Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (10 Oktober 2014)

Belleveu Radio Dalam Beroperasi November

Proyek properti kondominium hotel (kondotel) The Bellevue Radio Dalam mulai dioperasikan pada November 2014. Proyek senilai Rp 150 miliar ini memiliki kapasitas total 200 unit. Saat ini pembangunan sudah 95%. Rencananya, The Bellevue dibuka November 2014. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi itu hasil kerja sama GKA Land dengan PT Best Prima Indonesia. Keduanya sepakat mendirikan perusahaan patungan, PT Bina Usaha Nusantara (BUN) yang direktur utamanya diduduki oleh Arvin F Iskandar. Ada tiga jenis hotel dan kondotel yang dimiliki operator ini mencakup, Best Western, Best Western Plus, dan Best Western Premier. Khusus untuk proyek Belleveu Radio Dalam masuk kategori Best Western Premier.

Tower Bersama-Telkom Tukar Saham Melalui Mitratel

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah menandatangani perjanjian pertukaran saham dengan PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom). Telkom akan memperoleh saham di TBIG melalui penerbitan saham baru, dengan menukarkan saham Telkom di PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Kemitraan ini tidak hanya memungkinkan bagi perseroan untuk secara signifikan meningkatkan skala bisnis, baik dari sisi jumlah penyewaan dan pendapatan serta penyebaran geografis aset, namun juga memperkuat hubungan bisnis antara TBIG dan Grup Telkom. Dan dengan perjanjian itu, Telkom akan menukarkan 49% kepemilikannya di Mitratel dengan 290 juta lembar saham baru TBIG, yang mewakili sekitar 5,7% dari modal TBIG setelah penerbitan saham baru.

Garuda Siapkan Tiga Strategi Pertumbuhan

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyiapkan tiga strategi pertumbuhan dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ketiga strategi tersebut adalah menaikkan tarif tiket pesawat sebesar 20%, lindung nilai atau hedging, dan mengonversi sebagian pembiayaan operasional ke dalam rupiah.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Hendrito Hardjono mengatakan, perseroan berencana menaikan tarif tiket domestik sebesar 20%. Kenaikan tarif terlebih dahulu menunggu revisi peraturan Kementerian Perhubungan tentang formula perhitungan dan penetapan tarif batas atas.

Kuartal III, Pakuwon Cetak Penjualan Rp 2 Triliun

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) hingga kuartal III-2014 mencetak penjualan unit properti (marketing sales) sebesar Rp 2 triliun. Jumlah ini setara 66,6 persen dari total target hingga akhir tahun yakni Rp 3 triliun. Perseroan akan menunda peluncuran menara perkantoran Kota Kasablanka 3 dan Gandaria 2 hingga 2015. Hal ini disebabkan gambar desain masih dalam tahap finalisasi. Meski begitu, pembangunan kondominium Kota Kasablanca tahap kedua segera dilakukan sesuai jadwal. Saat ini, proyek tersebut sedang berada dalam tahap test pile.

Sesuai rencana, dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza 5 dan 6, serta pengambangan Tunjungan Plaza 4 Surabaya. Perseroan optimistis proyek tersebut dapat menjadi salah satu ikon utama di Surabaya.

Bank Mega Andalkan Kredit Konstruksi Properti

PT Bank Mega Tbk akan mendorong penyaluran kredit pada sektor konstruksi properti guna mencapai target penyaluran kredit hingga akhir tahun ini sebesar Rp 36 triliun. Pada kuartal IV-2014, Bank Mega berencana membiayai 5-10 proyek pembangunan hotel, apartemen, dan mal.

Direktur Kredit Bank Mega Madi Darmadi Lazuardi menuturkan, perseroan menargetkan dapat membukukan penyaluran kredit hingga akhir tahun ini sebesar Rp 36 triliun. hingga akhir tahun ini, perseroan masih akan menyalurkan kredit untuk 5-10 hotel, apartemen, dan mal dengan rata-rata kredit sebesar Rp 100 miliar.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *