Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (10 Maret 2014)

JA Wattie Cari Pinjaman Rp 300 Miliar

PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) berencana mencari pinjaman senilai Rp 300 miliar dari perbankan lokal yang diharapkan akan didapat sebelum semester I berakhir, karena adanya penundaan penerbitan obligasi tahun lalu. Adapun sebagian besar dana akan digunakan untuk perluasan lahan dan telah membidik lahan seluas 10.000 ha – 20.000 ha di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk perkebunan karet dan kelapa sawit. Perusahaan juga berencana membangun pabrik dengan kapasitas produksi sebanyak 45 ton per jam. Nilai investasi pembangunan mencapai Rp 140 miliar. Jika pembangunan pabrik baru sudah selesai, JA Wattie akan memiliki dua pabrik dengan total kapasitas 90 ton per jam.

Bukit Asam akan Buyback Saham Rp 428 M

1,53% saham perseroan di pasar akan dibeli kembali oleh PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang akan dilakukan secara bertahap selama 10 Maret 2014 hingga 9 Juni 2014. PT Danareksa Sekuritas bertindak sebagai perantara efek. Adapun dana buyback berasal dari saldo laba perseroan sebesar Rp 1,6 triliun. Buyback saham dilakukan karena harga saham perseroan yang terus menurun. Harga PTBA per 6 Maret 2014 sebesar Rp 9.525, menurun 18,2% dibandingkan akhir periode transaksi buyback sebelumnya pada 13 Desember 2013 sebesar Rp 11.650.  Perusahaan akan menyimpan saham yang telah dibeli kembali tersebut sebagai treasury stock paling lama tiga tahun. Perseroan memiliki opsi untuk menjual kembali saham itu di Bursa Efek Indonesia (BEI), jika harga saham sudah naik. Dengan begitu, perseroan dapat memperoleh keuntungan dari hasil penjualan saham yang telah dibeli kembali.

KPEI-Jasdec Jalin Kerja Sama Dukung Kemajuan Pasar Keuangan

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjalin kerjasama dengan Japan Securities Depository Center, Inc (JASDEC) untuk mendukung kemajuan pasar keuangan di masing-masing negara yang telah ditandai dengan penandatanganan MoU dan MoU itu akan memfasilitasi kedua belah pihak untuk menjajaki peluang kerjasama dalam bidang operasional kliring, penyelesaian dan penyimpanan yang mencakup berbagai mekanisme kerjasama antar jajaran direksi, manajemen dan staf senior dari kedua pihak untuk bertemu secara regular.

Pan Brothers Catat Kenaikan Laba Bersih 41,8%

41,8% kenaikan laba dari US$ 7,4 juta di 2012 menjadi US$ 10,5 juta atau setara Rp 119 miliar telah dicatatkan produsen tekstil dan garmen PT Pan Brothers Tbk (PBRX). Dan 95% atau setara US$ 323,3 juta dari total pendapatan berasal dari penjualan ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Hingga akhir 2013, total aset Pan Brothers meningkat 12,2%, dari US$ 208,3 juta di 2012 menjadi US$ 233,8 juta. Sementara, jumlah liabilitas per Desember 2013 tercatat sebesar US$ 134,7 juta, naik 10,5% dibandingkan 2012 sebesar US$ 120,5 juta. Liabilitas Pan Brothers terdiri dari utang jangka pendek sebesar US$ 50,8 juta dan utang jangka panjang sebesar US$ 83,9 juta. Pan Brothers menargetkan bisnis ritel bisa memberi kontribusi sebesar 15% terhadap pendapatan perseroan dalam lima tahun mendatang. Bisnis tersebut didukung oleh populasi penduduk Indonesia yang besar dan tren peningkatan pendapatan per kapita.

BSD Targetkan Penjualan Properti Rp6 Triliun 2014

PT Bumi Serpong Damai (BSD) menargetkan penjualan di sektor properti meningkat dari Rp5,4 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp6 triliun pada 2014. BSD juga menargetkan segmen residensial tetap menjadi kontributor utama penjualan senilai Rp3,1 triliun atau 52 persen dari total target. Sedangkan sekitar Rp1,92 triliun atau 62 persen akan menjadi target perolehan segmen residensial yang diproyeksikan bersumber dari penjualan unit rumah tapak yang berlokasi di BSD City. Proyek residensial dengan target kontribusi terbesar kedua setelah BSD City adalah Kota Wisata Cibubur dengan target Rp370 miliar dan terbesar ketiga adalah Grand Wisata Bekasi dengan Rp330 miliar. Adapun komposisi antara segmen residensial dan komersial kini menjadi lebih berimbang dan memperkuat struktur model bisnis serta pendapatan perseroan.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *