sebanyak 2 juta nasabah.

Trikomsel Dapatkan Perpanjangan Pinjaman Sindikasi Bank Rp 975 Miliar

PT Trikomsel Oke Tbk (Perseroan) telah mendapatkan perpanjangan fasilitas pinjaman sidikasi 4 bank besar nasional yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) dalam bentuk Club Deal Rp 975 miliar. Fasilitas pinjaman yang bersifat revolving 3 bulanan dengan jangka waktu sampai dengan 2 tahun ini akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya, baik bisnis inti maupun ekspansi bisnis dalam bidang multimedia yang telah direncanakan Perseroan. Bertindak sebagai Agen Fasilitas dan Agen Jaminan dalam perpanjangan fasilitas ini adalah Bank Mandiri dan BCA.

Cita Mineral Cairkan Pinjaman US$ 150 Juta

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), unit usaha Harita Group, segera mencairkan pinjaman sebesar US$ 150 juta dari total pinjaman US$ 330 juta. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit menjadi alumina. Cita Mineral bersama China Hongqiao Group Ltd telah mendirikan perusahaan asosiasi, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, untuk membangun smelter di Ketapang, Kalimantan Barat. Total investasinya mencapai US$ 1 miliar, sudah termasuk PLTU dan pelabuhan. Cita Mineral memiliki 25% saham Well Harvest, sedangkan China Hongqiao menguasai 60% saham. Adapun pemegang saham lainnya adalah Winning Investment Co Ltd sebesar 10% dan PT Danpac Resources Kalbar 5%.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *