Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (10 April 2013)

Panorama Transportasi Anggarkan Capex Rp 172 Miliar

PT Panorama Transportasi Tbk (WEHA) menganggarkan belanja modal sebesar Rp 172 miliar tahun ini. Jumlah itu meningkat 48,2% dibandingkan capital expenditure (capex) tahun lalu sebesar Rp 116 miliar. Emiten jasa transportasi itu berniat menambah 100 unit taksi tahun ini. Dengan begitu, perseroan akan memiliki dan mengoperasikan sebanyak total 300 armada. Hal itu terungkap dalam hasil riset tim analis Pefindo yang dirilis baru-baru ini. Yang ditujukan untuk mendorong pendapatan. Selama 2013, pendapatan Panorama Transportasi tercatat sebesar Rp 236,8 miliar. Dengan begitu, pendapatan perseroan tahun ini diproyeksi menjadi Rp 312,5 miliar. Sementara itu, laba bersih tercatat menurun 247% selama 2013, dari Rp 5,9 miliar pada 2012 menjadi Rp 1,7 miliar.

Matahari Putra Prima Targetkan Penjualan Capai Rp 11,9 Triliun

Perusahaan ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menargetkan penjualan tahun ini dapat mencapai Rp 11,9 triliun atau tumbuh berkisar 15-20 persen. Adapun target perseroan itu akan didukung dari rencana perseroan yang akan membuka sejumlah gerai baru toko modern, yakni 20 Hypermart, 3-5 Foodmart, dan 20 Boston. Selain itu, perseroan juga akan meningkatkan kualitas produk-produk yang dijual pada gerai-gerai yang dimiliki, meningkatkan fungsi pemasaran serta berupaya meningkatkan pelayanan. Adapun bahwa hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) disepakati untuk membagikan dividen sebesar Rp 1 triliun atau sekitar 45 persen dari laba ditahan perseroan tahun buku 2013 yang mencapai Rp 2,2 triliun.

Laba Bersih Ratu Prabu Energi Tergerus 17,3%

PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) meraih laba bersih tahun lalu sebesar Rp 40,4 miliar, turun 17,3% dari tahun sebelumnya senilai Rp 48,9 miliar. Pendapatan perseroan tahun lalu juga mengalami hal serupa, turun 10% menjadi sebesar Rp 404,5 miliar, dari tahun sebelumnya sebesar 449,4 miliar. Adapun turunnya pendapatan perseroan tahun lalu disebabkan oleh berkurangnya nilai kontrak yang didapatkan perseroan. Penjualan perseroan terhadap pihak ketiga, yaitu Conoco Philips Indonesia Inc, Ltd, juga turun drastis sebesar 65% menjadi sebesar 74,5 miliar, dibandingkan dengan 2012 senilai Rp 213,4 miliar. Padahal, penjualan kepada Conoco tahun lalu merupakan sumber pendapatan terbesar perseroan.

Multipolar Technology Bagikan Dividen Rp 3 M

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perdana PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) memutuskan pembagian dividen tahun buku 2013 sebesar Rp 3 miliar dengan pay out ratio sebesar 5,29% dari laba bersih 2013 sebesar Rp 56,7 miliar. Dividen ini dibagikan atas 1,87 miliar lembar saham yang dikeluarkan perseroan, dalam bentuk dividen tunai atau sebesar Rp 1,60 per saham. RUPS juga menyetujui pengangkatan Wahyudi Chandra sebagai Presiden Direktur Baru. Sementara itu, Harijono Suwarno bergeser ke jajaran komisaris perseroan sebagai hasil rapat tersebut lengkap dengan jajaran-jajarang yang siap membantunya.

MPPA Bagikan Dividen Rp 1 Triliun

Peritel modern fast-moving consumer goods, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) membagikan dividen untuk tahun fiskal 2013 sejumlah Rp 1 triliun atau Rp 186 per saham. Dividen itu mewakili rasio pembayaran dividen 45% dari akumulasi laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun. Akumulasi laba ditahan tersebut juga termasuk laba bersih setelah pajak perseroan sebesar Rp 445 miliar. rencana pembagian dividen tersebut telah disepakati baik Manajemen dan pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Aryadhuta, Jakarta, Kamis (10/4). Dalam rapat tersebut pemegang saham MPPA juga telah menyetujui untuk mengalokasikan uang senilai Rp 2 miliar sebagai dana cadangan, dan Rp 1,22 triliun dari akumulasi laba ditahan perseroan bakal dibukukan sebagai saldo akumulasi laba dalam perseroan. Sedangkan, untuk tanggal pembayaran dividen itu akan diumumkan lebih lanjut.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *