Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (07 Maret 2014)

Foxconn Kantongi Izin Prinsip BKPM

Izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah diberikan kepada produsen teknologi informasi asal Taiwan Foxconn Technology Co Ltd terkait rencana pembangunan pabrik di Indonesia untuk bisa bisa merealisasikan investasinya dan telah direncanakan sebelumnya telah menjalin kerja sama investasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta akan menggelontorkan dana investasi hingga US$ 10 miliar. Untuk tahap awal, Foxconn akan membelanjakan dana sebesar US$ 1 miliar. Nilai tersebut akan direalisasikan dalam tiga sampai lima tahun dalam bentuk pembangunan pabrik. Dalam komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan lahan 200 hektare (ha) di Marunda, Jakarta Utara.

Pan Brothers Catat Kenaikan Laba Bersih 41,8%

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) Emiten produsen tekstil dan garmen mencatat pertumbuhan laba bersih 41,8% di 2013, dari US$ 7,4 juta di 2012 menjadi US$ 10,5 juta atau setara Rp 119 miliar. Sedangkan penjualan dibukukan sebesar US$ 339,7 juta atau setara Rp 3,5 triliun di 2013, naik 18,5% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 286,6 juta dan 95% pendapatan tersebut didapat dari penjualan ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Hingga akhir 2013, total aset Pan Brothers meningkat 12,2%, dari US$ 208,3 juta di 2012 menjadi US$ 233,8 juta. Sementara, jumlah liabilitas per Desember 2013 tercatat sebesar US$ 134,7 juta, naik 10,5% dibandingkan 2012 sebesar US$ 120,5 juta. Pan Brothers menargetkan bisnis ritel bisa memberi kontribusi sebesar 15% terhadap pendapatan perseroan dalam lima tahun mendatang. Bisnis tersebut didukung oleh populasi penduduk Indonesia yang besar dan tren peningkatan pendapatan per kapita.

27 Produk Reksa Dana Raih Penghargaan

Sebanyak 27 produk reksa dana dari 19 manajer investasi (MI) berhasil meraih penghargaan sebagai Reksa Dana Terbaik 2014 versi majalah Investor. Dari 27 reksa dana itu, sebanyak 13 reksa dana kembali mengulang prestasi yang pernah diraih pada 2013 dan 14 reksa dana lainnya merupakan pemenang baru. Tiga reksa dana di antaranya berhasil meraih penghargaan ganda. PT Sinarmas Asset Management dan PT MNC Asset Management merupakan dua perusahaan dengan penghargaan terbanyak tahun ini. Adapun pemeringkatan reksa dana dihitung berdasarkan dua komponen penilaian, yaitu Risk Adjusted Return dan pertumbuhan unit penyertaan. Periode pemeringkatan menggunakan tiga kategori jangka waktu yakni 1, 3, dan 5 tahun. Khusus reksa dana campuran tahun ini dibedakan jadi tiga tipe dari sebelumnya dua tipe, yakni tipe konservatif, moderat, dan agresif.

Seleksi lain adalah menyangkut pelanggaran dan sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sikap kooperatif dari pengelola reksa dana yang ditandai dengan kerja sama dalam pengumpulan data dan pemberian informasi terkait pemeringkatan ikut menjadi pertimbangan juri. Seperti tahun lalu, reksa dana terproteksi tidak diikutkan dalam pemeringkatan. Penilaian terhadap risk and return dilakukan dengan menggunakan metode Sharpe Ratio. Semakin besar Sharpe Ratio, maka bisa dikatakan semakin optimal suatu reksa dana. Metode Sharpe Ratio juga merupakan metode standar yang digunakan lembaga internasional dalam memberikan rating terhadap reksa dana. Mengacu pada kondisi pasar, penilaian kali ini menggunakan Modified Sharpe Ratio.

Laba Bersih Angkasa Pura II 2014 Turun Tipis

Laba bersih yang didapat PT. Angkasa Pura II pada tahun 2014 hanya sebesar Rp1,047 trilun, turun tipis 1,45 persen dibanding realisasi tahun 2013 sebesar Rp1,032 trilun. Dan pendapatan tahun ini pun akan juga mengalami penurunan yang dipicu hilangnya pendapatan dari bisnis navigasi yang sudah dialihkan ke AirNav sejak Januari 2013. Untuk itu, pada tahun 2014, AP II harus mencari terbosan-terobosan baru dengan mengembangkan layanan non-aeronautika untuk mengimbangi penurunan layanan aeronautika. Selain itu, penurunan laba tersebut dikarenakan adanya sejumlah proyek sehingga pendapatan perusahaan dialokasikan untuk keperluan investasi antara lain pengembangan terminal baru (terminal 3), pembangunan stasiun kereta bandara, dan termasuk pembangunan hotel terpadu yang berlokasi di Bandara Soekarno-Hatta.

Kota Mandiri Summarecon Bandung Dimulai Akhir 2014

Pembangunan kota mandiri (township) Summarecon Bandung oleh PT Summarecon Agung Tbk bakal dibangun mulai akhir 2014 dan sedikitnya akan memakan waktu 10 tahun. Dia menambahkan, saat ini rencana induk (masterplan) proyek township itu terus diperbarui, sedangkan perizinan pembangunan memasuki tahap pengurusan. Proyek di kawasan Gede Bage, Bandung itu memiliki luas sekitar 200 hektare (ha) dimana pemerintah Bandung itu sendiri cukup responsif dan mendukung proses perizinan. Kota mandiri yang dibangun tersebut nantinya akan mencakup hunian tapak, ruang komersial, pusat ritel, hingga perkantoran. Dia menilai, prospek bisnis properti di Bandung cukup potensial.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *